Menikahi Bumi Yang Dicintai Langit

Menikahi Bumi Yang Dicintai Langit
Rekan : Bab 55


__ADS_3

Minggu pagi, diluar sebuah stadion orang-orang berkumpul untuk menikmati hari libur mereka dengan berolah raga, beberapa memilih berlari ada juga yang bersepeda, yang pasti wajah mereka terlihat sangat bahagia, karena bisa menghabiskan waktu bersama orang terkasih dan keluarga.


Begitu juga dengan pasangan yang sedang dimabuk asmara yang kurang lebih lima bulan lagi akan menjadi pasangan selamanya, Rea dan Arkan duduk sambil berbagi air mineral setelah lelah berolah raga . Sesekali mereka bertegur sapa dengan teman yang tanpa sengaja mereka temui disana, tentu sambil bercerita bahwa sebentar lagi mereka akan menikah dan meminta temannya untuk bisa hadir memberi restu kepada mereka jika ada waktu.


Setelah merasa tidak ada lagi yang bisa mereka lakukan disana, Rea dan Arkan pergi ke rumah Lidia, sekarang wanita itu tinggal bersama suaminya, tapi terkadang Lidia juga masih pulang kerumahnya sendiri jika suaminya keluar kota, ibunda Rea itu sempat mengutarakan niatnya untuk menjual rumahnya saat acara pengajian empat bulanannya kemarin, dia merasa sudah pernah ada malapetaka menimpa keluarganya dirumah itu, jadi Ia berniat menjualnya saja lagipula ia sedang hamil dan merasa lelah jika harus mengurusi dua rumah.


❤❤❤❤


Saat acara pengajian beberapa hari yang lalu


Setelah para tamu pulang, Lidia duduk diruang keluarga bersama Rea, sementara semua laki-laki sedang membantu membereskan ruangan bekas tempat acara.


Rea mengusap perut mamanya, kemudian bertanya apa ibundanya sudah tau jenis kelamin adiknya, wanita itu menggeleng, Ia berencana menanyakan pada dokter kandungannya saat melakukan pemeriksaan lagi bulan depan.


Rea kemudian menceritakan bahwa Kinanti sekarang menjadi dokter kandungan, dan merekomendasikan temannya itu ke mamanya, wanita itu bilang boleh juga kapan-kapan periksa kesana.


Lidia kemudian bercerita ingin menjual rumahnya karena dia sekarang lebih sering tinggal dirumah Jordan, tapi terlebih dahulu wanita itu menawarkan rumah itu ke anak gadisnya siapa tau Rea mau menempati rumah itu. Terang saja gadis itu menolak, dia sudah memiliki apartemen sendiri dan Arkan juga sudah membeli rumah untuk mereka tempati setelah menikah besok, jadi Rea menyarankan mamanya untuk mengontrakkan rumahnya dulu, karena dia yakin beberapa tahun lagi harga rumah itu akan naik berkali lipat.


Lidia berkata akan mempertimbangkan saran Rea, lalu Ia bertanya apa yang ingin anaknya minta sebagai hadiah pernikahannya besok, dengan sombong gadis itu menjawab tidak perlu apa-apa karena sudah memiliki semuanya.


Lidia gemas mendengar jawaban anaknya kemudian mencubit lengan tangan Rea.


❤❤❤❤❤


Rea turun ke ruang keluarga setelah selesai mandi, bahkan dirumah papa tirinya ia sudah diberi kamar juga. Lidia tadi berkata ingin mengajak Rea dan calon menantunya untuk pergi jalan-jalan, sementara menunggu mama dan calon suaminya yang sedang mandi, Rea memilih membuka ponselnya, melihat pesan dari Steve yang bertanya kapan dia akan pergi kebutiknya untuk fitting baju bersama dengan Arkan.


Gadis itu tengah sibuk berbalas pesan dengan Steve saat papa dan kakak tirinya masuk sehabis bermain tennis, Rea berdiri kemudian mencium punggung tangan Jordan, laki-laki itu kemudian masuk ke kamarnya, sementara Axel masih berdiri didekat Rea sambil mengulurkan tangannya.


"Aku kan Abangmu," ucapnya.


Rea mencebik, kemudian menerima uluran tangan dari Axel, mencium punggung tangan laki-laki itu, Axel tertawa kemudian mengusap ujung kepala Rea berjalan menaiki anak tangga, seulas senyum tersungging dari bibirnya.

__ADS_1


Setelah semua orang selesai mandi, Jordan yang mendengar rencana istrinya untuk pergi jalan-jalan memilih mengajak mereka pergi ke villa miliknya yang ada diluar kota, hanya membutuhkan waktu dua jam untuk sampai ke villa itu. Mereka semua setuju lalu pergi menggunakan sebuah mobil van beserta sopirnya. Sepanjang perjalanan Rea mengobrol dengan mamanya, sementara para pria sibuk membicarakan tentang bisnis mereka.


Rea agak sedikit terkejut dan kagum saat Arkan tiba-tiba bercerita dan meminta masukan kepada calon papa tirinya tentang bisnis yang akan dia rintis, Jordan memberikan saran kepada calon menantunya itu untuk melakukan analisis jangka panjang terlebih dahulu, laki-laki itu memuji keberanian Arkan yang ingin memulai mendirikan perusahaan sendiri diusianya yang tergolong masih muda.


"Dalam segala hal yang paling penting harus berani memulai, itu juga berlaku ketika kita ingin mulai berbisnis, yang perlu diingat adalah usahakan semuanya sudah siap sejak langkah pertama kita, jadi meskipun ditengah jalan nanti ada kendala kita sudah punya langkah lain," ucap Jordan.


"Kamu harus menyiapkan problem solving, dan rencana cadangan diawal setiap kali akan mengambil sebuah keputusan," imbuh Axel.


Arkan terlihat meresapi semua nasihat yang Jordan berikan, begitu juga kalimat dari Axel, ia mengucapkan terima kasih kepada dia orang yang sebentar lagi menjadi keluarganya itu.


Setelah dua jam perjalanan mereka sampai ke villa milik Jordan, udara sejuk terasa disana apalagi pemandangan hijau terhampar didepan mata, villa itu ternyata dikelilingi oleh perkebunan teh. Seorang penjaga villa mendekat dan menanyakan apa yang mereka butuhkan, Jordan meminta untuk disiapkan makanan dan minuman.


Jordan, Lidia dan Axel duduk dikursi dihalaman depan villa sementara pasangan kekasih itu sudah berjalan-jalan mengelilingi kebun teh dan sesekali berfoto bersama.


"Sayang, ayo besok kita lakukan foto pre wedding disini," ucap Rea sambil memandangi foto mereka di ponsel milik Arkan.


Laki-laki itu tersenyum kemudian mendekat melihat foto yang sedang dilihat kekasihnya.


"Boleh, terserah kamu saja," jawab Arkan sambil memeluk tubuh kekasihnya dari belakang. Mereka kemudian bergandengan tangan menyusuri perkebunan teh, menikmati suasana menyegarkan yang tidak setiap hari bisa mereka dapat.


" Ax, Apa kamu masih belum punya kekasih?"


Axel agak kaget dengan pertanyaan papanya, dengan secepat kilat dia menjawab pertanyaan laki-laki itu agar tidak mencoba merencanakan hal-hal yang tidak Ia inginkan lagi.


"Aku sudah menyukai seorang gadis, tapi sayangnya dia sebentar lagi akan menikah, jadi aku sedang patah hati Pa, jadi jangan coba-coba menjodohkan aku lagi," ucapnya.


"Siapa gadis itu?" tanya Jordan penasaran.


Axel terdiam kemudian menunjuk dengan matanya ke arah depan villa yang hanya dikelilingi tanaman sebagai pagarnya setinggi badan, terlihat Rea sedang tertawa sambil melingkarkan tangannya dilengan Arkan berjalan kembali ke villa.


"Rea?" ucap Jordan dan Lidia hampir bersamaan.

__ADS_1


Axel hanya ber "hem" kemudian menyandarkan punggungnya dikursi yang dia duduki.


Jordan dan Lidia benar-benar terkejut dan seketika menyembunyikan ekspresi wajah mereka agar tidak disadari oleh Arkan dan Rea yang sudah mendekat ke arah mereka.


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


Terima kasih sudah membaca jangan lupa Tinggalkan LIKE 👍 KOMEN 💋 FAVORITE ❤


FYI Aku udah nulis tiga cerita guys, jadi kalau sempat mampir kesemua tulisan aku ya.


☁ MENCARI LANGIT BIRU


☁ REKAN : MENIKAHI BUMI YANG DICINTAI LANGIT

__ADS_1


☁ YOUR DREAM


Thanks a Ton


__ADS_2