Menikahi Nona Muda Kaya Raya

Menikahi Nona Muda Kaya Raya
74


__ADS_3

Karina seolah tak mempercayai apa yang ia lihat saat ini. Kedatangan gadis itu begitu mengejutkan bagi Karina.


Ia tampak melebarkan kedua matanya, menatap gadis bertubuh tinggi itu dengan ekspresi terkejutnya.


Tanpa sadar Karina bahkan melangkahkan kakinya mundur, agak menjauh dari Alvin sementara matanya terus melihat pada gadis itu.


"Dia... bukankah dia..."


Karina tampaknya memang sudah tak bisa lagi melanjutkan kata-katanya. Ia bahkan terus menatap Evelyn tanpa berkedip seolah tak menyangka bisa bertemu lagi dengan gadis ini di tempat ini.


Karina kemudian mengerutkan dahi. Gadis ini bisa ada di sini juga? Di kampusnya. Tapi bagaimana bisa?


Sungguh Karina benar-benar bingung sekarang. Hatinya masih terus bertanya-tanya kenapa gadis sialán ini bisa ada di kampus tempat ia berkuliah.


Tunggu dulu, apa jangan-jangan selama ini dia memang berkuliah di kampus ini juga?


"Tidak mungkin." Karina menggelengkan kepalanya kembali menatap gadis itu.


"Kau, kenapa kau disini!" ujar Karina menunjuk gadis itu.


Evelyn yang mendengar seruan Karina itu langsung saja mengerutkan dahinya. Ia lalu menurunkan kacamata hitam yang ia kenakan ke pangkal hidungnya.


Gadis itu lalu menaikkan sebelah alisnya, menatap Karina dengan tatapan heran.


"Oh, kau lagi?" ujar Evelyn balik. Ia menatap Karina dari atas hingga bawah lalu tersenyum sinis. "Wah, wah, kejutan apa ini. Kita bertemu lagi. Disini…"


Karina menatap Evelyn dengan tatapan tajam. Apa-apaan itu. Evelyn bahkan tak terlihat kaget dengan adanya Karina di tempat ini. Ia tampak begitu... santai.


"Bukankah ini luar biasa." Evelyn menatap Karina takjub.

__ADS_1


"Ah, aku rasa kita memang punya ikatan batin yang kuat hingga bisa bertemu kembali seperti ini. Haruskah kusebut pertemuan ini sebagai takdir. Ah, entah itu takdir baik atau malah sebaliknya... sebuah takdir buruk."


Setelah mengatakan kalimat panjang lebar itu Evelyn langsung terkikik geli.


Alvin menatap Karina dan Evelyn secara bergantian. Ia tampak kebingungan. Entah kenapa, sepertinya kedua wanita ini tampak saling mengenal tapi ia yakin mereka bukan saling mengenal dalam hal yang 'positif'.


"Sedang apa kau di kampusku?" ujar Karina menatap Evelyn tajam.


"Aku? Aku sedang-"


"Nona Evelyn!" sela Alvin, membuat perkataan Evelyn itu terpotong.


Evelyn mengalihkan pandangannya dari Karina dan menatap Alvin, menunggu pemuda itu bicara.


Alvin lalu melangkahkan kakinya mendekat pada Evelyn dan berbisik dengan raut canggung.


"Sedang apa di sini. Kenapa nona belum pulang?" tanya Alvin.


"Mencariku?"


Karina yang memperhatikan kedua orang itu bicara tampak mengernyit. Ia menyipitkan kedua matanya saat mendengar apa yang Alvin katakan pada Evelyn. Ia terus memandangi mantan kekasihnya yang tampak bicara santai pada gadis menyebalkan itu.


Tunggu dulu.


Karina tidak salah lihat, kan? Alvin baru saja bicara dengan gadis sialán ini? Dan kenapa mereka bicara seolah mereka dekat sekali.


Apa Alvin mengenalnya? Tapi bagaimana bisa? Bagaimana Alvin bisa mengenal gadis kurang ajar ini.


"Kenapa nona mencariku? Dan bagaimana Nona bisa sampai ke dalam sini?" tanya Alvin bingung.

__ADS_1


"Gerbang kampusmu terbuka lebar. Aku asal masuk saja tadi. Dan ternyata berhasil menemukan dirimu disini. Oh ya, ngomong-ngomong, ini, ponsel milikmu tadi tertinggal di mobilku." ujar Evelyn mengangkat ponsel milik Alvin, menggoyang-goyangkannya sembari tersenyum.


"Nona masuk hanya untuk mengantar ponselku?"


"Ya, ini benar ponselmu, kan?"


Alvin yang melihat ponselnya seketika menghela napasnya lega. "Benar, ini ponselku. Aku pikir ini hilang."


"Salahkan saja dirimu sendiri yang meninggalkannya di mobilku." terang Evelyn terkekeh.


Evelyn tersenyum memandangi Alvin beberapa saat lalu menoleh ke arah belakang punggung Alvin. Disana masih berdiri Karina yang tengah menatap mereka dengan bingung dan heran.


"Tapi ada apa di sini, Alvin? Maksudku, kau tampak agak kesal sekarang."


Evelyn lalu kembali menoleh pada Karina, sembari menaikkan sebelah alisnya, ia menatap penampilan Karina dari atas hingga bawah, membuat Karina entah kenapa jadi merasa risih sendiri.


"Apa kau baik-baik saja?" bisik Evelyn pada Alvin.


Alvin melirik sekilas ke belakang, melihat pada Karina yang tampak membatu di posisinya, menatap kearah mereka.


"Apa ada masalah?" tanya Evelyn lagi, curiga.


Alvin melihat Evelyn dan menggeleng kecil lalu tersenyum canggung. "Tidak ada apa-apa. Sebenarnya ini hanya masalah kecil."


"Besar atau kecil, bukankah itu artinya memang ada masalah?"


"Ya, tapi aku bisa mengatasinya, nona."


Karina mendecih mendengar pembicaraan kedua orang dihadapannya ini.

__ADS_1


"Ada atau tidaknya adanya masalah, itu sama sekali bukan urusanmu! Jadi jangan coba-coba ikut campur." ujar Karina tajam.


***


__ADS_2