Menikahi Bumi Yang Dicintai Langit

Menikahi Bumi Yang Dicintai Langit
Rekan : Bab 34


__ADS_3

Keesokan Harinya


Rea berdiri di bibir pantai, menatap tiga yacht yang akan membawa mereka ke pulau disebrang sana, gadis itu mengenakan bikini one piece berwarna hitam mengikatkan selendang pantai bercorak di pinggangnya. Pikirannya melayang mengingat pertemuannya dengan Elang kemarin, gadis itu menghela napasnya panjang.


Gadis-gadis yang lain terlihat berjalan mendekat untuk naik keatas yacht , Mia menarik Rea untuk naik ke yacht yang dia pinjam dari Axel.


"Ayo kita naik yacht milik calon suami ku" ucap Mia yang mendapat cibiran dari Kanaya yang berjalan mengekor dibelakang. Mereka bertiga berpisah yacht dengan Celine.


Saat Rea naik keatas seorang pria bule mendekat, mungkin awak kabin atau anak buah Axel.


"Miss Rea?" sapa pria bule itu yang membuat Rea sedikit terkejut.


"Would you please follow me, Mr Axel said I must show this to you?"


Rea terlihat kebingungan, mengikuti pria bule didepan nya, gadis itu menarik tangan Mia untuk ikut serta, Kanaya pun tak ketinggalan tetap mengekor dibelakang mereka.


Pria bule itu membuka sebuah pintu, yang ternyata adalah pintu kamar tidur didalam yacht itu.


Mata Rea terbelalak, Mia dan Kanaya pun tak kalah terkejut, kamar itu dipenuhi dengan taburan bunga berwarna merah muda dan balon, ada beberapa botol wine yang sangat langka diatas meja, diatas kasur Rea melihat beberapa buah paper bag milik brand ternama.


Mia langsung masuk kedalam disusul Kanaya, mereka duduk di kasur masing-masing meraih satu buah paper bag. Rea menganggukkan kepala mengucapkan terima kasih ke pria bule tadi.


"Rea, ya ampun ini kacamata terbaru keluaran brand ternama Paris," ucap Mia yang sudah memakai kacamata itu “limited edition banget tau ga sih,” lanjutnya.


Kanaya membuka paper bag yang sudah dia pegang dari tadi, matanya terbelalak melihat sebuah tas edisi terbatas dari brand ternama juga didalamnya, gadis itu menunjukkan barang yang dia pegang ke Mia.


"Demi apa Re, sumpah loe yakin dia calon kakak tiri loe? bukan pacar loe?" tanya Mia.


"Dia emang gila" ucap Rea sambil masuk kedalam menyambar satu botol wine kemudian keluar kamar, kedua gadis itu bingung melihat Rea yang terlihat kesal padahal mendapat surprise manis yang sudah pasti diimpikan semua gadis.


Disisi lain Arkan masih dipusingkan dengan masalah di kantornya, semua gara-gara seorang manager yang menjabat jauh sebelum dirinya, yang memilih jalan pintas untuk mengurus ijin pembuangan limbah pabrik. Beberapa kali laki-laki itu terlihat memijat kepalanya sendiri melihat berkas dimejanya, sesekali matanya melirik ke arah ponsel didekatnya, sudah hampir dua hari dia tidak menelpon atau pun mengirim pesan ke Rea, kekasihnya pun sama dua hari juga tidak menelpon ataupun berkirim pesan kepadanya.


Arkan mengambil gagang telpon dimejanya, menelpon Clara sekretaris nya yang ada diluar.


"Carikan aku tiket pesawat untuk hari ini ke kota XX, kalau tidak ada carikan untuk besok yang paling pagi"


Arkan menutup telpon setelah mendapat jawaban iya dari Clara, menghela nafasnya lalu memutar kursinya menghadap tembok, ia sedikit stress karena beban pekerjaan dan lagi ditinggal kekasihnya pergi berlibur. Arkan berencana menyusul calon istrinya.

__ADS_1


Yacht yang dinaiki gadis-gadis itu sudah pergi berlayar sampai ketengah laut, Rea memilih membuka wine membagikan ke teman-teman yang berada di satu Yacht dengan dirinya, gadis itu mencoba minum untuk kedua kalinya, karena berpikir membiasakan diri minum akan membuat ia tidak akan gampang mabuk.


Selang setengah jam mereka tiba disebuah pulau. Rea terkesan melihat apa yang sudah menyambut mereka di pulau itu, tiba-tiba dia merasa seperti sedang liburan di hawaii, Celine benar-benar luar biasa entah berapa Milyar uang yang dia hamburkan tiga hari ini untuk acara bridal shower nya.


Semua gadis menikmati pesta pantai yang disiapkan Celine, tertawa, menari, semua nya menggila, tak terkecuali Rea.


Celine mendekat ke arah Rea yang sedang duduk bersandar disebuah kursi malas.


"Apa urusanmu sudah selesai" tanya Celine


Rea membuka kacamata nya, meletakkan benda itu diatas kepalanya.


"Entah lah Cel, aku kira setelah bertemu dia semua bakal selesai, tapi sepertinya malah menambah masalah baru."


"Apa kamu masih benar-benar menyukai laki-laki itu?" tanya Celine penasaran.


“Hem…. tapi aku lebih menyukai Arkan, calon suamiku" jawab Rea.


"Poliandri haram Re, di negara kita yang melakukan itu bisa masuk penjara, jangan sampai kamu coba-coba" cibir Celine sambil melenggang meninggalkan Rea yang hanya bisa diam mencerna kalimat yang dia lontarkan.


"Hei siapa juga yang mau punya dua suami, dia pikir aku ga tau aturan," Rea berteriak kesal.


Arkan : "Aku kira kamu sudah melupakan aku."


Rea kaget dengan kalimat pertama yang diucapkan kekasihnya, bahkan dia belum sempat mengucapkan kata halo.


Rea:" maaf sayang, beberapa tempat yang kami kunjungi sinyalnya kurang bagus."


Gadis itu memberikan alasan sambil mencebikkan bibirnya karena Arkan juga tidak berusaha mengabarinya duluan.


Arkan :"hari ini jam berapa acaramu selesai?"


Rea :"mungkin malam, kenapa?"


Arkan : "cuma penasaran, ya sudah selamat menikmati acaramu, aku mencintamu"


Ucap Arkan yang kemudian mematikan telpon, laki-laki itu membenarkan letak kacamata hitam yang dia pakai, tersenyum berjalan menyeret kopernya menuju ruang tunggu Bandara.

__ADS_1


Rea memandang layar ponselnya heran, tidak biasanya Arkan memutus panggilan mereka terlebih dulu.


Gadis itu kemudian meletakkan benda pipih itu ke dalam tas kecil yang dia bawa, berdiri melepas selendang pantai yang menutupi bagian pinggangnya ke bawah, bentuk tubuhnya sangat indah, lekuk tubuh bak model gadis itu diturunkan dari sang mama.


Beberapa kali seseorang terlihat mengambil fotonya, dan mengirimkan kepada seseorang.


"Sial, kenapa dia seksi sekali?" ucap Axel kesal mendapat kiriman foto dari bule awak dari Yacht yang dia pinjamkan ke Rea.


Beberapa foto yang anak buahnya kirimkan diantaranya saat Rea sedang memegang gelas berisi wine, menenggak wine itu sambil tersenyum , kemudian saat dia berdiri diujung yacht rambut dan selendang pantai yang dia pakai terlihat berkibar-kibar, juga saat Rea duduk dikursi malas sambil menekuk kakinya, sampai saat Rea berdiri dengan hanya menggunakan bikini one piece berwarna hitam, body seksinya membuat Axel menelan salivanya berkali-kali.


Rea mendekat ke bibir pantai, kemudian mengambil sebuah ban air berbentuk kue donat menaikinya seperti gadis-gadis yang lain.


Saat malam menjelang barulah gadis-gadis itu kembali ke yacht mereka masing-masing, Yacht itu akan membawa mereka kembali lagi dari pulau ke pantai, kemudian dengan bus mereka kembali ke hotel.


Setelah sampai hotel mereka masuk ke kamar masing-masing, Rea memilih mandi dulu, berganti baju santai karena malam ini tidak ada acara apa-apa karena besok pagi mereka harus pulang.


Tiba-tiba pintu kamarnya diketuk, Kanaya mengajak Rea untuk turun makan malam, gadis itu melonjak girang meletakkan perlengkapan pribadinya yang baru saja akan dia rapikan kedalam koper dan bergegas keluar dari kamarnya , karena memang perutnya sudah lapar dari tadi.


-


-


-


-


-


-


-


-


-


Please support dengan meninggalkan LIKE dan KOMEN 💕💕

__ADS_1


Thanks


__ADS_2