
"Kenapa kau malah menabrakku?" bentak sang pelanggan pada Alvin.
Alvin menatap pakaian yang dikenakan oleh pelanggan itu. Seketika saja ia menjadi gugup dan ketakutan. Ia langsung membayangkan omelan macam apa yang akan diterimanya dari atasannya setelah insiden ini.
"Ma-maaf tuan! Maafkan kecerobohan saya barusan." ucap Alvin membungkukkan badannya beberapa kali, mencoba meminta maaf pada pelanggan itu.
Sang pelanggan yang ternyata seorang lelaki parih baya itu terlihat sangat marah padanya.
"Hais! Kau ini bagaimana sih?" omel lelaki tua itu.
"Maaf tuan, saya benar-benar minta maaf!" ujar Alvin terus membungkukkan badannya tak enak pasalnya ia benar-benar tidak sengaja tadi.
"Maaf saja tidak cukup." ujar lelaki itu kesal. "Kau lihat ini. Bajuku jadi kotor seperti ini! Apa kata maaf darimu bisa membersihkan tumpahan ini?" omelnya memperlihatkan pakaiannya yang kotor.
Alvin hanya bisa menundukkan kepalanya takut akan tatapan pria paruh baya itu. Memang benar kalau permintaan maaf tak akan bisa memperbaiki segalanya.
"Saya bantu bersihkan, tuan!" tawar Alvin.
Namun dengan cepat lelaki paruh baya itu langsung menepis tangan Alvin yang hendak membersihkan pakaiannya.
"Jangan pernah kau berani menyentuhku dengan tangan kotormu itu!" ujar lelaki itu dengan ekspresi kesalnya.
"Ada apa ini?" ujar suara tegas dari atasan Alvin.
__ADS_1
Mendengar itu, seketika saja wajah Alvin langsung memucat. Terutama saat ia melihat sang atasan saat ini tengah melangkahkan kaki mendekat ke arahnya. Inilah hal yang paling ditakuti oleh Alvin saat atasannya turun tangan.
Alvin kini hanya bisa menatap dengan takut pada wajah sang atasan yang tengah menatapnya tajam.
"Lihat ini! Lihatlah ulah pelayanmu yang ceroboh ini." ujar lelaki tua itu pada atasan Alvin. "Dia sudah menumpahkan makanan dan minuman yang dia bawa dan membuat pakaian milikku jadi kotor seperti ini."
"Ma-maaf tuan!" sekali lagi Alvin meminta maaf.
Atasan Alvin melirik pakaian pria tua itu lalu menatap Alvin tajam.
"Bagaimana bisa begini Alvin!" ujarnya.
"Saya tidak sengaja tadi, sungguh..." ujar Alvin lalu kembali membungkukkan badan. "Maafkan saya, pak."
"Sudah saya bilang, minta maaf saja tidak cukup untuk masalah ini!" ujar lelaki itu masih tak terima. Suaranya yang nyaring bahkan membuat beberapa pengunjung yang sejak tadi memperhatikan mereka mulai terganggu.
"Sa-saya…"
"Aku akan ada rapat penting hari ini dan sekarang pakaianku jadi kotor!" lanjut pria paruh baya itu nyaring.
Sang atasan mulai merasa masalah ini bisa membuat pelanggannya yang lain pergi. Ia langsung bergerak maju dan kembali membungkukkan badannya.
"Sekali lagi saya ucapkan permohonan maaf untuk anda tuan. Sebagai gantinya kami akan ganti rugi untuk pakaian anda. Bagaimana?" tawar atasan Alvin memberi jalan tengah.
__ADS_1
"Terserah kau saja!" ujar lelaki itu acuh.
"Boleh saya tau, berapa harga pakaian anda, tuan?" tanya sang atasan pada sang pelanggan.
"Jas ini adalah jas bermerek. Harganya sangat mahal, sekitar lima juta. Kemejanya hanya lima ratus ribu. Dan celana? Untuk celana aku rasa tidak perlu di ganti karena celanaku baik-baik saja. Jadi kalau di total semuanya sekitar lima juta lima ratus ribu rupiah."
Alvin hanya bisa melongo mendengar total harga pakaian yang baru saja di sebutkan oleh pria paruh baya itu. Bagaimana bisa ada orang yang memiliki pakaian semahal itu?
Pakaian yang Alvin gunakan selama ini bahkan hanya seharga lima puluh ribu per lembar. Lantas bagaimana caranya dia bisa ganti rugi uang sebanyak itu.
Sementara itu atasan Alvin-lah yang akhirnya harus membayar kerugian dari sang pelanggan agar membuat pelanggan itu menjadi lebih tenang. Setelah urusan ganti rugi selesai, sang pelanggan akhirnya pergi meninggalkan restoran itu.
Dan setelah segala kerusuhan yang baru saja terjadi, saat ini sang atasan memanggil Alvin, memintanya agar datang menemuinya di kantor.
Di dalam kantor, sang atasan menatap Alvin dengan tatapan tajamnya. Hal itu berhasil membuat Alvin menundukkan kepalanya takut.
"Alvin!" seru sang atasan dengan nada dinginnya.
"Ya bos?" jawab Alvin gugup.
"Kau di pecat!" ucap sang atasan dengan tiba-tiba.
***
__ADS_1