Menikahi Tunangan Adikku

Menikahi Tunangan Adikku
EKSTRA PART. MENCINTAIMU DENGAN SEDERHANA


__ADS_3

"Ayo kita lakukan saja sekarang, sayang. Aku tak sanggup lagi kamu bawa berputar-putar." Doddy menarik gaun Diah melewati bahunya yang putih mulus itu.


Diah mendelik pada Doddy, saat dengan berani Doddy menarik pakaiannya sampai area dadanya terbuka.


"Kamu membuatku gila." Desis Doddy.


Dan dalam tanpa berbicara lagi, Doddy menjelajah semua lekuk yang terhampar di depannya, membiarkan Diah menggeliat tanpa sempat protes.


Jemari Diah terkepal, *******-***** gaunnya, saat Doddy memberikannya ciuman sekali lagi, yang ini terasa panas dan panjang, lehernya terasa mengejang menyambut ciuman Doddy.


Doddy mulai menjelajah leher jenjang Diah, nafas Diah tersengal-sengal sendiri. Doddy sangat bersemangat.


Dara memejamkan matanya, bibirnya di gigitnya dengan kuat, dia hampir tak mampu mengendalikan perasaannya yang terhanyut dalam gairah itu.


"Ukh..."


Doddy benar-benar tak perduli bagaimana Diah menggelinjang dalam pelukannya, dia tak mau lagi menunggu seperti biasa, seperti seorang murid menunggu mentornya.


"Aku...aku mencintaimu." Doddy menyosor sambil terus berbisik, seolah tak puas jika tangan dan mulutnya saja yang bergerak.


Diah berdecak kecil ketika bibir bawahnya di gigit lembut oleh Doddy.


Lalu dengan berani Diah menyambut ciuman itu, balas menggigitnya, sekilas dan lembut tapi membuat Doddy seketika semakin merasa terbakar.


Saat Diah melepaskan ciumannya, Doddy dengan sigap menahan bibir Diah yang tipis basah itu, memagutnya seolah ingin melahapnya sampai habis.


Wajah Diah yang merona, semula matanya yang sempat terbuka karena terkejut, menutup kembali, menikmati semua kemesraan yang sedang di berikan oleh suaminya itu.


Ciuman itu menjelajah sampai leher dan bawah telinganya, kemudian turun hingga ke bagian dada Diah yang kini hampir tak berpenutup.


"Aku tak tahan lagi." Doddy memohon seperti anak kecil ketika Diah menahan tangannya yang sudah mengarah ke sana kemari tak beraturan.


Diah membuka matanya sebentar,


"Apa yang bisa ku lakukan jika suamiku menginginkannya." Diah menyahut dengan kelopak matanya sedikit terbuka, seperti seseorang yang sudah tak berdaya.


"Istriku?" Bisik Doddy sambil menelan ludahnya, kesabarannya sudah habis.


Tangan Doddy yang aktif segera menyibakkan semua hal yang menghalangi pandangannya, dia sungguh tak puas jika ada ada sesuatu yang melekat dan membuat pandangannya terhalang pada semua area yang sangat ingin di lihatnya.

__ADS_1


Diah sama sekali tak menyahut, saat Doddy mulai bergerilya. Merayapkan tangannya di sekujur tubuhnya, mencium dan mengecup setiap lekukan tubuhnya, membuat gaunnya nya itu terlepas bagian demi bagian.


Doddy seolah ingin mempertontonkan pada istrinya, sekarang dia lah yang memandu perjalanan, Diah hanya perlu berpegang padanya.


Suara nafas mereka beradu, Doddy melihat Diah yang terlent4ng begitu pasrah semakin berani, sehingga dengan berani di singkirkannya gaun yang masih menutup bagian bawah perut istrinya.


Dan dalam beberapa saat kemudian, Doddy menancapkan pusakanya di sambut d3sisan dari mulut Diah yang tak mampu mengucapkan apa-apa. Dua insan itu sudah tak ingat lagi bahwa langit di luar di gelayuti mendung, bunyi guntur yang menggaung sama sekali tak terdengar lagi, bahkan jikapun hujan badai mendera di luar sana, dua orang yang sedang di mabuk cinta itu sungguh tak perduli.


Doddy benar-benar menikmati perannya sebagai seorang suami, saat menundukkan Diah di atas peraduan. Dia tak perlu takut lagi, ketika membuka mata, Diah ada di dekapannya dalam kepasrahan.


Dua orang itu berpacu dengan irama jantungnya sendiri, saling mencari dan menggapai, menuju puncak kahyangan di mana sejuta k3nikm4tan sedang berusaha mereka rengkuh.


D3s4h nafas beradu, semakin kuat semakin tak beraturan seiring keringat yang membuat sekujur tubuh mereka lengket dan basah.


Dan di akhir perlombaan itu, dalam waktu hampir bersamaan Diah dan Doddy mem3kik kecil. Peperangan itu usai dengan keduanya berpelukan erat.


"Apakah kamu mencintaiku?" Tanya Doddy di telinga Diah sambil mengatur nafasnya.


"Aku mencintaimu melebihi siapapun laki-laki di dunia ini." Jawab Diah, sambil bergelung di pelukan Doddy sambil menutup tubuh polos mereka dengan selimut.


Doddy tersenyum puas mendengar jawaban Diah.


"Aku ingin mempunyai beberapa bayi denganmu." Ucap Doddy dengan nada suara malu-malu.


"Benarkah?"


"Aku juga ingin memberikan adik untuk Bella, jadi tidak ada salahnya kita memberinya beberapa adik." Diah berseloroh.


"Ok...sepakat. Beberapa anak, ya."


"Insyaallah, jika Allah mengizinkan."


Doddy tersenyum lebar sambil menciumi puncak kepala samg istri yang sedikit basah.


"Terimakasih telah kembali ke dalam hidupku, Diah. Aku hanya ingin mencintaimu dengan sederhana. Mewujudkan mimpi-mimpiku yang tertunda bersamamu." Bisik Doddy.


Diah mendonggak ke arah wajah Doddy yang tampak menatap ke arahnya dengan pandangan begitu mengagumi.


"Aku ingin mencintaimu dengan kata yang tak sempat diucapkan di masa lalu. Seperti kayu kepada bara api yang menjadikannya abu tanpa sempat menyadarinya bahwa mereka telah terbakar bersama-sama. Hanya sesimpel itu. Dulu mungkin perasaan itu hanya serupa isyarat yang tak tersampaikan, seperti mendung yang segera menjadi hujan. Dan ketika sadar, kita telah terpisah begitu saja meski sesungguhnya sudah tenggelam sebagai lautan. Aku selalu ingin mencintaimu, entah di manapun akhirnya kita dipertemukan."

__ADS_1


Diah tak berkedip menatap pada Doddy yang merangkai kalimat panjang itu tanpa jeda, seolah dia seorang penyair yang sedang tampil di depan kekasihnya.


"Kau...? Dari mana kamu dapatkan kata-kata seindah itu?" Tanya Diah dengan pandangan terpesona.


"Aku menuliskannya, terinspirasi dari sebuah puisi salah seorang penyair di sebuah buku pada perpustakaan sekolah, pada saat pertama kali aku di pindahkan dari Surabaya ke Jakarta. Dan aku kira tak pernah lagi bisa bertemu denganmu. Tetapi Tuhan tak pernah bisa di tebak, sekarang kamu adalah istriku. Dan aku rasa, aku wajib membacakannya untukmu." Doddy menarik lembut dagi Diah.


"Maafkan aku, telah membuatmu harus menunggu lama." Diah berucap dengan suara terharu.


"Aku tak perduli harus menunggu selama apapun, Aku tak perduli andai kamu harus melewati seribu percintaan untuk akhirnya menjadi milikku. Aku tak perlu menjadi yang pertama karena menjadi yang terakhir jauh lebih indah."


"Kenapa...kenapa kamu begitu mencintaiku?" Suara Diah seolah tercekat di kerongkongannya, dagunya di letakkannya di atas dada Doddy.


"Aku tak punya alasan apapun, kenapa begitu mencintaimu..." Doddy terdiam sejenak seperti berusaha memikirkan sesuatu.


"Hanya saja aku merasa, aku mencintaimu bukan karena kesempurnaanmu tetapi karena kamulah yang menyempurnakanku."


Dua bulir bening jatuh di sudut mata Diah. Di raihnya tangan Doddy, dan mencium punggung tangan dan jemari lelaki itu.


"Terimakasih ya Allah, telah memberikanku suami yang sempurna."Bisiknya dengan suara bergetar.


Seiring derai hujan di luar memecah malam, mereka saling berpelukan dengan kebahagiaan, larut dalam perasaan masing-masing, Doddy yang menemukan kembali cinta pertamanya dan Diah yang memeluk cinta terakhirnya.



"Cinta memang tak pernah bisa di tebak, dia adalah misteri yang tak bisa di jabarkan dalam kata-kata, cinta tak harus punya alasan untuk memilih tempatnya tinggal. Dia adalah perasaan, yang bahkan tak bisa di pandang, di undang dan di buang."



"Teruslah berada di tempat yang lurus, jika kamu ingin bertemu cinta. Karena cinta yang tulus akan menemukan hati yang sungguh-sungguh dengan caranya sendiri. Cinta bukan soal kesempurnaan tetapi hanya tentang saling menyempurnakan🥰"



Sekali lagi author mengucapkan terimakasih tetap mengikuti novel ini sampai dengan ekstrapartnya, mari bijak dalam membaca, ambil yang baik, buang yang tak bermanfaat. Karena author sadar setiap cerita tak ada yang sempurna. Love You all my readers.


Main lead di novel ini memang Sarah dan Raka dan kisah cinta mereka yang manis, tapi pasangan secound lead Diah dan Doddy juga punya kisah cinta sendiri yang tak kalah indahnya. Semoga kisah cinta dari dua latar belakang kepercayaan yang berbeda ini bisa menjadi pelajaran dan inspirasi kita 😊 Atau setidaknya bisa menghibur kita di sela waktu senggang😁



Terimakasih sudah membaca novel ini dan selalu setia, kalian adalah kesayangan othor🤗 i love you full....

__ADS_1


Jangan Lupa VOTEnya yah untuk mendukung novel ini, biar othor tetap semangat menulis😂🙏🙏🙏


...VOTE, LIKE dan KOMEN kalian selalu author nantikan, ya...


__ADS_2