Menikahi Nona Muda Kaya Raya

Menikahi Nona Muda Kaya Raya
56


__ADS_3

"Kau lihat itu barusan?" tanya Ziva pada Evelyn.


Ziva mendecih sambil sesekali melirik ke meja yang berada tepat di sebelah meja mereka. Ziva terus saja menatap tajam pada sekelompok orang yang saat ini sedang asyik bersenda gurau di meja itu.


Evelyn yang baru saja di ajak bicara oleh Ziva tampak menyeruput minumannya dengan tenang, baru kemudian ia mengangguk.


"Tentu saja." jawab Evelyn. "Aku melihat semua yang terjadi, Ziva. Bahkan telingaku ini juga bisa mendengar segalanya dengan jelas tadi. Gadis itu, dia adalah mantan kekasihnya."


"Mantan kekasihnya yang begitu sial*n!" umpat Ziva tajam. Entah kenapa Ziva tampak merasa sangat kesal saat ini. Bagi Ziva perbuatan yang di lakukan oleh gadis itu pada Alvin adalah sebuah penghinaan.


Meja mereka memang berada di dekat meja milik mantan Alvin itu. Meja tempat dimana gadis yang baru mereka ketahui bernama Karina itu kini tengah asyik tertawa-tawa riang dengan beberapa temannya yang lain.


Dan ya! Sejak tadi Evelyn dan Ziva memang sudah berada di klub malam itu. Mereka berdua tengah menikmati minuman mereka sambil terus memperhatikan Alvin yang sejak tadi sibuk bekerja, entah mengantar pesanan dari pengunjung atau melakukan hal lainnya. Sampai pada akhirnya mereka melihat Alvin bertemu dan di ejek oleh mantan kekasihnya itu.


Jadi itulah sebabnya kenapa mereka bisa mengetahui perbuatan Karina dan merasa begitu kesal atas penghinaan yang gadis itu lakukan pada Alvin. Bahkan Evelyn yang sejak tadi sibuk menyembunyikan wajahnya dari Alvin dengan hoodie-nya sudah tak peduli lagi begitu melihat kelakuan menyebalkan gadis bernama Karina itu.


Ziva berdecak. "Ck, aku kesal sekali."


"Begitupun denganku."


"Aku tidak menyukai mantannya itu."

__ADS_1


"Kau pikir aku suka?" tandas Evelyn meletakkan gelasnya dengan bantingan kasar ke atas meja. Yah, sebenarnya meskipun tampak tenang, tapi Evelyn merasa begitu kesal sekarang.


"Kau dengar apa yang dia katakan? Alvin cinta mati padanya? Oh, aku ingin merobek mulutnya itu." omel Ziva. "Bagaimana gadis sialán itu masih bisa tertawa-tawa seperti itu. Dia benar-benar tak tahu malu."


Sekali lagi, Evelyn dan Ziva menolehkan pandangan mereka secara bersamaan ke arah meja dari mantan kekasih Alvin itu dan menatapnya tajam.


Evelyn lalu melepas kacamata hitam yang sejak tadi ia kenakan dan memasukkan ke dalam tas.


"Gadis itu memang harus di beri pelajaran." gerutu Evelyn kesal yang di angguki setuju oleh Ziva.


"Aku setuju." Ziva menyeringai.


"Kau bosan?" tanya Ziva sambil menaik turunkan alisnya.


"Kenapa memangnya?" balas Evelyn.


"Aku sedang bosan sekarang. Bagaimana kalau kita bersenang-senang malam ini." ajak Ziva dengan senyum miring memberi kode pada Evelyn.


Evelyn mengangguk dan tersenyum licik. Ia mengerti dengan jelas maksud dari ajakan dari Ziva padanya barusan. Dimana arti dari kata 'bersenang-senang' di sini adalah sesuatu yang lain.


"Kita akan sangat bersenang-senang." gumam Evelyn terkekeh.

__ADS_1


"Ini waktunya." ujar Ziva.


Merasa waktunya tepat untuk memberi pelajaran pada gadis bernama Karina itu, Evelyn kembali menatap Ziva dengan senyum evilnya.


"Seperti biasa, kau yang akan mulai!" ujar Evelyn santai sambil kembali menegak minumannya. Ia memilih menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi untuk mempersilahkan sahabatnya itu pergi terlebih dulu.


"Oke, aku duluan.."


"Aku akan menyusulmu setelah ini untuk menyelesaikan segalanya."


Ziva tersenyum kecil lalu menganggukkan kepalanya pada Evelyn. Ia bangkit dan segera beranjak dari kursinya. Kemudian dengan percaya diri Ziva melangkahkan kaki-nya mendekat ke arah meja dimana Karina tengah duduk saat ini.


Oh lihatlah itu! Bukankah gadis itu terlihat sangat senang setelah menghina Alvin beberapa saat yang lalu.


Melihat wajah gadis itu membuat Ziva benar-benar kesal saat ini. Ia melangkah semakin cepat menuju gadis itu. Lalu begitu ia sampai di dekat meja Karina, Ziva buru-buru menjatuhkan dirinya ke meja milik Karina dan minuman yang ada di meja Karina tumpah karena mengenai senggolan dari Ziva.


Brakk!


"Astaga… apa yang kau lakukan, hah?" pekik Karina.


***

__ADS_1


__ADS_2