Menikahi Bumi Yang Dicintai Langit

Menikahi Bumi Yang Dicintai Langit
Rekan : Bab 76


__ADS_3

Satu hari sebelum acara pernikahan yang sudah lama ditunggu-tunggu dua orang insan yang saling mencinta. Kediaman Farhan terlihat sibuk dengan acara siraman dan persiapan pengajian dimalam harinya.


Disela hiruk pikuk orang, Rea hanya bisa menahan rindu sambil berbalas pesan dengan Arkan, sudah seminggu ini mereka menjalani tradisi pingitan.


Namun, sebuah pesan membuat Rea sedikit kecewa, Cindy berkata tidak bisa menghadiri acaranya, tapi Rea juga tidak ingin memaksa karena ia tidak tau apa sebenarnya dilema yang sedang dirasakan temannya itu.


Pesan ledekan dan godaan juga terus muncul di aplikasi group chat dirinya dan para bridesmaid nya. Ivy dan Lisa yang sudah menikah bergantian menggoda Rea soal malam pertama.


"Gue yakin Rea mah ga polos-polos banget, tampang dia tu menipu," goda Lisa.


"Eh Re, hati-hati ga bisa jalan loe ntar habis ena-ena," sambung Ivy.


"Panas dingin," timpal Lisa lagi.


Sementara yang lainnya hanya mengirim emoji tertawa.


"Belum ntar lho ya habis dipompa mlendung deh kayak gue," lanjut Ivy.


"Astaga!" Pekik Rea didunia nyata. Jarinya mengetikkan sebuah pesan balasan ke teman-teman gilanya.


"Rusuh-rusuh, udah ah sampai ketemu besok ya sayang-sayangku," balas Rea.


Gadis itu memilih meletakkan ponselnya dan turun ke lantai bawah, menyapa dan berbincang dengan keluarga besarnya.


❤❤❤❤❤


Pagi harinya Rooftop sebuah hotel bintang lima berubah menjadi sebuah tempat yang akan digunakan sepasang anak manusia untuk mengikat janji suci mereka, nuansa putih kental terasa, deretan kursi tertata rapi untuk para keluarga dengan hiasan bunga-bunga.



Arkan menghela napasnya, menghilangkan rasa grogi yang menyerang dirinya. Laki-laki itu terlihat sangat tampan dengan jas putih yang dia kenakan.


Sementara Rea terus-terusan memegangi dadanya, para bridesmaid berulang kali meyakinkan dirinya untuk tidak perlu merasa cemas.Gadis itu tersenyum, mencoba tenang dengan menghembuskan napas dari mulutnya. Seorang staff wedding organizer membuka pintu memintanya untuk bersiap.


Dengan bridesmaid yang mengiringi langkahnya dari belakang, Rea tersenyum ke arah para keluarga dekat yang berdiri menyambutnya dengan wajah bahagia.


Rea melihat sosok laki-laki yang akan menjadi imamnya berdiri menatap kearahnya. Arkan tersenyum melihat gadis yang seumur hidup dicintainya itu mendekat, dengan kebaya modern dengan nuansa putih dan pink, calon istrinya itu terlihat sederhana namun sangat menawan.


Acara akad dimulai dengan doa dan beberapa sambutan dari pihak keluarga yang dituakan. Rea hampir menangis melihat laki-laki disampingnya menjabat tangan sang ayah. Dengan satu tarikan napas Arkan mengucapkan kalimat akad menjadikan Rea secara sah menjadi istrinya.


Arkan dan Rea menangis haru saat meminta restu kepada orang tua mereka. Ucapan selamat tak henti-hentinya mereka terima dari keluarga.


Elang memeluk adiknya, mengucapkan selamat kemudian berganti memeluk Arkan, membisikkan kalimat ditelinga adik iparnya dengan nada mengancam "Jaga dia, jangan berani-berani loe nyakitin adik gue."


Arkan menganggukkan kepala, membalas tepukan lembut Elang di punggungnya dengan gerakan yang sama.

__ADS_1


Setelah akad beberapa anggota keluarga memilih beristirahat didalam kamar hotel yang sudah disediakan, sementara yang lain ada yang tetap tinggal disana untuk berbincang. Resepsi pernikahan Rea dan Arkan akan diadakan di ballroom hotel yang sama jam tujuh malam.


Rea duduk bersama para bridesmaid nya didalam kamar president suit yang memang dipergunakan untuk dirinya dan keluarga berganti baju dan berdandan.


Kamar itu terlihat sangat berantakan, membuat teman-temannya meledek berkata Rea tidak mungkin bisa menghabiskan malam pertama disana.


Gadis itu tertawa karena dia dan Arkan sudah punya rencana sendiri, setelah berganti baju teman-temannya memilih keluar untuk makan. Sebuah jamuan mewah sudah disiapkan. Rea pun sudah berganti baju dengan dress selutut berwarna biru muda, menunggu sang suami yang tengah bersiap juga.


Arkan keluar dari tempatnya berganti baju. menggunakan kemeja berwarna senada dengan yang dipakai istrinya, ia tersenyum mendekat, merengkuh pinggang Rea lalu menghujaninya dengan ciuman mesra.


"I love you, My wife," bisiknya.


Rea tertawa, membalas bisikan Arkan tak kalah mesra "I love you too, my hubby."


Mereka saling menempelkan hidung , kemudian bergandengan tangan keluar kamar menuju jamuan makan.


❤❤❤❤❤


Saat mendekati waktu resepsi orang-orang terlihat sibuk, Steve terlihat membantu Rea mengenakan gaun model A-line impiannya, gadis itu begitu cantik dengan tatanan rambut yang hanya disanggul sederhana.


Arkan yang sudah berganti dengan setelan jas berwarna biru tua terlihat dibantu anak buah Steve untuk merapikan penampilannya, Arkan terkesima dengan kecantikan Rea, menatap gaun yang dikenakan istrinya. Gaun yang dari awal tidak mau Rea tunjukkan kepadanya.


"Apa itu gaun yang kamu bilang akan menjadi kejutan?" tanya Arkan sambil memakai sepatunya.


"A for you," ucap Rea.


Arkan mendekat dan tertawa, menekuk lengan tangannya untuk digandeng istrinya, mereka bersiap untuk masuk keruangan pesta untuk merasakan menjadi raja dan ratu semalam.


Rea dan Arkan berdiri dipelaminan megah dengan diapit kedua orang tuanya, membalas ucapan terima kasih dari tamu undangan yang memberi selamat. Sesekali mereka berfoto dengan tamu yang datang, lagu Lucky milik Jason Mraz menggema di ballroom sesuai harapan mempelai wanita.


Maya terlihat datang bersama Banyu dan Bumi, Rea berbisik ke gadis berumur tiga belas tahun itu, meminta Bumi bermain piano untuknya.


Bumi dengan senang hati memainkan sebuah lagu membuat seorang cowok seumurannya terpesona, memandang lekat tanpa berkedip kearahnya.


Seperti acara pesta pernikahan pada umumnya, setelah potong kue pengantin selanjutnya adalah melempar bunga, bucket itu jatuh ketangan Mia, gadis itu tertawa bahagia seolah baru mendapat hadiah ratusan juta.


Setelahnya Rea berdansa dengan sang Ayah, ia menyandarkan kepala dipundak kiri laki-laki itu. Farhan berbisik ketelinganya "jadilah istri yang baik dan ibu yang menyayangi anak-anakmu kelak."


Rea mengangguk dipundak Farhan, mendapat ciuman dipipinya dari sang Ayah, kemudian Elang mendekat meminta ijin kepada Farhan ntuk mendapatkan kesempatan yang sama yaitu berdansa dengan ratu malam itu. Farhan tersenyum menyerahkan tangan kiri Rea ke anak laki-lakinya.


Gadis itu menyandarkan kepalanya didada Elang, memeluk pinggang laki-laki yang ia tau sangat sayang dan mencintainya.


"Re, Apa kamu ingat? dulu kita pernah berjanji untuk pergi kembali ke Barcelona bersama," bisik Elang.


"Sepertinya kita bisa kembali kesana dengan membawa pasangan kita masing-masing," lanjutnya.

__ADS_1


Rea berhenti bergerak, melepaskan tangannya yang melingkar dipinggang laki-laki didepannya, ia manatap mata Elang penuh rasa sayang "Ayo kita pergi berempat, aku, kamu, Mas Arkan dan Mba Kinanti."


Elang tersenyum mendengar sang adik menyebut nama kekasihnya dengan imbuhan "Mba", Elang merengkuh kembali tubuh adiknya, mereka sudah hampir berdansa lagi saat seorang pria terlihat mendekat.


"Axel!"


Rea sedikit tak percaya kakak tirinya itu mau datang ke pesta pernikahannya, karena yang ia tahu tadi pagi Axel tidak menghadiri acara akad nikahnya.


"Bolehkah aku berdansa dengan ratu malam ini juga?" ijin Axel ke Elang.


Elang mengangguk, meninggalkan mereka berdua dilantai dansa, Arkan yang sedari tadi tak pernah berpaling memandang istrinya sedikit terkejut dengan kehadiran Axel yang tiba-tiba.


"Terima kasih sudah mau datang," bisik Rea.


Axel hanya terdiam tak menjawab pertanyaan dari adik tirinya, sambil terus berdansa ia meletakkan dagunya dipucuk kepala Rea.


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


Terima kasih untuk semua yang udah mau mampir , Na minta tinggalkan jejak Like ❤ dan Vote ⭐⭐⭐⭐⭐


I Luph you

__ADS_1


__ADS_2