Menikahi Nona Muda Kaya Raya

Menikahi Nona Muda Kaya Raya
60


__ADS_3

Beberapa saat setelah semua keributan berakhir dengan di usirnya Karina, Evelyn meminta Ziva untuk berganti pakaian.


Evelyn menunggu Ziva di dalam ruang kerja Mr. Robert. Ia berada di sana dengan tujuan menemui Mr. Robert yang merupakan kenalan ayahnya sekaligus orang yang menjabat sebagai manajer di klub malam milik ayahnya ini.


Mr. Robert sendiri adalah orang yang sudah bertahun-tahun lamanya membantu mengurus klub malam ini.


"Nona Evelyn, sekali lagi saya mohon maaf atas apa yang terjadi pada anda." ujar Mr. Robert duduk di sofa di hadapan Evelyn. Menatap anak dari atasannya itu dengan tatapan tak enak.


"Kenapa anda minta maaf, Mr. Robert? Ini sama sekali bukan salah anda."


"Tetap saja, nona. Jika sejak awal saya tahu anda berkunjung kemari, saya pasti akan menyediakan ruang pribadi khusus untuk anda dan teman anda malam ini seperti pada malam-malam sebelumnya." Mr. Robert tersenyum kecut.


Evelyn hanya menanggapi kalimat itu dengan tersenyum santai. "Tidak masalah Mr. Robert."


"Tapi tetap saja nona, saya jadi tidak enak dengan semua kegaduhan ini. Terutama dengan nona Ziva." Mr. Robert terlihat sangat menyesal.

__ADS_1


"Seperti yang kau lihat, Mr. Robert. Aku ini baik-baik saja." ujar Ziva menenangkan.


"Ya. Tidak ada yang perlu di khawatirkan disini." ujar Evelyn. Ia lalu menegakkan posisi duduknya dan menatap serius pada Mr. Robert. "Ehm, tapi bisakah aku bertanya sesuatu padamu, Mr. Robert?"


"Sesuatu?" Mr. Robert mengernyit lalu mengangguk pelan. "Tentu bisa nona. Nona bisa menanyakan apa saja pada saya?"


"Jadi begini, aku ingin bertanya tentang salah satu karyawan di klub malam ini. Dia... seorang pelayan." ujar Evelyn ragu sambil melirik sebentar ke arah Ziva yang tengah duduk di sebelahnya, sibuk memainkan ponsel miliknya.


"Pelayan?" tanya Mr. Robert, mencoba untuk memastikan pendengarannya.


Evelyn mengangguk pelan kemudian tersenyum. "Ya, ini tentang pelayan yang bernama Alvin."


"Jadi nama lengkapnya Alvin Danu?" Evelyn bergumam pada dirinya sendiri baru setelah itu ia kembali menatap Mr. Robert dengan serius. "Ya, aku ingin kau memberiku informasi mengenai pemuda itu."


"Ah, kebetulan dia adalah pelayan baru di sini nona. Dia juga baru bekerja sekitar dua hari lalu." ujar Mr. Robert sambil bangkit dan berjalan menuju meja kerjanya.

__ADS_1


Pria paruh baya itu membuka salah satu laci dan mengambil sebuah amplop coklat di dalamnya dan langsung menyerahkannya pada Evelyn.


"Ini adalah berkas lamaran kerja miliknya. Sebenarnya ini baru dia serahkan pada saya kemarin."


"Terima kasih."


Evelyn mengulurkan tangannya menerima amplop coklat itu dan membuka isinya yang ternyata terdapat beberapa lembar kertas yang berisi data dan informasi mengenai Alvin Danu.


"Dia masih sangat muda..." gumam Evelyn pelan saat menatap tanggal lahir dari pemuda itu. "Umur kami bahkan berbeda tiga tahun."


"Kenapa? Apa kau merasa kecewa dengan perbedaan umur kalian?" tanya Ziva yang sejak tadi hanya diam memperhatikan percakapan Evelyn dan Mr. Robert. Ia menatap Evelyn dengan senyum mengejek.


Evelyn sontak menatap Ziva dengan tatapan tajam seakan tengah mencoba memberitahu sahabatnya itu agar menutup mulutnya saja.


Sementara itu yang di tatap hanya nyengir kuda sambil menggedikkan bahunya santai.

__ADS_1


"Aku hanya bertanya, oke!" Ziva menatap Evelyn tanpa dosa. "Tidak perlu marah-marah begitu."


***


__ADS_2