Menikahi Tunangan Adikku

Menikahi Tunangan Adikku
EPISODE 143 DADDY UNDUR-UNDUR


__ADS_3

Sarah masih terlelap ketika sebuah ciuman mendarat di bibirnya.


Sarah membuka matanya lebar-lebar, membeliak karena terkejut.


"Sayaaang!" Sarah melotot pada suaminya itu.


"Kenapa?" Wajah Raka yang sumringah menatapnya.


"Kamu mengejutkan aku." Sarah mencubit pipi suaminya yang hanya sejengkal dari depan hidungnya.


"Kamu kira siapa?" Raka merengut.


"Gunderuwo." Sahut Sarah asal.


"Astaga, suami setampan ini, kamu kira hantu." Raka mendekatkan wajahnya lagi, lalu sebuah ciuman kedua mendarat di bibir Sarah, mulut Raka berdecak mengulum bibir Sarah seperti seseorang yang sedang menikmati permen saja, membuat Sarah cekikikan karena geli, rasanya menyenangkan saat suaminya membangunkannya dengan sebuah ciuman. Lalu dengan bibir yang dimanyunkan Sarah mendorong wajah sang suami.


Dengan enggan dia bangun, sambil bergelayut di leher suaminya


Sarah menaikkan alisnya, menggosok matanya yang masih mengantuk. Dia tertidur pada saat hari hampir sore, karena kelelahan meladeni Rae yang aktifnya luar biasa mungkin karena dia baru belajar merangkak itu, dia akhirnya terlelap setelah menidurkan Rae dipelukannya.


"Ini sudah jam berapa?" Tanya Sarah sambil mengusap wajahnya.


"Hampir gelap, aku terpaksa membangunkanmu, biar mandi dan makan dulu baru melanjutkan tidurmu." Raka berdiri ketika Sarah sudah duduk dengan kesadaran penuh dari tidurnya.

__ADS_1


"Rae mana?" Dia segera tersadar Rae tidak lagi di sampingnya. Dia keabakan sendiri, rasanya terakhir kali, bayi itu masih dalam di sampingnya. Sarah sekarang agak protektif terhadap anaknya sejak kejadian beberapa hari yang lalu di butiknya. Kejadian itu masih menyisakan sedikit trauma di dalam hatinya.


"Rae lagi dengan mama, setelah di mandikan oleh suster, tadi pasaku datang anakmu itu sedang memainkan jempol kakimu."


"Hahhh...masa aku sampai tak tahu Rae mainin jempol kakiku." Sarah menggaruk-garuk kepalanya.


Sekarang Sarah dan Raka tidak bisa lagi tidur di ranjang yang tinggi karena Rae yang sudah bisa merangkak itu, kalau dia bangun sendiri, dia tidak menangis seperti biasanya tapi sibuk berusaha merangkak ke sana kemari, jatuh bangun tak perduli dia masih belum bisa terlalu lama duduk.


Karena itu Raka membelikan bed tidur yang hanya sejengkal dari lantai, takutnya saat mereka sedang tidur atau lengah Rae bisa jatuh ke bawah jika mereka masih menggunakan tempat tidur tinggi.



Menjelang tujuh bulan, baby Rae sudah dapat memutar badan dan menegakkan punggungnya untuk dapat duduk lebih lama. Biasanya dia akan duduk beberapa menit kemudian kehilangan keseimbangan jika tidak ada orang yang menahan tubuhnya.


Lucunya lagi, Rae merangkak mundur, sehingga dia selalu di panggil Raka baby undur-undur.


"Ya, tidak apa-apa aku jadi daddy undur-undur, yang penting kamu mommynya undur-undur." Raka cengengesan menanggapi sang istri yang suka sewot jika Rae di panggil macam-macam.


Hari ini, Rae memang agak sedikit rewel setelah kemarin di berikan vaksin DPT, badannya sedikit panas. Karena itu Raka tak mau jauh-jauh dari Rae.


"Rae masih hangat badannya, aku jadi cemas." Keluh Raka, dia selalu kuatir berlebihan jika menyangkut Rae.


Sarah berdiri, badannya terasa tidak nyaman beberapa hari ini. Kepalanya sering pusing dan badannya terasa pegal, mungkin efek dari kelelahannya beberapa minggu belakangan, akibat banyak kejadian yang tidak hanya mrnguras energinya tetapi juga otaknya, jika malam nanti Rae mengajaknya bergadang, dia akan angkat tangan dan menyerahkan semua urusan pada daddynya itu.

__ADS_1


"Aku sudah memberikannya penurun panas, Rae baik-baik saja." Sarah menenangkan Raka, meskipun dia sendiri juga cemas, mengurus anak pertama memang belum berpengalaman jadi jika ada sesuatu yang berhubungan dg anak, selalu menjadi paranoid.


Untung mama Raka adalah super grandma yang sangat berpengalaman bahkan sekarang saat melewati 6 bulan sang mama sudah mengajarkan Sarah mengenalkan makanan pendamping selain ASI .Dan dalam dua bulan ini juga Rae sudah merasa tak cukup hanya ASI, jadi kerempongan setiap malam Raka adalah membantu Sarah membuatkan susu untuk Rae.


"Semoga malam nanti dia tidak rewel." Timpal Raka.


"Sayang, aku akan mandi." Raka menuju kamar mandi. Sarah yang masih merapikan beberapa kain milik Rae yang berserakan di atas tempat tidur hanya mengangguk.


Tapi tak sampai lima menit, terdengar teriakan dari kamar mandi.


"Sayaaaaang....!!"


Sarah mengernyit dahi, suara Raka terdengar samar di telan ruangan yang tertutup itu.


Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka sedikit, Raka menjulurkan kepalanya dari sana.


" Sayang, tolong aku..." Wajah itu begitu memohon.


(Hari ini double UP ya, nantikan lanjutannya malam ini🤭🤭)



...Terimakasih sudah membaca novel iniā¤ļø......

__ADS_1


...VOTE, LIKE dan KOMEN kalian selalu author nantikan😊...


...I love you allā¤ļø...


__ADS_2