
Evelyn melihat jam tangannya dan menghela nafas karena lelah menunggu dosen di hadapannya ini keluar.
"Kapan jam kuliah ini akan berakhir. Aku tak sabar ingin segera pulang." gumamnya.
Sejujurnya, ada alasan yang membuat Evelyn begitu tak sabar menunggu. Itu karena Evelyn tak sabar ingin pergi ke kedai bubur ayam untuk bertemu dengan Alvin.
Beberapa saat lalu ia sempat mengirimi Alvin pesan untuk menagih janji traktiran bubur ayam. Alvin menjawab dengan mengatakan ban motornya bocor jadi Evelyn berjanji untuk datang menjemput dirinya di kampus pemuda itu. Itulah sebabnya kenapa ia begitu tak sabar ingin kelas ini cepat-cepat selesai.
Jika ada yang bertanya apakah Evelyn bosan makan bubur ayam. Jawabannya adalah TIDAK. Ia sama sekali tak akan merasa bosan jika itu makan bersama Alvin. Dan sekalipun ia bosan dengan makanannya ia tinggal menatap wajah Alvin saja maka bosannya akan langsung hilang.
Evelyn menghela nafas untuk yang keseratus kalinya dan menatap keluar jendela.
"Sedang apa Alvin sekarang?" gumamnya tersenyum geli.
***
Mata Evelyn memicing tajam melihat Daniel berada tepat di depan gerbang kampus, berdiri menyandar ke mobilnya.
Beberapa saat lalu pemuda itu mengiriminya pesan dan mengatakan ia tengah menunggu di gerbang kampus.
"Sedang apa kau di sini?" Tanya Evelyn penuh curiga.
"Menjemputmu."
"Aku bahkan tidak memintamu menjemputku."
"Tapi aku ingin."
"Kau pulang saja! Aku tak butuh dijemput. Lagipula aku bawa mobil sendiri hari ini." Evelyn menunjuk mobilnya dengan dagu.
"Kau minta saja seseorang mengambilnya nanti. Aku ingin mengajakmu makan siang."
"Sayang sekali, aku sudah punya janji makan siang."
"Dengan kekasihmu?"
"Bukan."
"Dengan Ziva?"
"Bukan juga!"
__ADS_1
"Jadi dengan siapa?"
Evelyn tersenyum. "Sebenarnya, aku ingin pergi makan siang dengan Alvin hari ini."
"Makan siang?" gumam Daniel. Sedetik kemudian mata Daniel tampak berbinar. "Benarkah?"
"Hm."
"Kalau begitu, bagus."
"Apanya yang bagus?"
"Aku akan ikut kalian saja."
"TIDAK MAU!" tolak Evelyn cepat.
Daniel mencebik. Ia menyipitkan matanya, memandang Evelyn dengan tangan terlipat didada.
"Kenapa?"
"Kau akan menggangguku, Daniel."
"Mengganggu bagaimana?"
"Eve, aku sudah jauh-jauh menemuimu untuk makan siang, lantas kau tak ingin makan denganku, kejam sekali."
Evelyn memutar bola matanya malas, "jangan berakting sedih karena itu tak akan mempan untukku."
Evelyn membuang muka, seakan tak ingin melihat wajah memelas Daniel. Tapi sepertinya pemuda itu bertekat untuk ikut dengannya dan membuat Evelyn menyerah.
"Baiklah, jika kau ingin ikut, kita naik mobilku saja."
.
.
Senyum Evelyn mengembang saat melihat Alvin tengah berdiri menunggunya di depan gerbang kampus.
Begitu mobil terhenti, Evelyn buru-buru mematikan mesin mobilnya dan turun.
"Lama menunggu, ya?" tanya Evelyn.
__ADS_1
"Tidak lama."
"Maaf aku terlambat."
"Anda tidak terlambat, aku juga baru sampai di sini lima menit yang lalu."
Evelyn menatap Alvin sesaat, sebelum kembali bicara. "Sebenarnya ada satu orang lagi yang ingin ikut."
"Siapa?"
"Tunggu sebentar." ujar Evelyn.
Evelyn lalu mengetuk kaca jendela mobilnya dengan raut malas. Detik selanjutnya, kaca jendela mobil bagian belakang turun dan menampakkan seorang pemuda yang tengah duduk di sana.
"Hai, Alvin?" sapa Daniel.
"Oh, anda." Alvin balas tersenyum. "Anda di sini juga?"
"Ya, Evelyn bilang kalian akan pergi makan siang, bukan? Aku memutuskan untuk ikut."
"Ah, begitu rupanya."
"Aku ingin ikut makan siang dengan kalian, kau tak masalah kan?"
Dengan cepat Alvin menggelengkan kepalanya sembari tersenyum lebar. "Tentu tidak. Aku tidak masalah sama sekali. Bagus kalau kita pergi ramai-ramai."
"Lihat ini, Eve?" Daniel berkata sewot. "Alvin saja tak punya masalah jika aku ikut. Lantas kenapa kau tak suka."
Evelyn mendecih, "Jelas aku tak suka, karena bagiku ini adalah urusan penting dan kau malah datang untuk mengganggu." gumam Evelyn pelan.
Daniel tersenyum jahil sementara Alvin mengerutkan alisnya, tidak mengerti.
"Oke, bagaimana kalau kita pergi sekarang. Kalau kita tidak cepat-cepat, kita akan mati kelaparan di sini."
"Alvin, ayo masuk ke mobil." ujar Evelyn segera masuk ke dalam mobilnya diikuti Alvin yang duduk di kursi depan sementara Daniel tetap di kursi belakang. Alvin menawarkan kursi depan tapi Daniel menolaknya
"Memangnya kalian akan makan dimana?" tanya Daniel tiba-tiba.
Pertanyaan itu membuat Evelyn yang sedang memasang sabuk pengaman langsung tertawa licik.
"Kau akan segera tau."
__ADS_1
.
.