Menikahi Bumi Yang Dicintai Langit

Menikahi Bumi Yang Dicintai Langit
Bab 147 EndVer2 MBYDL : 02


__ADS_3

Mohon baca BAB 133 bagi yang belum mengerti 🥰


Cerita Arkan dan Rea SUDAH TAMAT, ini ending versi KEDUA untuk Axel dan jelas SUDAH BERBEDA ALUR CERITA.


-


-


-


-


-


18++


Mereka menidurkan Bening dan Embun ke dalam kamar sesampainya di villa yang disewa Axel. Memeluk kekasihnya yang sedang memandangi kedua anaknya dari belakang, Ax benar-benar merasa bahagia karena ia bisa menghabiskan waktu beberapa hari ini dengan sang pujaan hati.


"Apa kamu tidak mau mandi dulu?" tanya Rea ke Ax yang tengah menciumi pundaknya, laki-laki itu menggeleng.


"Nanti saja," bisiknya manja.


Rea mengusap lengan Ax yang melingkar di pinggangnya, menyandarkan kepalanya ke dada laki-laki itu, dan masih terus berdiri memandangi Embun dan Bening yang tertidur nyenyak.


Terdiam, Rea dan Ax terlihat duduk di tepian ranjang di kamar yang terpisah dari ke dua anaknya. Sedikit grogi, Axel menggenggam erat tangan Rea yang dari tadi terlipat di atas pahanya.


"Aku bukan yang pertama kan?" Tanya Rea yang membuat laki-laki di sampingnya menjadi salah tingkah.


"Berapa wanita yang sudah pernah tidur denganmu?" tanya Rea to the point.


"Perbuatanku yang membuatmu sampai mengandung Embun adalah kali pertama aku melakukan itu." Menunduk, Ax selalu menyesal jika mengingat kebodohannya.


"Ax lihat aku!" Pinta Rea.


Laki-laki itu menurut, memandang gadis yang dicintainya itu dengan tatapan sendu.


"Aku tidak percaya Axel Sky Jordan tidak pernah berhubungan badan dengan gadis lain sebelumnya, jangan bohong! aku berharap dirimu jujur kepadaku meskipun menyakitkan."


Menggeleng seperti anak kecil, " Aku bersumpah, aku memang sering pergi ke klub malam tapi hanya untuk minum, dan saat kamu memintaku berhenti aku benar-benar berhenti, aku tidak pernah ke klub dan minum lagi."


Rea tertawa, membuat Axel mengernyitkan dahinya heran, ia merasa senang saat Rea melingkarkan tangan dan menyandarkan kepala ke lengannya.


"Apa benar?" goda Rea.


"Benar, aku tidak akan berani berbohong kepadamu," Jawab Ax membela diri.


Rea berdiri sambil menggengam erat tangan Ax, gadis itu hanya memutar badannya.


Menatap Rea yang berdiri di hadapannya, Ax meraih pinggang gadis itu, menempelkan kepalanya ke perut Rea.

__ADS_1


"Aku ingin menjadikanmu milikku seutuhnya, bercintalah denganku malam ini," lirih Ax.


"Apa kamu menyiapkan pengaman?" Rea membelai rambut Ax, gelengan kepala dari laki-laki itu membuatnya tertawa.


"Aku memang berencana membuatmu mengandung anakku lagi, agar kamu semakin tidak bisa lari dariku."


Rea menjauhkan tubuh Axel darinya, menatap mata laki-laki itu yang di penuhi api cinta dan hasrat untuk memulai ritual terlarang yang akan mereka lakukan.


Perlahan Rea mendekat, bibir Ax tersenyum, ia menggeser badannya mundur ke arah kepala ranjang, membiarkan Rea naik ke atas tempat tidur berukuran king size itu.


Mereka duduk berhadapan, Rea membelai pipi laki-laki di hadapannya, Axel hanya bisa memejamkan mata, meraih tangan Rea lantas menciumi tangan itu penuh cinta.


"Ini akan menjadi kali kedua kita,"ucap Axel. "Biarkan aku melakukannya pelan-pelan, aku ingin menghapus kenangan buruk saat aku memaksamu, akan aku gantikan dengan kenikmatan yang akan membuatmu candu."


"Buat aku melupakan dunia Ax, bawa aku melayang sampai menyentuh surga itu. " Jawaban Rea membakar gairah Axel.


Perlahan Ax mencium bibir Rea, tangannya mulai bergerak ke dada gadis itu lalu berpindah ke paha mulus dibalik piyama sutra berwarna nude yang Rea kenakan.


"Aku mencintaimu Re, sangat mencintaimu, mintalah apapun kepadaku, karena akan aku berikan semuanya kepadamu."


Ax mengecup dan menyesap dalam leher Rea, membuat gadis itu memejamkan matanya merasakan getaran dari libido yang akan membawanya terbang bersama laki-laki itu.


Kembali mencium bibir Rea, Axel mulai menyingkap piyama gadis itu, matanya penuh nafsu menatap dua bukit milik laki-laki lain yang akan dia jajah sebentar lagi.


Melepaskan pakaiannya, Ax berbaring lalu menarik tubuh Rea untuk ikut berbaring di atasnya. Tangannya merayap ke punggung gadis itu, melepaskan pengait pagar bukit Rea sampai terlepas.


Membalikkan tubuh Rea yang setengah polos, Ax tersenyum melihat wanita yang sangat dicintainya itu tengah menatapnya penuh hasrat, Rea merangkum pipi Ax, perlahan menarik kepala laki-laki itu untuk mendekat ke wajahnya, memberikan ciuman memabukkan yang membuat Ax memejamkan matanya.


Tak perlu waktu lama, Ax menjajah bukit di hadapannya, menyapu dengan lidahnya, membuat gigitan-gigitan di bulatan berwarna merah muda milik Rea yang terlihat menantang.


"Bolehkah?" bisik Ax ke telinga Rea, meminta izin untuk menyatukan tubuh mereka, deru napas mereka sudah saling memburu.


Menganggukkan kepala, Rea sudah terlalu mabuk kepayang. Mengangkat sedikit pinggulnya, gadis itu memejamkan mata saat milik Ax menerobos intinya dengan sekali sentak.


"Argh Re, aku bisa gila," racau Ax sambil menggerakkan pinggangnya.


Mereka melupakan seluruh dunia, apalagi dosa. Yang tersisa hanyalah dua manusia yang saling berusaha memuaskan hasrat satu sama lain.


"Aku mencintaimu Ax," ucap Rea terbata-bata.


Tubuh mereka bermandikan peluh. Jiwa mereka sedang berusaha meneguk kenikmatan sesaat. Wajah Ax memerah, laki-laki itu mengerang panjang dan langsung menarik miliknya keluar, memuntahkan benih-benih yang awalnya dia harap akan menjadi buah cintanya dengan Rea di atas perut gadis itu.


Rea tertawa di bawah tubuh Axel yang menindihnya, meremas lengan laki-laki yang masih berusaha mengatur napas setelah membuatnya terbang melayang.


"Kamu tidak berani iya kan?" goda Rea.


"Aku takut kamu tidak menginginkannya," bisik Axel.


Mendekap tubuh Rea erat, Axel menciumi pucuk rambut gadis itu berulang-ulang dibalik selimut yang menutupi tubuh polos mereka.

__ADS_1


"Ax, apa kamu punya keinginan yang belum tercapai?"


"Ada."


"Apa? katakan padaku!"


"Memilikimu seutuhnya, aku ingin menghabiskan sisa umurku bersamamu." Keinginan yang entah akan tercapai atau tidak yang pasti aku ingin kamu tahu.


"Sebesar apa cintamu padaku?" Rea menjauhkan badan, menatap dalam wajah laki-laki yang baru saja memberi dia kenikmatan.


"Lebih besar dari dunia dan seluruh isinya." mengecup bibir Rea sekilas, Ax lalu tertawa sendiri, "pasti terdengar gombal."


"Hem.., iya. Untung kamu sadar." Membalikkan badan, Rea meraih tangan Ax agar memeluk tubuhnya dari belakang, bibirnya terlihat tersenyum.


"Re, apa boleh kita mengulanginya lagi?" bisik Ax manja.


"Mengulangi apa?"


"Yang baru saja kita lakukan, aku akan mengeluarkannya di dalam jika boleh," goda Ax.


Saat Rea hampir menjawab pertanyaan Axel, suara tangisan Bening terdengar, disusul Embun. Mereka menangis bersahutan.


"Mereka bangun pasti karena lapar. Mereka belum makan malam tadi." Rea bangun dan langsung memakai piyamanya.


"Biarkan aku yang membuatkan susu untuk mereka!" Ax terlihat bersemangat, melompat dan langsung memunguti pakaiannya yang berceceran.


"Cepat papi, kalau tidak kita bisa begadang semalaman," canda Rea.


Ax berjalan mengejar Rea sambil mengenakan bajunya kembali, "Tak masalah jika begadang untuk membuat adik bayi lagi."


"Nakal!" ucap Rea sambil berbalik menatap Axel dengan tatapan menggoda.


_


_


_


_


_


_


_


VOTE


LIKE

__ADS_1


KOMEN


Hujat mereka, jangan Na 🤣🤭


__ADS_2