
WARNING ⚠
18+ untuk yang under age skip please
-
-
-
Masih dalam posisi berdiri dan bibir saling berpagutan, tangan Arkan mulai melepas ikatan kimono Rea, menyibak piyama itu dari tubuh istrinya membiarkannya jatuh ke lantai begitu saja. Arkan mendorong dengan lembut lalu menjatuhkan tubuh Rea kekasur, terlihat gadis itu tersenyum menatapnya yang tengah berdiri membuka kaus yang dia kenakan, tangannya mulai menelusup masuk menyentuh pinggang dan perut Rea, ciuman dan hembusan napasanya ditelinga membuat gadis itu menggeliat sambil menggigit bagian bawah bibirnya.
Arkan bertumpu pada lututnya, masih menciumi setiap inci tubuh istrinya sesekali memberikan kecupan kasar yang meninggalkan jejak kemerahan dikulit putih Rea, tidak berhenti disana tangannya mulai membuka tali lingerie dipundak gadis yang pipinya sudah terlihat merona merah itu, membuka penutup dada milik gadis pujaannya.
Mata laki-laki itu menunjukkan sorot memuja mendapati dua buah bulatan merah muda didada Rea, tanpa menunggu aba-aba bibirnya langsung berlari menciumi dan menggigit kecil disana, menyapu dengan lidahnya berulang kali, desahan dari mulut sang istri membuat napsunya semakin membuncah.
Arkan membuka penutup terakhir yang melekat dibadannya, dengan lembut meregangkan paha Rea membuka benteng pertahanan terakhir milik gadis yang sudah sah menjadi istrinya itu, tangannya terlihat melemparkan benda berbentuk segitiga berwarna ungu muda ke lantai, Arkan mengarahkan adiknya untuk mencoba menerobos masuk kesurga dunianya, rintihan gadis dibawahnya malah membuat dia semakin bernapsu.
"its oke honey, I’ll make it slow” ucapnya sambil mengusap pipi Rea.
Gadis itu hanya bisa menganggukan kepala sambil masih menggigit bibir bawahnya, saat Arkan mencoba lagi ia semakin terlihat kesakitan, gadis itu melentingkan pinggulnya dan sedikit mendorong dada suaminya kebelakang, tapi dengan sigap tangan Arkan meletakkan tangan itu untuk melingkar ke pinggangnya.
Dia mengecup bibir istrinya lembut, beberapa kali mencoba memasukkan adiknya kedalam rumah tapi gagal, sesekali mereka sama-sama tertawa geli.
"Are you oke?" tanya Rea sambil tersenyum menahan sedikit rasa perih dibagian intinya , ia menatap wajah suaminya yang makin terlihat seksi saat menahan syahwatya.
"I am oke, here we go." dan dengan sedikit hentakan kasar ia berhasil membuat adiknya menerobos masuk, senyum dibibir gadis itu seketika hilang berganti dengan suara rintihan tertahan, Arkan melenguh merasakan hangat dari sarang yang memcengkeram miliknya, ia mulai menggerakkan pinggulnya secara lembut dan berlahan, istrinya mendesah membuat napsunya makin tidak terkendali.
__ADS_1
"Ahh......You're mine, kamu milikku sayang," racaunya sambil menikmati apa yang sedang dia lakukan ke tubuh istrinya.
Mereka mendesah bergantian, Rea sudah sangat menikmati apa yang sedang suaminya lakukan ke tubuhnya, sesekali dia melenguh, meremas dan mencakar baik tengkuk maupun punggung Arkan, tubuhnya menggelinjang saat merasakan klimaks dari perbuatan suaminya.
Rea meremas sprei ranjangnya dan dengan pasrah membiarkan Arkan menikmati tubuhnya, Ia sadar pujaan hatinya itu belum mencapai surganya, Rea memejamkan matanya merasakan sensasi sakit tapi enak di bagian bawah tubuhnya, berkali-kali suara lenguhan keluar dari mulutnya, sampai dimana keringat sudah membanjiri seluruh tubuh mereka, tapi Arkan masih belum mencapai klimaks dari perbuatannya.
Arkan membuat gerakan lebih cepat hingga sampailah dia dimana seluruh tubuhnya menegang, laki-laki itu mendesah panjang bersamaan dengan sang istri yang menggelinjang untuk kedua kalinya sambil menarik belakang rambutnya, gadis itu merasakan cairan hangat mengalir masuk kedalam tubuhnya.
Tanpa melepaskan penyatuan Arkan memeluk Rea yang masih berada dibawahnya, berharap cairan yang dia keluarkan bisa segera menjadi buah cinta mereka. Kedua mahkluk yang sedang mabuk cinta itu masih saling menatap tanpa bisa mengeluarkan kata-kata, hanya sorot mata mereka yang berbicara bahwa mereka berdua saling mendamba dan mencinta.
Dengan wajah lelah tapi bahagia dan tubuh basah bermandikan peluh, Arkan merebahkan diri di samping Rea yang terlihat sudah tak bertenaga, mereka tersenyum bahagia kemudian gadis itu menutupi seluruh badannya dengan selimut sampai ke bagian wajahnya, Arkan mencoba menarik selimut ingin melihat wajah kuyu istrinya setelah bergulat dengannya, tapi Rea menggelengkan kepala dibawah sana sambil memegang erat selimut yang membelit tubuhnya, ia lalu berbicara dari balik selimut yang membungkus tubuh polosnya.
"Aku malu."
"Kenapa malu? aku sudah melihat semuanya."
"Aku mencintaimu," ucapnya lirih.
Arkan tersenyum mendengar apa yang diucapkan Rea, menggeser badannya sedikit menjauh dari wajah istrinya yang menempel di dadanya, menatap wajah gadis itu penuh cinta.
"kamu bilang apa? Aku tidak dengar," godanya.
Rea mendongakkan kepalanya, menatap wajah tampan suaminya penuh cinta.
"Aku mencintaimu, aku sangat mencintaimu." Ulangnya sambil membuat lengkungan manis di bibirnya.
“Aku juga sangat mencintaimu,” ucap Arkan sambil mencium lembut kening dan merengkuh tubuh istrinya.
__ADS_1
Laki-laki itu memejamkan mata seperti yang dilakukan Rea, tapi tiba-tiba ia merasakan gairahnya terbakar, adiknya mulai menegang kembali saat dadanya merasakan benda kenyal milik istrinya menyentuh permukaan kulitnya.
“Lagi ya,” bisiknya ke telinga Rea.
“Lagi?” gadis itu melebarkan manik matanya.
“Aku kan sudah bilang, kamu harus siap meladeniku untuk urusan ini,” ucap Arkan “kamu sudah menyiksaku selama ini, jadi ini adalah pembalasan untukmu,” laki-laki itu tertawa nakal sambil melonjak keatas tubuh istrinya.
“Kata Ivy besok aku tidak akan bisa jalan setelah melakukan ini, apa kamu tega?”
Arkan tertawa mendengar ucapan dan mimik wajah memelas istrinya.
“Apa kamu tidak mau lagi?” Arkan sudah menciumi ceruk leher Rea membuat gadis itu menggeliat geli.
"Jawab sayang kenapa diam? apa kamu benar tidak mau lagi?" ucapnya menggoda sambil menggigit lembut cuping telinga istrinya.
“Aku milikmu,” Jawab Rea sambil menahan lenguhan dari bibirnya, pipi gadis itu bersemu merah lagi.
Arkan menyibakkan selimut sampai jatuh teronggok ke lantai untuk mengulangi sesi bercinta mereka diatas sana, bahkan setelah sesi kedua selesai dan berniat membersihkan diri, kedua mahkluk yang sedang dimabuk asmara itu mengulangi perbuatan mereka. Rea dan Arkan bercumbu dan melakukan sesi ketiga dengan posisi berdiri dibawah guyuran shower kamar mandi.
“Sakit, tapi entah kenapa aku tidak ingin berhenti melakukannya denganmu,” bisik Rea ketelinga suaminya, yang sedang menggendong dirinya dalam posisi saling berhadapan.
“Ayo kita ulangi sampai pagi,” ucap Arkan.
Rea tersenyum kedua kakinya mencengkeram pinggang Arkan tangannya melingkar dileher laki-laki itu, bibirnya mulai melahap bibir suaminya yang tengah berjalan menggendong dirinya menuju kloset yang tertutup untuk mengulangi sesi keempat mereka disana dengan posisi Rea yang berada diatas tubuh Arkan.
Sungguh malam yang panjang dan menggairahkan.
__ADS_1