
"Katakan tentang hubungan kita padanya, Alvin!"
Alvin menatap Evelyn canggung. Tak tahu harus mengiyakan atau tidak. Evelyn sungguh melakukan hal mengejutkan ini tanpa memberitahunya lebih dulu. Lantas bagaimana Alvin harus menanggapi semua hal ini.
Karina dengan cepat beralih pada Alvin yang saat ini masih menatap Evelyn. "Alvin, apa benar kalian menjalin hubungan?"
Alvin kini menoleh pada Karina. "A-aku..."
"Aku tidak tahu kalau kau punya seseorang yang dapat menggantikan aku secepat ini, Alvin."
Karina menatap Alvin tak percaya. Setahu Karina, Alvin bahkan hampir tidak pernah bergaul dengan wanita selain dirinya. Lantas bagaimana pemuda ini bisa dengan cepat menemukan penggantinya?
Sementara itu, setelah mendengar perkataan Karina barusan, Evelyn tampak menaikkan sebelah alisnya.
"Kenapa? Apa maksudmu Alvin tidak boleh menemukan penggantimu? Ck, kau pasti kaget saat mengetahui kalau ternyata Alvin berhasil menemukan seseorang yang jauh lebih baik darimu kan?"
"Bisakah kau diam, wanita sialán! Aku tidak ingin mendengar apapun darimu. Aku hanya ingin mendengarnya langsung dari mulut Alvin sendiri." Karina menatap Evelyn tajam.
Evelyn hanya memutar bola matanya malas kemudian menyikut lengan Alvin. "Ayo Alvin, katakan dengan jelas pada wanita ini, apakah hubungan kita yang sebenarnya."
"Oh," Alvin jadi gugup sendiri sekarang. "Ah, a-aku...Evelyn dan aku... kami berdua…"
Alvin menatap kembali pada Evelyn yang menganggukkan kepala seolah memberi tanda padanya agar mengiyakan saja.
"Katakan padanya, Alvin." ujar Evelyn lagi menyipitkan mata pada Alvin.
__ADS_1
Alvin mengerti dengan jelas maksud tatapan Evelyn padanya. Gadis itu pasti meminta dirinya untuk ikut berbohong saja.
Alvin menghela napasnya pelan. Sejujurnya Alvin ingin sekali menolak pengakuan palsu itu, tapi Alvin merasa kalau sepertinya Evelyn mempunyai rencana.
Lagipula tak ada jalan lain untuk menghindar dari Karina saat ini selain mengikuti rencana dari Evelyn untuk berbohong saja. Dan akhirnya Alvin memilih untuk menganggukkan kepalanya.
"Ya, benar. Semuanya memang benar. Aku dan Evelyn memang sedang menjalin hubungan." ujar Alvin mantap.
Karina sama sekali tak menyangka akan mendengar kalimat itu dari mulut Alvin sendiri. Alvin tidak suka berbohong, Karina tahu jelas itu.
Jadi artinya Evelyn memang berkata sungguh-sungguh. Evelyn tak berbohong atas perkataannya.
Diam-diam Karina menyadari hatinya terasa panas setelah mendengar segala pengakuan itu, entah kenapa, Karina juga tak tahu tentang perasaannya sendiri.
Sementara itu, Evelyn sendiri merasa begitu puas setelah melihat reaksi dan raut wajah Karina atas pengakuan yang Alvin buat.
Karina menaikkan sebelah alisnya, bingung dengan maksud ucapan Evelyn itu.
"Apa maksudmu?" tanya Karina.
Evelyn tersenyum lalu mendekatkan wajahnya ke telinga Karina dan berbisik.
"Maksudku, jika kau berani menyakiti Alvin sekali lagi, maka kau akan terus berurusan denganku. Aku akan mengejarmu bahkan sampai kau masuk ke neraka sekalipun."
"A-apa?"
__ADS_1
"Aku bersedia menjadi iblis untuk membalas seseorang yang membuat Alvin-ku bersedih." ujar Evelyn tajam.
Dan setelah mengatakan kalimat itu Evelyn kemudian bergerak mundur sambil terus tersenyum.
Mata Karina tampak membulat semakin lebar mendengar perkataan Evelyn padanya barusan. Tangannya gemetar. Tiba-tiba saja ia merasa seperti pengecut. Mati kutu. Dan tak dapat menjawab apapun dari ucapan Evelyn itu.
Evelyn lalu kembali melangkah mendekat pada Alvin, meraih lengan pemuda itu dan menggengganya erat.
"Sepertinya urusan kita di sini sudah selesai, ya sayang. Ayo kita pergi!" ajak Evelyn pada Alvin sambil menarik tangan pemuda itu untuk meninggalkan Karina.
Karina menatap kedua manusia itu dengan raut yang tak bisa diartikan.
"Bagaimana bisa.." gumam Karina menggertakkan giginya kesal. Ia merasa sangat marah sekarang.
Alvin, bagaimana mantan kekasihnya itu bisa menjalin hubungan dengan gadis sialán itu. Ini sebuah kebetulan bukan? Ini kebetulan kalau Alvin malah berpacaran dengan gadis yang berkelahi dengannya di klub malam.
Ah, apa jangan-jangan Evelyn tahu kalau Alvin adalah mantan kekasihnya lalu ia mendekati Alvin agar bisa membalasnya? Begitukah?
Karina menggeleng. Apapun itu alasannya, ia benar-benar merasa kesal sekarang.
"Bagaimana bisa Alvin malah menjalin hubungan dengan gadis sialán itu, sih?" gumamnya.
Lihat itu, mereka bahkan melangkah pergi tanpa melihat lagi kebelakang.
"Siál," umpat Karina menatap Alvin yang tengah memasuki mobil Evelyn.
__ADS_1
***