Menikahi Bumi Yang Dicintai Langit

Menikahi Bumi Yang Dicintai Langit
Rekan : Bab 63


__ADS_3

Rea dipindahkan ke kamar inap biasa dengan alat bantu pernapasan yang terpasang untuk membantu pasokan oksigen ke paru-paru nya, alat kontrol detak jantungpun terpasang pada tubuhnya, Dokter bilang Rea mengalami anafilaksis yang cukup parah, semua orang tak henti-hentinya berdoa agar gadis itu cepat sadar.


Arkan masuk ke kamar rawat Rea, Lidia duduk di samping ranjang tempat anaknya berbaring, menangis sambil mengusap lembut tangan Rea yang diinfus.


Arkan sama sekali tidak berani mendekat, hanya berdiri didekat pintu, Elang masuk kedalam melihat Arkan yang berdiri terpaku masih menggunakan baju pengantinnya.


"Sebaiknya kamu pulang, biar aku yang menjaga Rea," ucapnya.


Pintu kamar terlihat terdorong dengan kasar, Axel dengan napas memburu masuk kedalam mendekat ke arah Lidia memandang Rea yang terlihat pucat tak sadarkan diri, tangannya memegang pundak Lidia, Wanita itu menangis terisak dipelukan Axel.


“Sepertinya kita berdua tidak perlu berada disini,” ucap Arkan sambil berjalan gontai keluar dari kamar.


Jordan masuk kedalam, melihat Elang yang duduk di sofa kemudian menyalaminya, ia lalu berjalan mendekat ke arah istrinya.


“Sebaiknya kita pulang, kamu harus istirahat,” bujuknya.


“Benar, mama pulang saja aku yang akan menemani Rea,” Axel melirik ke arah Elang “bersama dia."


Lidia menatap Elang yang mengiyakan ucapan Axel dengan anggukan kepala.


Akhirnya Lidia pulang bersama suaminya dan berpesan untuk terus dikabari perkembangan keadaan Rea.


❤❤❤❤❤


Axel duduk disofa menatap Elang yang tengah berdiri disamping ranjang Rea, laki-laki itu terlihat memegang tangan adiknya.


“Sepertinya bukan hanya aku saja saingan Arkan, kamu juga menyukai Rea kan? Aku tau kamu kakaknya tapi sorot matamu saat melihat dia benar-benar membuat orang lain dengan jelas bisa menebaknya.”


“Menebak apa?” tanya Elang sambil memalingkan muka menatap Axel.


“Kamu mencintai Rea, bukan sekedar cinta antara kakak dan adik tapi seorang pria ke wanita, bahkan kamu rela berkorban nyawa demi dia.”


Elang sejenak terdiam mendegar ucapan laki-laki yang umurnya tak jauh berbeda dengannya itu.


“Jika tau Arkan akan melukainya sampai seperti ini, aku pasti sudah mengajak dia pergi kabur keluar negeri sebelumnya.”


“Apa maksudmu?” tanya Axel penasaran.


“Apa kamu tidak tau? gadis ini pernah berkata mencintaiku dan seperti yang kamu bilang orang-orang juga sudah tau kalau aku mencintainya lebih dari kakak ke adik.”


Sontak Axel kaget, pria itu mengakkan punggungnya yang sedari tadi Ia sandarkan ke sofa.

__ADS_1


“Jangan berani coba-coba, karena aku akan jadi orang pertama yang akan membunuhmu kalau kamu sampai berbuat itu,” ancam Axel.


Elang hanya tersenyum melihat Axel yang langsung emosi mendengar ucapannya.


“Buatku kebahagian Rea adalah yang paling utama, apa yang dia inginkan akan selalu menjadi prioritasku, meskipun menyakitkan,” Elang mencium tangan gadis itu.


“Jangan melakukan itu didepanku, kamu pikir aku tidak cemburu?” ucap Axel kesal.


Ketukan dari arah pintu membuyarkan percakapan mereka, seorang perawat datang untuk memeriksa suhu badan dan tekanan darah Rea. Mereka hanya terdiam melihat Rea yang sama sekali tidak bergerak meskipun perawat menggerakkan beberapa bagian tubuhnya.


❤❤❤❤❤


Dikediaman Andi


Arkan terlihat duduk diujung ranjangnya seusai mandi, tatapan matanya terlihat kosong, dia bahagia karena gagal menikah dengan Selena tapi dia juga sangat sedih memikirkan pujaan hatinya yang sedang tergolek tak sadarkan diri dirumah sakit.


Andi dan Laras masuk ke kamar anaknya tanpa mengetuk pintu.


“Papa akan melaporkan Selena ke polisi, perbuatannya sama sekali tidak lucu apalagi sudah ada bukti kuat, papa akan pastikan menyeret semua orang yang terlibat dalam kebohongan yang dia buat," ucap Andi.


Laras memilih duduk disamping Arkan menepuk pundak anaknya lembut.


Laras memeluk anaknya dan berucap lembut “Anggap saja ini ujian cinta kalian, jangan terlalu menyalahkan diri sendiri.”


“Rea udah benar-benar membenci aku, apalagi ayah dan mamanya,” ucap Arkan lirih.


“Mereka tau kamu melakukan ini juga demi Rea,” hibur Laras.


“Bagaimana kalau Rea sampai tidak bangun? Aku harus gimana ma? dokter bilang dia menelan banyak yang seharusnya tidak boleh dia telan,” Arkan menangis terisak.


Laras juga ikut meneteskan air mata, sementara Andi memilih keluar dari kamar anak sulungnya itu.


“Aku juga tidak tau apakah Rea bisa memaafkan kesalahanku?”


“Kalau dia benar sangat mencintaimu dia pasti akan memaafkanmu Ar, kita doakan saja agar dia cepat sadar,” bisik Laras sambil menepuk punggung anaknya.


❤❤❤❤❤


Dirumah sakit Elang memperlihatkan Video kebohongan selena kepada Axel , laki-laki itu terlihat sangat marah.


“Sumpah gadis ini benar-benar tidak tau diri, untung aku tidak jadi menikah dengannya,” ucap Axel kesal.

__ADS_1


“Apa kamu kenal dengan gadis ini?”


“Bagaimana mungkin tidak kenal, kami pernah hampir menikah.”


“Jadi gadis ini sudah gagal menikah dua kali?” tanya Elang sedikit tak percaya.


“Saat akan menikah denganku dia memilih kabur, sekarang dia kena karma atas perbuatannya ditinggal kabur dihari pernikahannya” Axel tersenyum jahat “aku tidak tau ternyata dulu dia kabur karena mencintai Arkan, aku harus berterima kasih kepada laki-laki itu,” lanjutnya.


Dua laki-laki itu menjaga Rea secara bergantian sampai pagi, Arkan datang membesuk bersama mamanya, melihat dua laki-laki yang setia menunggui kekasihnya hatinya sedikit cemburu.


“Kalian pulanglah biar tante sama Arkan yang bergantian menjaga Rea, Lidia juga berkata sudah hampir sampai kesini, ”ucap Laras melihat Axel dan Elang yang terlihat berantakan karena mungkin tidak cukup tidur semalaman.


“Aku akan pulang istirahat sebentar, nanti aku akan kesini lagi tante,” ucap Elang kemudian berpamitan.


Axel terlihat mendekati ranjang Rea, membenarkan selimut gadis itu sebelum pamit pulang. Arkan menatap dengan pandangan tidak suka, tapi dalam kondisi seperti sekarang memperlihatkan rasa cemburu pasti malah membuatnya terlihat sangat kekanak-kanakan.


Laras duduk disofa, menatap Arkan yang memandangi Rea dari tadi, tangannya terlihat menggenggam tangan gadis itu.


❤❤❤❤❤


"Aku tidak menyangka kamu akan melakukan hal seperti ini, aku benar-benar menyesal mengambil keputusan gegabah yang membuatmu bertindak sejauh ini, tapi kamu tau kan Re, aku melakukan ini semata-mata karena takut kamu terluka, maaf aku memang bodoh, aku salah, aku mohon cepat bangun Re lalu kamu bisa melakukan apapun yang kamu mau untuk membalasku, bahkan jika kamu memintaku untuk pergi dari hidupmu, aku akan melakukannya," bisik Arkan.


-


-


-


-


-


-


-


-


Anafilaksis : Suatu reaksi alergi yang parah dan berpotensi mengancam nyawa.


Reaksi dapat terjadi dalam hitungan detik atau menit sejak terpapar alergen.

__ADS_1


__ADS_2