Menikahi Nona Muda Kaya Raya

Menikahi Nona Muda Kaya Raya
133


__ADS_3

Pagi ini Karina memasuki mobil milik kekasihnya, Steve dengan senyuman kecilnya.


"Terima kasih sudah datang untuk menjemputku hari ini, sayang." ujar Karina. Ia meletakkan barang-barangnya di kursi belakang barulah kemudian menutup pintu mobil.


"Ya sayang, aku langsung menjemputmu kesini setelah selesai berolahraga dan mandi."


"Maaf ya, aku jadi merepotkanmu seperti ini." Karina memasang raut tak enak. "Sebenarnya mobilku tadi di bawa oleh adikku tapi sampai sekarang dia belum juga kembali."


Steve terkekeh.


"Aku sama sekali tak masalah sayang. Aku bisa dengan cepat menjemputmu dimana saja kau berada."


Karina hanya menanggapi kalimat itu dengan anggukan kepala sembari tersenyum kecil.


"Kita berangkat sekarang?" tanya Steve pada Karina saat gadis itu sudah duduk dengan nyaman di kursinya.


"Oke."


"Jangan lupa pasang sabuk pengamanmu." Steve mengingatkan.


Gadis itu kembali mengangguk lalu dengan sigap memasang sabuk pengaman ke tubuhnya sendiri.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, mobil yang mereka kendarai sudah melaju di jalan raya.


Karina menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi mobil sembari menolehkan pandangannya keluar jendela.


Gadis itu menatap pada jalanan di depan yang saat ini tengah ramai oleh kendaraan. Namun bukan kendaraan yang menjadi fokusnya saat ini, melainkan seseorang yang beberapa hari ini terus saja mengisi pikirannya.


Itu adalah Alvin.


Alvin adalah seseorang yang sudah Karina campakan. Namun entah kenapa setelah mereka berpisah, bayangan mantan kekasihnya itu selalu saja muncul di kepalanya.


Karina juga tak paham pada dirinya sendiri. Ia tak tahu kenapa ia jadi memikirkan mantan kekasihnya itu terus menerus padahal toh mereka telah berpisah.


Karina bahkan terus saja mengingat saat ia merawat Alvin di rumah pemuda itu. Jujur saja, malam itu adalah malam istimewa bagi Karina sendiri. Ia tak pernah merasa begitu bahagia melihat wajah Alvin dengan jarak sedekat itu.


Dulu Karina-lah yang begitu tergila-gila pada Alvin tapi dia juga yang mengkhianati pemuda itu. Dan alasannya adalah karena ia tak tahu kalau ternyata Alvin tak bisa romantis dan membuatnya bosan.


Tapi setelah melihat Alvin dan Evelyn, hatinya sungguh panas. Itu karena diam-diam Karina masih memiliki perasaan pada pemuda itu.


Dan akhirnya, karena terlalu fokus memikirkan Alvin, Karina bahkan sudah tak mendengarkan Steve yang sejak tadi sedang bicara padanya.


"Karina, aku bicara padamu." ujar Steve menegur Karina yang tak menanggapi kalimatnya.

__ADS_1


Steve mengerutkan alisnya heran saat melihat Karina yang bukannya menanggapi dirinya, tapi malah sedang senyum-senyum sendiri sembari menatap jalan raya di depannya.


"Karina?" seru Steve lagi.


Masih tak ada tanggapan apapun dari kekasihnya itu.


Steve melihat Karina yang tampaknya sedang asyik sendiri dan tak kunjung menjawab perkataannya dan akhirnya membuatnya merasa kesal sendiri.


"Rin!" seru Steve nyaring.


Karina yang tengah melamun langsung saja tersentak oleh seruan kekasihnya itu.


"Iya, Vin?"


Steve sontak terhenyak mendengar jawaban dari gadis itu. Bibir pemuda itu mengatup rapat saat mendengar nama siapa yang baru saja Karina sebut.


"Apa?" ujar Steve yang seolah tak percaya dengan pendengarannya.


Steve tampak menatap Karina dengan tatapan tajam. Apa gadis itu baru saja salah menyebut nama?


"Siapa kau bilang? Nama siapa yang kau sebut, hah? Vin?" tanya Steve. Ia lalu menatap Karina dengan kesal. "Alvin, maksudmu?"

__ADS_1


***


__ADS_2