Menikahi Nona Muda Kaya Raya

Menikahi Nona Muda Kaya Raya
48


__ADS_3

Evelyn tak pernah merasa sangat penasaran seperti ini selama ia hidup. Ia bahkan sampai harus menanyakan tentang semalam pada Maria, kepala pelayan rumahnya.


Ia tak tahu jawaban macam apa yang sebenarnya ia cari saat ini. Yang jelas Evelyn butuh jawaban yang jelas.


"Apakah dia kekasih Ziva?" tanya Evelyn lagi.


"Kalau itu, saya rasa bukan nona. Karena wajah pemuda itu sangat berbeda dengan kekasih nona Ziva." Maria terlihat masih berusaha mengingat-ingat. "Kalau pemuda yang tadi malam tidak bawa mobil saat pulang."


Jawaban Maria itu membuat Evelyn merasa semakin bingung. Pemuda manakah yang Maria maksud. Semua teman Evelyn mempunyai mobil. Jelas, karena mereka adalah orang kaya. Tapi ini...


"Bagaimana ciri-cirinya?"


"Dia sangat tampan, Nona."


"Bagaimana dengan nama pemuda itu? Apa kau tahu?" tanya Evelyn lagi.


"Maaf nona, saya tidak tahu. Dia tidak menyebutkan namanya. Saya juga tidak bertanya. Tapi saya sempat bertemu dengannya di ruang tamu sebentar untuk menyapa. Itu tepat sebelum dia pulang. Dia sempat mengatakan pada saya kalau dia adalah pelayan di klub yang semalam anda datangi dan dia datang untuk membantu mengantarkan anda." jelas Maria panjang lebar.


"Tunggu dulu, Maria. Kau bilang pelayan klub?" Evelyn mengerut bingung sementara Maria menganggukkan kepalanya.


"Ya nona." jawab Maria. "Apa ada yang salah?"

__ADS_1


"Tidak. Tidak ada."


"Oh, saya pikir nona kehilangan sesuatu jadi nona bertanya tentang hal ini."


"Tidak, aku hanya bertanya karena merasa penasaran."


Penjelasan dari Maria itu malah semakin membuat Evelyn merasa semakin heran dan bingung. Evelyn memikirkan bagaimana bisa seorang pelayan klub mengantarkannya. Apakah Ziva yang memintanya?


Kalau begitu, apakah jaket yang wangi tadi adalah milik pelayan itu juga?


"Oh ya, nona. Ada salam dari nona Ziva. Sebenarnya semalam dia menginap di sini. Tapi sudah pulang tadi, pagi-pagi sekali." ujar Maria menyampaikan pesan Ziva pada Evelyn.


"Ya, baiklah. Terima kasih. Aku akan menghubungi Ziva untuk itu nanti." jawab Evelyn tersenyum.


"Em, ya." Evelyn mengangguk.


"Biar saya ambilkan, Nona." ujar Maria segera mengisi piring Evelyn dengan menu makanan yang tersedia.


"Ngomong-ngomong Maria, siang ini aku akan pergi, jangan lupa, kau minta supir untuk menyiapkan mobilku."


"Baik nona, saya akan segera meminta supir untuk bersiap."

__ADS_1


"Tidak. Hanya mobil. Aku tidak akan pergi dengan supir. Aku akan menyetir sendiri hari ini." kata Evelyn.


Sejujurnya, Evelyn enggan pergi hari ini, tapi rasa penasaran membuatnya ingin cepat-cepat menemui Ziva.


"Baiklah nona."


"Ya, kau bisa melanjutkan kembali pekerjaanmu, Maria." ujar Evelyn pada pelayannya itu.


Maria mengangguk sopan dan melangkah pergi, meninggalkan Evelyn seorang diri di meja makan untuk menyelesaikan sarapannya.


Begitu menyelesaikan sarapan, Evelyn memutuskan untuk segera kembali ke kamarnya. Ia menutup pintu dan langsung menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur. Evelyn menatap pada langit-langit kamarnya, melamun dengan ekspresi bertanya-tanya.


"Maria bilang pelayan klub?" gumam Evelyn pada dirinya sendiri.


Setelah mendengar cerita Maria tadi, entah kenapa rasa penasarannya terhadap siapa pemuda itu belum juga hilang. Evelyn justru semakin merasa penasaran dan ingin mengetahui siapakah pelayan yang dimaksud oleh Maria itu. Ia merasa bingung dan juga penasaran. Pelayan mana yang sudah berbaik hati bahkan bersedia untuk mengantarnya pulang.


Akhirnya, karena masih merasakan sedikit pusing pada kepalanya, ia memilih untuk memejamkan kedua matanya. Evelyn menghembuskan nafasnya perlahan, mencoba mengeluarkan rasa penat yang melanda pikirannya.


Namun tiba-tiba saja sebuah gambaran kembali muncul di ingatan Evelyn. Gambaran tentang segala kejadian yang terjadi padanya semalam. Dan detik itu juga, ia berhasil mengingat kembali segala hal, termasuk saat ia menarik tengkuk lalu mencium paksa seorang pemuda yang berdiri di dekatnya di luar klub malam itu, semuanya.


Setelah menemukan titik terang tentang kejadian semalam, Evelyn dengan cepat membuka mata dan langsung bangun dari posisi berbaringnya.

__ADS_1


"Pelayan itu!" pekik Evelyn tiba-tiba.


***


__ADS_2