
"Aku...aku harus bagaimana, ma?" Diah balas menggenggam jemari Perempuan yang di matanya kini terlihat seperti malaikat tak bersayap.
"Nak, laki-laki yang bisa menghormati orang tuanya pastilah pandai menghargai perempuannya. Jika dia tidak bersikap arogan dengan kehendaknya sendiri maka dia adalah orang yang bisa kamu ajak bermusyawarah di kemudian hari. Biarkan Fajri memperjuangkanmu dengan cara menghormati orangtuanya. Mama dan papa tak akan mengatakan apapun, soal persetujuan ini, karena mama ingin membuktikan tekadnya untuk menikahimu." Mama menepuk punggung tangan Diah dengan lembut.
"Aku takut Fajri melawan papa dan mama demi niatnya." Diah menggumam dengan nada cemas. Doddy memang bukan orang yang banyak bicara tetapi dia sangat keras hati dan teguh pendirian.
"Dia harus kuat memperjuangkanmu, karena dengan menikahimu, ada seorang anak yang harus diperlakukannya seperti darah dagingnya sendiri. Itu adalah hal yang tidak mudah bagi seorang laki-laki jika dia hanya mengarahkan matanya pada dirimu. Selama dua minggu ini, berikan dia waktu menentukan sikap. Percayalah jika dia lebih memilih mengutamakan ibadah kepada Allah dan mendengarkan orangtuanya, maka kamu akan di muliakannya sebagai istri." Mama Doddy melebarkan tangannya dan merengkuh Diah, menepuk punggung perempuan yang kini terisak-isak dalam pelukannya.
"Kami akan pergi umroh dalam dua minggu ke depan, jika Fajri memilih untuk ikut maka dia akan bertemu denganmu." Mama Doddy melepaskan pelukannya saat isakkan Diah mereda.
"Bagaimana...bagaimana kami bisa bertemu?" Diah bertanya dengan sedikit bingung.
"Apakah kamu ingin, menikah di tanah suci?"
Diah terperangah, takjub dengan pertanyaan yang di lontarkan oleh mama Doddy.
__ADS_1
"Dulu, papa dan mama ingin sekali menikah di Mekkah, tapi tidak kesampaian. Fajri adalah anak mama satu-satunya, mama berharap menjadi saksi pernikahannya dan salah satu cita-cita mama melihatnya mengucapkan ijab qobul pada sebuah mesjid di Mekkah . Jika niatmu dan Fajri sudah mantap, mama ingin kalian menikah di sana."
"Mama? Apakah aku sedang bermimpi?" Diah merasa seperti sedang bermimpi, dia menggigit bibirnya sendiri, memastikan rasa sakit saat giginya menggigit bibirnya sendiri. Setiap pasangan di dunia ini tentu saja mempunyai mimpi bagaimana dia bisa membuat satu hari sakral yang terindah dalam sebuah ritual pernikahan itu menjadi hari terbaik di ingatan mereka, tetapi untuk pasangan muslim tentu saja menikah di tanah suci adalah suatu impian yang luar biasa.
Diah pernah menikah dengan cara yang sangat sederhana di depan penghulu bersama Bram, walaupun demikian dia tetap menganggap, pernikahan itu sangat sempurna. Tetapi, tak sekalipun dia pernah bermimpi akan menikah dengan seseorang yang begitu mencintainya di tanah suci. Itu seperti memandang langit, berharap menjadi bintang, dan tentu saja harapan itu terlalu tinggi.
"Berjanjilah pada mama, jangan katakan apapun pada Doddy, biarkan dia berfikir menyelami hatinya, sebesar apa dan dengan cara apa dia memperjuangkanmu di depan mama dan papa. Perempuan tentu lebih bahagia jika pasangannya sungguh-sungguh memperjuangkannya."
Tak pernah Diah menemukan mata setenang telaga seperti yang dimiliki oleh mama Doddy, perempuan ini adalah ibu yang benar-benar luar biasa
"Ya, Allah..." Tangis Diah pecah tak lagi bisa di tahannya, dadanya terasa begitu sesak oleh rasa haru yang seolah ingin meledak, bahkan tanpa sadar dengan gemetar dia bersimpuh di kaki mama Doddy.
Dengan sigap perempuan setengah baya itu memegang lengannya dan memintanya berdiri.
"Jangan bersujud di kaki manusia, sujudlah dalam rasa syukur kepada Allah, nak. Setiap jalan hidup manusia, Tuhanlah yang maha mengaturnya."
__ADS_1
Dan perempuan itu meraih tubuh Diah memeluknya dengan lembut, seperti seorang ibu yang sangat mencintai anaknya. Diah tak bisa berhenti menangis, dalam kebahagiaan yang tak terperi.
Itulah pembicaraan yang menguras semua air mata Diah, bahkan dia tak tahu harus mengucapkan apa, Tuhan benar-benar telah menggantikan setiap luka yang pernah di alami Diah bahkan berlipat kali ganda. Kebahagiaan yang di berikan padanya membuat Diah benar-benar takjub, buah kesabaran, airmata, dan kesetiaan yang di bawanya dalam tahajud serta keikhlasan, Allah lebih tahu bagaimana membayarnya dengan cara yang tak terbayangkan oleh manusia.
(Akhirnya, Othor UP di subuh senin, yaaaa....ππ please VOTE untuk mama Doddy yang super keren iniππ Nantikan lanjutannya, saat Doddy bertemu dengan Diah di tanah suci, Mekkah di ekstra part lanjutannya β€οΈπ€π€π€
Di part selanjutnya akan ada ijab qobul, ya...π Hanya untuk kalangan terbatas, keluarga inti saja, othor aja gak di undang nih, demi khidmatnya acara ππ
Tapi tenang saja, kita bakal di undang pada acara resepsi di sebuah hotel bintang lima Surabayaππβ€οΈβ€οΈ)
...Terimakasih sudah membaca novel ini dan selalu setia, kalian adalah kesayangan othorπ€ i love you full....
Jangan Lupa VOTEnya yah untuk mendukung novel ini, biar othor tetap semangat menulisππππ
__ADS_1
...VOTE, LIKE dan KOMEN kalian selalu author nantikan, ya...