Menikahi Bumi Yang Dicintai Langit

Menikahi Bumi Yang Dicintai Langit
Rekan : Bab 58


__ADS_3

Semua keluarga masih sibuk dan berusaha mencari pengacara untuk Rea, sementara itu Elang dan Farhan yang sedang pergi keluar negeri sama sekali tidak bisa dihubungi.


Arkan kembali mendatangi Selena, sekarang dia ingin melakukan pendekatan secara baik-baik kepada gadis itu agar mau mencabut tuntutannya.


"Aku mohon cabut tuntutanmu dan aku akan melakukan apapun yang kamu mau," bujuk Arkan.


"Apapun?" gadis itu terlihat sedikit senang mendengar kalimat yang diucapkan Arkan.


"Iya."


"Bagaimana kalau aku ingin kamu menikahiku?"


Sontak Arkan membelalakkan matanya.


"Jangan gila, aku tidak mungkin melakukan itu."


"Kalau begitu jangan harap aku akan mencabut tuntutanku ke gadis itu," Selena menggertakkan giginya kemudian memalingkan mukanya.


"Apa tidak ada hal yang lain yang kamu inginkan?" tanya Arkan lagi, dia sudah merasa frustrasi.


"Tidak, yang aku mau adalah dirimu."


"Kamu benar-benar wanita jahat, mana mungkin aku sudi menikah denganmu?"


Arkan menarik Selena bangun dari tempat tidurnya, dia tidak pernah bersikap kasar kepada seorang wanita tapi kali ini dia benar-benar geram, selena sedikit terkejut karena Arkan begitu kasar padanya, laki-laki itu menarik selena untuk berdiri dari ranjangnya, tapi gadis itu terkulai kemudian menangis sambil berteriak-teriak.


"Aku tidak bisa berdiri Ar ,kamu tau aku lumpuh," jeritnya.


Sang mama mendengar teriakan anaknya kemudian masuk sambil memukul Arkan yang terlihat berdiri mematung menatap ke arah Selena yang terduduk dilantai, bu gubernur membantu anaknya berdiri kemudian mencoba mendudukkan Selena di sofa.


"Kamu benar-benar laki-laki tak berperasaan, lihat anakku! sekarang dia menjadi seperti ini, gadis itu sudah merusak masa depan anakku, aku akan memastikan gadis itu menderita didalam penjara," ancam wanita itu didepan muka Arkan.


Arkan hanya bisa terdiam tak habis pikir drama apa yang sedang terjadi didepannya, dering ponselnya membuat ia tersadar , Axel memberi kabar bahwa Rea pingsan dan tengah dilarikan kerumah sakit karena kepalanya terbentur tembok sel penjara.


"Bagaimana isi bisa terjadi Ax?" tanya Arkan cemas mendapati kekasihnya tak sadarkan diri.


Polisi ternyata masih tidak memisah selnya dengan tahanan wanita yang bertengkar dengannya kemarin.


"Jadi ini perbuatan tahanan wanita itu lagi?" tanya Arkan kesal.


"Iya, tenang saja aku akan menuntut wanita itu," ucap Axel menenangkan Arkan.


Arkan menatap Rea yang masih tak sadarkan diri diatas ranjang pasiennya, wajah ayunya terlihat sangat menyedihkan sekarang,

__ADS_1


laki-laki itu kembali menemui Selena dan mamanya memohon agar wanita itu mau mencabut tuntutannya ke Rea, wanita itu bergeming.


"Kalau kamu ingin gadis itu bebas kamu harus menikahi Selena," ucap bu Gubernur.


Arkan membelalakkan matanya tidak percaya dengan permintaan wanita itu yang sama saja seperti anaknya.


"Lihat siapa yang mau menikahi anakku yang sekarang cacat seperti ini."


"Cabut tuntutan anda, saya akan melakukan apa yang anda minta," ucap Arkan dengan terpaksa.


Selena terlihat tersenyum penuh kemenangan "aku ingin kamu menikahiku dua minggu lagi," ucapnya.


Arkan terkejut dengan ucapan Selena.


"Aku tidak bodoh, setelah aku mencabut tuntutan pasti kamu akan berubah pikiran."


Arkan mengepalkan kedua tangannya "baik, aku akan membawa orang tuaku kesini agar kamu bisa percaya, tapi aku minta cabut tuntutanmu sekarang juga."


"Aku akan menikahimu dan akan menceraikanmu dihari itu juga," bisik Arkan dalam hati.


Arkan menghubungi orang tuanya untuk datang kerumah sakit, Andi dan Laras benar-benar kaget dengan keputusan yang diambil anaknya, bahkan Andi marah-marah didepan kamar Selena karena tidak habis pikir dengan jalan pikiran anaknya, laki-laki itu menarik anaknya untuk menjauh sementara Laras hanya mengikuti dari belakang dengan cemas.


"Kenapa kamu mengambil keputusan konyol seperti ini? menikah bukan untuk main-main Ar, papa tidak mau kamu jadi laki-laki yang tidak bertanggung jawab," ucap Andi sedikit kesal.


"Kalau dia sampai tau kamu menikahi selena untuk melepaskan dia dari tahanan papa yakin dia malah akan semakin menderita."


"Aku tidak bisa berpikir lagi pa, aku sudah bilang mau menikahi Selena, salahkan aku tapi aku benar-benar tidak bisa melihat Rea lama-lama seperti ini, dan aku tau ini adalah jebakan yang Selena buat untuk membuat Rea selalu dalam kesulitan, aku tidak ingin wanita itu mengganggu hidup Rea lagi."


"Jadi maksudmu kamu berkorban demi Rea?"


Arkan terdiam dan Laras hanya bisa menahan tangis mendengar perdebatan dua orang laki-laki itu.


"Ar tolong pikirkan lagi," bujuk Andi.


"Papa lihat semua pengacara saja tidak ada yang mau membela Rea, gadis itu sekarang terbaring tak sadarkan diri karena bullian yang dia dapat ditahanan, kalau lebih lama lagi dia bisa mati disana pa, aku tidak bisa kehilangan dia seperti itu setidaknya dia akan membenciku tapi aku masih bisa melihatnya hidup."


Air mata menetes dipipi Arkan, tapi dengan cepat ia menghapus air mata itu.


Akhirnya Andi hanya bisa terdiam mendengar alasan anaknya, ia menengkan dirinya sendiri dengan berpikir bahwa Arkan sudah dewasa dan pasti sadar akan konsekuensi keputusan yang dia ambil, dengan berat hati Andi menemui mama selena dan berkata ingin melamar anak gadisnya.


Selena tersenyum senang kemudian dia meminta mamanya untuk mencabut tuntutannya ke Rea.


diruangan lain Rea terbangun memegangi kepalanya yang masih sakit, Axel yang sudah mendengar keputusan Arkan sedikit cemas bagaimana jika gadis ini menanyakan dimana keberadaan calon suaminya kepadanya.

__ADS_1


Benar saja belum sepenuhnya Axel sadar dari rasa cemas dipikirannya, gadis itu sudah menanyakan dimana Arkan dan apa yang sebenarnya terjadi saat polisi datang dan berkata bahwa segala tuntutan Selena ke dirinya sudah dicabut.


Axel tidak ingin menyembunyikan rahasia kepada gadis itu karena sudah bisa dipastikan cepat atau lambat Rea juga akan mendengar cerita tentang Arkan yang akan menikahi Selena.


❤❤❤❤❤


Rea berlari seperti orang gila kerumah Arkan, mendobrak masuk, bahkan Andi dan Laras yang sedang duduk diruang tamu tidak dia sapa, gadis itu benar-benar terlihat berantakan.


Axel mengejar Rea dari belakang bertemu dengan sang empunya rumah diruang tamu, yang juga terlihat bingung dan kacau. Laki-laki itu menghentikan langkahnya karena merasa tidak sopan mengejar Rea sampai kedalam.


Axel Memilih berdiri mematung sampai Laras mempersilahkannya duduk.


Arkan terlihat sedang berdiri menatap keluar jendela kamarnya , terkejut saat Rea membanting pintu kamarnya untuk masuk.


"Kamu bercanda kan? apa maksudmu mau menikahi Selena dua minggu lagi? Apa yang sedang coba kamu perbuat ha?"


Arkan kaget melihat Rea yang sudah keluar dari rumah sakit dan terlihat sangat kacau.


"Sayang dengerin aku dulu!" Arkan mencoba menangkan dan ingin meraih tangan gadis itu tapi Rea menepisnya.


"Jangan bilang kamu berkorban demi aku, bersedia menikahi Selena agar aku bisa dibebaskan, aku lebih memilih mati membusuk dipenjara dari pada melihatmu menikahi gadis itu," teriaknya sambil terisak.


Suara teriakan Rea terdengar sampai kebawah membuat Andi mengehela napas, Laras hanya bisa menggigit kuku jarinya, sementara Axel menunduk memegangi kepalanya menyesal telah memberi tahu gadis itu.


Arkan merengkuh gadis itu kedalam pelukannya, tapi Rea berontak mendorong tubuh laki-laki itu menjauh.


-


-


-


-


-


-


Mampir juga ya ke tulisan aku yang lain


❤ MENCARI LANGIT BIRU


❤ YOUR DREAM

__ADS_1


❤ BUMI NARRAYAN


__ADS_2