Menikahi Nona Muda Kaya Raya

Menikahi Nona Muda Kaya Raya
57


__ADS_3

Karina bangkit dari duduknya. Ia menatap Ziva kesal lalu menunduk untuk menatap pakaiannya yang sudah basah.


"Apa yang kau lakukan!" pekik Karina kesal.


"Ah, maaf! Barusan aku terpeleset." ujar Ziva tersenyum miring, berpura-pura merasa bersalah.


Karina kembali menatap gelas minuman yang tumpah dengan air yang mengenai tubuhnya dengan tatapan tak percaya.


"Sialán kau!" ujar Karina mendorong tubuh Ziva dengan kasar.


Tubuh Ziva tanpa sengaja menabrak pengunjung lain yang lewat dibelakangnya.


"Wow, santai dulu, nona." balas Ziva enteng sembari mengangkat tangannya. "Kau sangat garang dan mulai membuatku takut sekarang."


"Santai? Apa kau tidak lihat? Gaunku jadi basah dan kotor sekarang." seru Karina masih bicara dengan nada tinggi.


Ziva menggosok-gosok telinganya yang terasa panas karena teriakan Karina barusan.


"Kenapa suaramu nyaring sekali sih?" gerutu Ziva


Karina yang mendengar kalimat Ziva langsung menatap gadis itu tajam, ia mengangkat tangannya, menunjuk wajah Ziva. "Kau, bisa-bisanya-"


"Baik, baik! Dengar dulu. Santai dulu. Oke? Aku rasa aku tidak melakukan apapun dengan sengaja di sini." Ziva berujar dengan nada malas. "Kau lihat! Sepatu hak ku terlalu tinggi dan membuatku terpeleset tadi dan tanpa sengaja mengenaimu. Aku benar-benar minta maaf padamu tentang ini." 

__ADS_1


Karina mendengus kesal. "Terpeleset kau bilang?" ujarnya.


Ziva mengangguk enteng lalu menangkupkan kedua tangannya. "Ya, jadi haruskah aku minta maaf lagi sekarang agar kau memaafkanku dan aku bisa pergi dengan tenang?"


Karina mendecih. Ia mencoba untuk menahan emosinya dan secara tiba-tiba ia meraih gelas minuman yang lain dari atas meja-nya dan menyiramkannya ke pakaian Ziva.


Byur!


"Oh, wow! Kenapa kau menyiramku?" Ziva berujar dengan kesal.


"Ya, aku rasa ini pantas di sebut sebagai permintaan maaf darimu. Sebuah pembalasan." ujar Karina tersenyum sinis pada Ziva.


"Aku sudah bilang kalau aku tidak sengaja kan? Lalu kenapa kau malah menyiramku?"


"Aku melakukannya tanpa sengaja, sementara kau melakukannya dengan sengaja."


"Kenapa? Apa kau tak terima, hah?" Karina mendorong bahu Ziva kencang, membuat Ziva terhuyung hingga menabrak sofa pengunjung lain.


"Aw, kau mendorongku?" Ziva berseru tak percaya.


Karina mendecih. "Kau tahu kalau aku harusnya me-"


Byurrr!!

__ADS_1


Ucapan Kirana itu sontak terhenti saat ia merasakan air dingin tengah mengalir dari atas kepalanya. Terus mengalir turun ke tubuhnya, membuat pakaiannya yang basah karena Ziva jadi semakin basah.


Tapi tunggu dulu. Apa ini? Apakah seseorang sedang mengguyurnya?


Karina berbalik untuk melihat apa yang terjadi dan langsung membulat saat menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri, seorang wanita kini dengan santainya tengah menuang minuman ke atas kepalanya.


Gadis yang menyiramnya itu dengan senyuman di bibirnya masih terus menuangkan minuman dari dalam gelas minumnya ke atas kepala Karina hingga tetes terakhir sehingga membasahi seluruh tubuh dan pakaian dari gadis itu.


Karina menggeram kesal.


"Apa yang kau lakukan, hah?" teriak Karina sambil menatap seluruh tubuhnya terutama rambut dan pakaiannya yang kini sudah benar-benar basah kuyub.


"Evelyn.." ujar Ziva.


Ya. Gadis itu ternyata adalah Evelyn.


Evelyn hanya diam, masih dengan senyum di wajahnya. Sama sekali tidak berniat menjawab. Saat ini ia tengah asyik tersenyum puas dengan gelas kosong di tangannya.


Evelyn lalu dengan gerakan santainya meletakkan gelas itu ke atas meja milik Karina tadi.


"Aku titip gelasku." ujar Evelyn santai pada teman-teman Karina.


***

__ADS_1


__ADS_2