Menikahi Bumi Yang Dicintai Langit

Menikahi Bumi Yang Dicintai Langit
Rekan : Bab 69


__ADS_3

Arkan dan Rea terlihat saling berpegangan tangan seperti remaja usia belasan tahun yang kepergok orang tua mereka tengah berpacaran. Mata Farhan melirik secara bergantian kearah mereka. Bukan tanpa alasan mereka berada disana, Farhan yang mengancam tidak akan merestui hubungan mereka setelah Arkan membuat kecewa hati anak gadisnya membuat Rea harus memohon kepada ayahnya itu.


Rea sudah selesai dengan penjelasannya begitu juga Arkan, tapi Farhan masih terdiam. Rea tahu betul bagaimana watak sang ayah untuk itu dia memasang jurus muka memelas agar hati laki-laki itu luluh.


Farhan berdiri dari kursinya membuat pasangan itu mendongak kaget, bahkan Arkan ikut berdiri sambil masih menggenggam tangan kekasihnya.


"Ayah tidak bisa apa-apa kalau kalian begitu saling mencintai."


Arkan dan Rea terlihat tersenyum lega mendengar kalimat yang keluar dari bibir Farhan.


"Tapi jika kamu menyakiti Rea untuk kedua kalinya om akan benar-benar tidak akan membiarkan kalian bersama lagi," ucap Farhan sambil menepuk pundak calon menantunya.


Farhan pergi dari sana, Arkan menunduk menatap Rea yang masih duduk disofa. Jelas mereka merasa bahagia, bahkan gadis itu sampai meloncat dari sofa berdiri dan langsung memeluk kekasihnya.


❤❤❤❤❤


Setelah meminta restu dari rumah ayahnya mereka memutuskan untuk pergi ke butik Steve, melakukan apa yang tertunda beberapa minggu yang lalu yaitu fitting baju pengantin bersama, tapi entah kenapa Rea tiba-tiba berubah pikiran soal baju yang akan dia coba.


"Aku tidak akan memakai gaun yang akan aku pakai saat resepsi pernikahan kita, aku akan mencoba gaun untuk foto prewedding kita saja."


"Kenapa?"


"Tidak apa-apa, aku hanya ingin gaun itu menjadi kejutan untukmu," ucap Rea sambil tersenyum, Arkan yang gemas mencubit pipi gadis itu kemudian menggenggam tangan Rea.


Didalam salah satu bilik ruang ganti butik milik Steve, Rea menatap pantulan dirinya sendiri dicermin, ia tersenyum mengenakan sebuah gaun yang akan digunakannya untuk foto prewedding bersama laki-laki yang dicintainya, gaun berwarna putih tulang berbentuk ball gown dengan detail batu swarovski itu membuat dirinya terlihat sangat menawan, ia lalu melepaskan ikatan rambutnya.


Seorang anak buah Steve masuk kedalam kemudian membantu gadis itu untuk keluar, Arkan sedang sibuk membenarkan kancing jas dipergelangan tangannya saat melihat pujaan hatinya keluar dari ruang ganti, mereka saling melempar senyum melalui kaca dihadapan Arkan.

__ADS_1


Laki-laki itu menoleh ke arah gadis yang sangat dicintainya mereka berjalan mendekat satu sama lain lalu hanya terdiam saling melempar pandang saat benar-benar berhadapan.


Arkan tak henti-hentinya tersenyum kemudian merengkuh gadis itu kedalam pelukannya, mata laki-laki itu terlihat berkaca-kaca.


"Kenapa kamu bisa begitu cantik, ha?" bisiknya ditelinga Rea.


Rea tersenyum mendengar pujian dari laki-laki yang sangat dicintainya itu, melingkarkan lengannya itu pinggang Arkan menyalurkan perasaan cintanya yang begitu dalam.


"Aku tidak bisa untuk tidak jatuh cinta padamu Re, baik dulu, sekarang atau besok, bahkan mungkin jika aku dilahirkan lagi kedunia, aku akan tetap jatuh cinta kepadamu," bisik Arkan.


Mereka melepaskan pelukan satu sama lain. Pelukan yang membuat orang yang berada disana menjadi ikut terbawa perasaan, keduanya lalu berdiri bersisian menatap ke cermin.


Arkan menekuk lengan tangannya, menatap ke arah calon istrinya yang secara otomatis melingkarkan tangannya disana. Rea menyandarkan kepalanya dipundak Arkan masih dengan menatap cermin dihadapannya.


"Sepertinya aku akan meminta secara khusus band di acara resepsi kita untuk menyanyikan lagu lucky milik jason mraz," ucapnya.


"Karena aku beruntung jatuh cinta dengan sahabatku," ucap Rea.


Arkan tersenyum kemudian membelai pipi gadis itu.


Ditengah proses fitting baju yang dipenuhi suasana romantis itu tiba-tiba terdengar suara lemparan sebuah benda, sontak mereka dan dua orang pelayan butik kaget, Rea tidak merasa penasaran dan sama sekali tidak ingin tau apa yang terjadi, tapi tiba-tiba ia melihat wanita yang dia kenal sedang marah, menangis dan meracau.


Masih dengan memakai gaun yang ia kenakan Rea berjalan mendekat memegang lengan Celine yang terlihat begitu emosi, gadis itu makin terkejut saat melihat teman lamanya sedang berada disana dengan Bara , suami Celine.


"Cindy," ucap Rea.


Arkan yang sudah melepas jasnya ikut mendekat dan tekejut mendengar Rea mengucapkan sebuah nama yang dia tau adalah sahabat kekasihnya saat di SMA.

__ADS_1


Cindy juga tak kalah terkejut, gadis itu sedang berdiri dibelakang Bara seperti mencari perlindungan, berbisik lirih " Rea."


Celine yang terbakar amarah melotot kearah Rea " Apa kamu kenal gadis itu? apa perebut suamiku itu temanmu?"


Jelas saja Rea terkejut mendengar apa yang dikatakan Celine, benar ia mengenal Cindy, gadis itu adalah temannya saat SMA, tapi mereka bahkan tidak berkomunikasi lebih dari tujuh tahun, dan apa yang baru saja diucapkan Celine membuat Rea semakin kaget, ia teringat dimana beberapa hari yang lalu melihat gadis yang mirip dengan temannya itu bersama Bara di komplek perumahannya, ia tidak menyangka bahwa gadis itu benar-benar Cindy.


Celine meronta melepaskan tanggannya dari genggaman Rea, mengayunkan tasnya untuk memukul Cindy yang berlindung dibelakang suaminya.


Suasana makin kacau, Celine benar-benar diluar kendali, Rea yang masih memakai gaun berbentuk ball gown kesulitan untuk menahan temannya, Arkan mendekat berusaha memisahkan karena wanita itu juga memukuli suaminya secara membabi-buta.


Bara terlihat memegang tangan istrinya meminta Celine untuk tenang, wanita itu benar-benar sangat kacau dan tiba-tiba saja Celine jatuh pingsan.


Rea mendekat kemudian meminta mereka untuk segera membawa wanita itu kerumah sakit. Bara tercengang mendengar kalimat yang diucapkan Rea.


"Celine sedang mengandung anak kalian, apa kamu tidak tau?"


Ucapannya membuat Bara membelalakkan matanya, Cindy juga terlihat terkejut mendengar kalimat yang baru saja Rea ucapkan. Laki-laki itu mengangkat tubuh istrinya keluar dari butik Steve dan membawanya dengan tergesa.


Rea terdiam menatap pintu butik yang masih belum tertutup sempurna, lalu berpaling ke arah Cindy yang sedang terlihat bingung dan salah tingkah dimatanya. Arkan memilih pergi meninggalkan kedua gadis itu untuk mengganti bajunya.


"Apa kabar Sin?" ucap Rea saat mereka hanya berdua.


Gadis itu terdiam sambil menunduk kemudian menangis terisak. Rea bingung apa yang harus dia lakukan, lama ia berpikir sampai memutuskan untuk memeluk teman masa remajanya itu, menepuk punggung Cindy lembut seperti yang pernah gadis itu lakukan saat dia menangis dulu.


"Semua akan baik-baik saja, kamu bisa bercerita setelah merasa tenang," bisik Rea.


Mendengar kalimat Rea gadis itu malah semakin terisak.

__ADS_1


__ADS_2