Menikahi Tunangan Adikku

Menikahi Tunangan Adikku
EPISODE 100 BUKAN ORANG YANG SAMA


__ADS_3

Tania sejenak terpana dengan mata seperti barbie yang tersihir menjadi beku. Dia hampir tak percaya dengan apa yang tertangkap oleh telinganya.


Seketika wajah cantiknya itu memerah, terpaku pada Raka yang memandangnya setajam belati.


"Jangan kamu fikir bisa melakukan hal yang sama lagi pada Sarah. Aku bukan orang yang sama dengan si setan sialan yang meninggalkan Sarah demi seorang perempuan murahan." Raka tetap di kursinya, menikmati raut merah padam di depannya dengan tatapan begitu sinis.


"Raka..." Bibir Tania bergetar, suaranya seperti tercekat di tenggorokannya.


"Aku sudah memperkirakan, kamu akan menyakiti Sarah dengan segala cara karena kamu orang yang tak kenal kata menyesal, tapi tak pernah terbersit di kepalaku, kamu begitu berani menggoda suaminya dengan cara yang begitu memalukan." Raka memundurkan kursinya perlahan saat Tania sekonyong-konyong menarik tubuhnya kembali ke posisi tegak.


"Kamu kira dengan tubuhmu itu, kamu bisa membuat setiap orang bertekuk lutut menjilat tanganmu. Sayangnya, kamu salah orang. Aku punya istri yang seribu kali lebih bagus tubuh dan ahlaknya dari kamu, istriku eksklusif hanya aku yang menjamahnya, sementara dirimu? Aku tak yakin entah berapa orang yang telah mencicipimu. Lalu apa yang bisa kau andalkan untuk membuatku tertarik padamu? "


Tania tidak pernah bertemu seorang lelaki yang setajam pedang lidahnya, bahkan tidak punya perasaan sedikitpun kala berbicara pada dirinya yang notabene masih seorang perempuan yang punya hati sensitif.


"Aku..." Tania mencengkeram pinggir meja makan dengan gemetar, tidak tahu apa yang harus di katakan. Mulutnya begitu kering, hampir kaku.


Penolakan Raka yang dibalut dengan kata-kata yang menyakitkan tadi, seolah bergema di kepalanya, membuat darahnya terasa mendidih dan bergolak seperti kawah lava.


Seumur hidup, dia tidak pernah di tolak oleh lelaki manapun yang dia suka, bahkan hanya dengan tersenyum dia sanggup menggoncang satu rumah tangga kliennya.


Tapi, Raka telah membuatnya benar-benar seperti dihempaskan sampai ke tanah merah, membuatnya merasa seperti di tampar dengan keras.


"Apakah kata maaf Sarah tidak pernah membuat menyadari, bahwa dia mengasihanimu? Aku bahkan heran istriku itu begitu besar hati pada orang sebrengsek kamu" Desis Raka.


"Kamu tahu tentang semua itu?" Tania terbelalak, tak menyangka Raka tahu tentang masa lalunya dengan Sarah begitu banyak bahkan tentang Sarah yang telah memaafkannya, dia sama sekali tidak pernah berfikir Sarah akan menceritakan semua tentang mereka kepada suaminya itu.


"Apa lagi yang tidak ku tahu tentang dirimu? Soal kamu berselingkuh dengan kekasih temanmu? Bahkan dari sekali aku melihatmu, aku tahu, kamu bukan orang yang cukup mampu memegang harga dirimu." Raka balik bertanya, bahkan memberi satu jawaban pada saat yang sama.


"Kamu tidak tahu apa-apa tentang aku!" Bahu Tania berguncang, dia seolah murka mendengar ucapan Raka.

__ADS_1


"Aku cukup tahu, kamu dianggap oleh Sarah sebagai orang yang begitu penting baginya di masa lalu, meskipun sebagai teman, kamu sungguh seperti ular, mematuk saat orang sedang lengah?"


Tania menatap Raka dengan mata tak berkedip, sementara Raka duduk di tempatnya dengan menyilangkan kakinya begitu santainya, seperti seorang bos yang sedang menginterogasi bawahannya.


"Sekarang apa yang kamu inginkan? Kamu berharap tetap menjadi perencana rumah untuk kami berdua? Aku rasa, meskipun istriku menginginkannya, aku sama sekali tak berminat lagi memakai jasamu." Raka menaikkan alisnya dengan bibir mencekung begitu rupa, seperti orang yang kehilangan selera.


Tania merasakan dadanya berdegup sangat kencang seolah akan meledak.


Dia merasa dipermalukan dan direndahkan dalam waktu bersamaan.


"Kamu tidak akan mendapatkan apa-apa dari Sarah! Dia hanya perempuan kaku yang terlalu naif, dia tidak punya kemampuan menyenangkan suaminya, percaya padaku, dia terlalu bodoh untuk..."


"CUKUP!!!" Raka sontak berdiri sambil mengeluarkan sebuah bentakan yang cukup keras. Rahangnya membatu dengan telapak tangan yang mengarah seperti seseorang yang ingin menghentikan sesuatu dengan kasar.


Kalimat yang keluar dari mulut Tania segera terhenti begitu saja, menyambut bentakan itu.


Raka benar-benar menahan luapan emosi yang luar biasa, sampai-sampai badan tegapnya itu bergetar.


Tania terjajar dua langkah ke belakang, sehingga tanpa sengaja membuat kursi di belakangnya, tempatnya duduk tadi terdorong jatuh menimbulkan suara yang berdebam.


"Aku akan membatalkan penggunaan jasa home Arch untuk pembangunan rumahku kepada pak Agra langsung jika masih melibatkanmu dalam pembangunannya. Sarah tidak pantas menerima apapun yang masih tersangkut urusan denganmu." Wajah Raka begitu dingin, semua yang didengarnya waktu di depan toilet beberapa hari sebelumnya seperti terngiang kembali.


Rasa sedih atas apa yang dirasakan Sarah membuat dirinya benar-benar ambil hati.


Raka merasa sangat pantas dia membalas semua perlakuan Tania itu dengan cacian paling pedas, karena perempuan ini benar-benar tak tahu diri.


"Apa...?!" Tania merasakan kepalanya berputar tujuh pusaran, pembatalan projek itu tentu saja membuat dia kehilangan fee yang sangat besar, apalagi egy direncanakan ambil bagian sebagai arsiteknya.


Karena kepercayaan dirinya yang terlampau tinggi, dia akan menderita kerugian yang tidak sedikit. Bahkan, sewa apartemennya yang telah jatuh tempo, mungkin saja tak mampu di bayar olehnya dan Egy. Dia tidak mau tinggal di kost-kostan murahan jika harus angkat kaki dari apartemennya sekarang.

__ADS_1


"Jangan...jangan batalkan, ku mohon..." Suara Tania begitu serak dan tegang.


"Kamu tak tahu, projek ini sangat penting bagiku." Tania tanpa sadar menangkup kedua tangannya di depan dada.


Wajah angkuh dan percaya diri yang tadi menghias wajah cantiknya berubah menjadi begitu memelas.


"Aku rasa, tidak ada yang perlu kita bahas lagi. Untuk pembatalan, tidak perlu kamu repot-repot menyampaikan pada bosmu, aku bisa menelponnya setelah ini." Sahut Raka lagi.


"Oh, iya...Untuk makan malam yang indah ini, tenang saja bill nya akan masuk ke tagihanku. Kamu hanya perlu pulang dan mencuci otakmu itu." Raka berbalik dengan acuh, bersiap melangkah pergi meninggalkan Tania yang lututnya terasa begitu lemas.


"Pak Raka, maafkan aku...maafkan aku...Aku tadi hanya main-main." Tania bergegas memutar meja, memeluk Raka dari belakang dengan begitu nekad.


Raka terkejut bukan main ketika tubuh Tania menyentuh punggungnya, menekan dengan begitu memaksa, mencegahnya bergerak.


Dan Yang lebih membuat Raka seperti di sambar petir, di depannya, tepat di tengah pintu ruangan itu berdiri Sarah, yang berdiri seperti patung es beku. Matanya yang indah tak berkedip, begitu lurus ke arah dua orang yang sedang rapat seperti perangko itu.


Dengan refleks Raka melepaskan diri, mendorong Tania hingga terjajar ke belakangnya.


(Waaah, bagaimana cerita selanjutnya, ya...apakah akan ada kesalahpahaman karena adegan ini tadi? ataukah Tania akan menerima karmanya secara langsung dari tangan orang yang telah di sakitinya? Tentunya di episode selanjutnya, author janjikan lebih seru dan mendebarkan😂)


Tetap stay, yah di Kisah Sarah-Raka, next UP segera, jangan lupa Votenya...🥰🥰🥰 likenya yang banyaaaak trus komen2nya🤣, lope-lope sekebon tetangga buat semua readers kesayangan🌹



...Terimakasih sudah membaca novel ini❤️...


...VOTE, LIKE dan KOMEN kalian selalu author nantikan😊...


...I love you all❤️...

__ADS_1


__ADS_2