Menikahi Tunangan Adikku

Menikahi Tunangan Adikku
EPISODE 153 APAPUN UNTUKMU


__ADS_3

"Kita kemana, sayang?" Sarah mengikuti langkah Raka menuju mobil.


"Nanti kamu akan tahu sendiri." Jawab Raka sambil membuka pintu mobil. Sarah duduk di sampingnya dengan sedikit penasaran.


Dari bangun pagi Raka sudah bersikap misterius.


"Kamu harus ikut aku, sayang." Kata Raka.


"Kemana?"


"Bertemu bu Indah."


"Aku sudah tidak berminat bertemu bu Indah." Tolak Sarah, dia merasa tidak enak, beberapa hari ini bersikap cemburu pada Raka tapi ternyata dia selalu salah mengira.


Apalagi sekarang Raka sangat ingin menpertemukannya dengan bu indah, dia sungguh tidak berminat lagi, meskipun Raka tidak menjelaskan perihal siapa sebenarnya bu Indah itu.


Seperti pepatah, apa yang di sebunyikan akan lebih membuat penasaran daripada apa yang ditunjukkan. Begitu pula halnya dengan misteri ibu Indah ini, Sarah yakin tidak ada yang patut di cemburui darinya.


"Kamu tidak penasaran lagi dengan bu Indah?" Goda Raka.


Sarah menggeleng dengan tersipu.


"Tapi aku harus bertemu dengannya."


"Ya, terserah kamu sayang..."


"Beneran, nih?"


"Benar, swear!"


"Bu Indah cantik, lho."


"Biarin." Sarah memanyunkan bibirnya.


"Tidak curiga lagi dengan bu Indah?"

__ADS_1


Sarah menjawab pertanyaan Raka dengan sebuah cubitan kecil.


"Kamu kalau lagi cemburu lucu sayang..." Raka tergelak.


"Yang cemburu siapa? Ge-er."


"Kalau lagi marah ternyata galakan dari macan."


Sarah benar-benar jengkel, Raka suka sekali menggodanya.


"Kita langsung menjenguk apartemenmu, katanya mau di sewakan?"


Sarah menganggukkan kepalanya, akhirnya setuju, untuk menemani Raka bertemu partner bisnisnya yang bernama bu Indah itu, meskipun dia enggan.


Perjalanan mereka tidak sampai setengah jam, ketika Raka menghentikan mobilnya di depan sebuah rumah dengan desain classic modern yang mewah. Pekarangannya juga cukup luas.


Seseorang membuka pintu pagar untuk mereka, dia si Rian, asisten baru Raka.


"Ini rumah siapa?" Sarah bengong sendiri, bahkan rumah ini lebih besar dari rumah orangtua Raka yang menjadi tempat tinggal mereka sekarang.


Rian baru kali ini melihat, suami istri yang begitu serasi dan menerbitkan rasa iri, satunya tampan satunya cantik. Dan mereka tampak lengket seperti perangko. Sebagai seorang jomblo akut, dia hanya bisa mengurut dadanya, berharap segera di kirimkan jodoh secantik istri bosnya itu.


"Selamat datang pak Raka, bu Sarah..." Seorang perempuan setengah baya dengan penampilan modern serta kacamata besar menyambut dengan ramah.


"Oh, terimakasih bu Indah." Raka menyalami perempuan berumur yang tampak menyenangkan itu.


"Perkenalkan sayang, ini ibu Indah, jasa desain interior."


Sarah melongo sesaat ketika menyalami perempuan bernama bu Indah ini.


"Oh, senang bertemu dengan ibu Sarah." Bu Indah tersenyum.


"Foto profilnya itu, foto anak bungsunya...jadi jangan cemberut lagi." Raka berbisik di telinga Sarah yang madih tercengang, bingung.


"Pak Raka selalu menceritakan tentang bu Sarah, dan benar-benar tidak berlebihan jika pak Raka selalu memuji bahwa istrinya ini sangat cantik dan ingin memberikan hadiah terbaik ibu Sarah." Lanjut Bu Indah.

__ADS_1


"Hadiah?" Sarah menoleh pada suaminya, tertegun.


"Rumah ini adalah hadiah ulang tahun untukmu, sayang." Raka menatap Sarah dengan puas, merentangkan tangannya pada Sarah. Dengan masih bingung Sarah memeluk suaminya itu.


"Ini benar-benar hadiah ulang tahun untukku?" Tanya Sarah lagi, tidak yakin.


"Ya, sayang...ini hadiah untuk istriku yang telah melahirkan bayi yang tampan dan lucu, hadiah telah mendampingiku dan mau menjadi istriku." Raka terkekeh, Sarah tak bisa menahan haru biru yang menyergap seketika.


"Terimakasih sayang...terimakasih." Air mata Sarah keluar begitu saja. Rasanya dia tak pernah bisa berhenti untuk mengagumi setiap kejutan yang di berikan suaminya itu padanya.




"Kamu menyukainya, sayang?" Raka bertanya setengah berbisik di telinga Sarah.


"Aku menyukainya sayang....sangat suka. Ini indah sekali." Sarah menciumi pipi Raka dengan penuh rasa terimakasih, bu Indah yang berada di sana hanya tersenyum, melihat bagaimana pasangan suami istri ini begitu mesra dan saling menyayangi.


"Ini terlalu besar sebenarnya..." Sarah melepaskan pelukannya dari Raka sambil menyeka air matanya, tersipu dengan raut merona, karena sesaat dia tak menyadari ada orang kain selain mereka berdua di teras rumah besar itu.


"Tak ada yang terlalu besar untukmu, sayang..." Raka menepuk bahu sang istri.


"Apapun bisa ku berikan untukmu." Lanjutnya sambil mengerling pada Sarah.


"Silahkan untuk masuk, rumah ini telah seratus persen siap di huni. Sesuai permintaan pak Raka, untuk rumah klasik modern ini, interiornya juga klasik modern tetapi berpadu gaya kontemporer." Bu Indah membuka pintu ruang tamu


"Menurut pak Raka, bu Sarah ini mempunyai kepribadian yang simpel tapi berkelas karena itu saya menerapkan konsep interior rumah sederhana tapi mewah, simpel tapi elegan."


Sarah tak terlalu memperhatikan lagi apa yang dijelaskan oleh bu Indah, yang dia tahu, matanya tak berhenti mengagumi rumahnya yang seperti istana itu.


"Terimasih, sayang...Terimakasih." Sarah memeluk Raka sekali lagi. Dia tak tahu harus mengucapkan apa lagi, saat melangkah memasuki rumah, yang kini akan menjadi tempatnya menghabiskan sisa hidupnya bersama Raka dan keluarga kecil mereka.


(Di part-part berikut, Sarah yang kasih surprise, ya🥰)


...Terimakasih sudah membaca novel ini❤️......

__ADS_1


...VOTE, LIKE dan KOMEN kalian selalu author nantikan😊...


__ADS_2