Menikahi Tunangan Adikku

Menikahi Tunangan Adikku
EPISODE 217 KEBAHAGIAAN YANG SEMPURNA


__ADS_3

"Rae...Rae bisa berjalan tidak jatuh-jatuh lagi..." Raka terpesona pada bayinya yang tampak berjalan dengan sombongnya meski dalam langkah tergesa yang lucu tapi dia sudah tak lagi berpegangan di pinggir dinding atau tepi kursi.


"Anakku bisa berjalan sendiri..." Sebagai seorang ayah yang selalu mengikuti tumbuh kembang anaknya melihat bagaimana Rae sekarang sudah sangat pesat pertumbuhannya, Raka terkagum-kagum.


"Sayang, lihat anakmu..." Raka menunjuk ke arah Rae yang mengejar bolanya tanpa perduli sekelilingnya meskipun dengan jatuh bangun.


"Dari kemarin dia sudah begitu, daddynya kemana saja?" Sarah mencibir manja pada Raka.


"Tapi hari ini dia berjalan tanpa jatuh-jatuh lagi, sayang..."


"Bulan ini dia setahun, lho...jadi wajar saja dia sudah bisa berjalan."


"Eh, Rae mau ulang tahun, ya..." Raka menangkap tubuh anaknya itu dengan gemas.


Rae tertawa senang saat sang daddy melambungkan tubuhnya dalam gendongan daddynya.


"Ta...ta...ta...boa..." Rae mengoceh sambil menunjuk ke arah bolanya.


"Undur-undur Daddy mau main bola?" Raka menggoda Rae, tidak mau melepaskan bayinya itu meskipun Rae menggeliat mau melepaskan diri.


"Sayang...aku mau kasih hadiah untukmu..." Tiba-tiba Sarah mendekat dengan sikap yang aneh.


"Apa?"


"Apa yang paling kamu inginkan tahun ini?" Sarah balik bertanya dengan masam mesem.


"Apa, ya?" Raka mendelik lucu.


"Yang paling kamu inginkan!" Sarah mengalungkan tangannya di leher Raka dari belakang.


"Em...punya rumah sendiri, punya jet, punya mobil lagi? rasanya sudah punya semua." Raka tampak berpikir keras.


"Yang lain...?"


"Memberikan pelajaran kepada Sally dan mamanya yang jahat? sepertinya sebentar lagi..." mimik Raka terlihat jenaka.


"Sesuatu yang mau kamu tambah lagi, kira-kira apa?"


"Apa, ya? Istri?"


"Ih....kok istri! Memangnya kamu mau tambah istri?" Gantian Sarah yang mendelik. Wajah mereka saling bertemu dengan lucu ketika Raka menoleh.


"Kan katanya nambah?"


"Tapi bukan istri juga, ah!" Sarah tampak ngambek.


"Terus apa?"


"Kalau aku bisa kasih sesuatu yang bisa bikin kamu bahagia hari ini, kira-kira aku dapat apa?"Sarah menggoda.


"Aku mau kasih kamu apa? semua kamu punya...malah di kantor kayaknya kamu ibu bos deh. Barang apa yang tidak kamu bisa dapatkan?" Raka mengerutkan keningnya dengan jenaka.


"Pokoknya kamu harus kasih aku hadiah nanti."

__ADS_1


"Ini mau kasih suprise tp minta di surprisekan juga..." Raka geleng-geleng kepala.


"Kalau ku kasih kukuk? mau?"


"Aaaaa....itu sudah biasa...."Sarah cemberut.


"Tapi nanti ku kasih pita-pita dia, biar mirip kado..." Sahut Raka yang membuat Sarah langsung tergelak.


"Aku mau kamu temani aku shopping."


"Eh, sejak kapan kamu suka shopping?"


"Aku mau jalan-jalan seharian ngider mall."


"Oalah sayang...jangankan cuman ngider mall, ngider satu surabaya ini juga aku oke...!" Raka tertawa sambil sempat-sempatnya mengecup pipi Sarah.


"Janji, ya..."


"Swear, janji putih sayang! Terus surprisemu apa?" Tanya Raka dengan tidak sabaran.



"Coba kamu buka ini..." Sarah mengeluarkan sesuatu dari balik bajunya, sebuah kotak kecil panjang, seukuran pen, terbungkus kertas kado rapih lengkap dengan pita warna merah.


"Apa ini?" Raka menatap Sarah dengan pandangan bingung dan curiga.


"Buka saja..."


"Bukan bom kan?"


"Apa, sih...kamu bikin aku takut saja."


"Eh, kenapa jadi takut?"


"Tidak biasanya..."


"Aduhhh....cepat buka." Sarah mengomel, malah dia yang menjadi tak sabaran.


Raka membuka bungkusan kecil itu, dan ketika kertas kadonya di singkirkan , masih tersembunyi dalam kotak kecil.


"Sayang, aku gugup..."


"Kok, gugup?"


"Ini baru pertama kali dapat kado dari istri."


"Tapi ultah kamu tahun kemarin aku service full, lho."


"Tapi yang bungkus-bungkus begini belum pernah."


"Aduh, sayang...cerewet amat." Sarah benar-benar manyum dengan gaya suaminya itu yang lama-lama bikin kesal.


Dengan penuh penghayatan Raka membuka kotak di tangannya.

__ADS_1


Sebuah test Pack!


Mata Raka terbelalak pada test pack dengan dua garis merah di tengahnya.


"Ini...ini serius?"Raka benar-nenar gemetar meraih test pack itu.


Sarah senyam senyum padanya.


"Ini bukan prank, kan?" Raka menarik tubuh Sarah ke hadapannya.


Babby undur-undur yang merengek minta bolanya yang masuk ke bawah sofa sudah tak lagi menarik perhatiannya.


"Masa prank, sih?" Sarah duduk dengan manja di pangkuan Raka.


"Kamu hamil?" Tanya Raka tak berkedip.


Sarah menganggukkan kepalanya dengan mata berbinar.


"Rae mau punya adek bayi?"


"Iya..."


"Aku akan jadi daddy dengan dua baby?"


"Iyaaa..."


"Astaga sayang...kamu benar-benar membuatku bahagiaaaa..." Dengan wajah mengharu biru dan kebahagiaan yang tak bisa di ungkapkan, Raka memeluk Sarah kuat-kuat. Diciumnya sang istri dengan bertubi-tubi.


Sesuatu yang sangat di inginkannya dan Sarah tahu sekali itu apa.


"Kenapa tidak bilang-bilang kalau kamu hamil?"


"Lah, ini baru bilang..." Sarah tersipu manja di peluk dan di ciumin Raka.


"Sudah tiga minggu aku telat haid tapi perasaanku biasa-biasa saja, tidak seperti hamil Rae. Jadi, baru testnya tadi pagi. Maunya kasih kejutan nanti malam tapi akunya tidak tahaaaan..." Sarah menggeliat manja di pangkuan Raka.


"Sayaaaang, terimakasih...terimakasih..." Raka memeluk erat Sarah, Rae yang sedari tadi merengek menghambur ke arah daddy dan mommynya, dia paling tidak tahan kalau melihat mommynya di sayang-sayang sang Daddy pasti ikut nimbrung juga, minta di peluk.


"mom...dy...mom...dy..." Si kecil Rae yang lucu mengangkat dua tangannya ke arah daddynya.


"Aduh, Rae...mommymu sama adek bayi sudah borong tempat ini, kamu berdiri saja yaaaa..."


Seperti mengerti daddynya ngomong apa, Rae pasang wajah mewek bersiap menangis. Sarah dan Raka tertawa berbarengan.


Tak ada yang melebihi kebahagiaan keluarga kecil itu saat mereka menerima hadiah dari Tuhan dari doa dan permohonan.


Tak ada yang lebih dari sebuah keinginan Raka, mendapatkan karunia seorang bayi yang akan menambah ramai rumah mereka.



(Hari ini double UP, ya...khusus part Raka dan Sarah dulu. Sebelum masuk part-part kehancuran Mytha dan Sally. Semoga segera tamat, yaaaa☺️ . Di ekstra part setelah tamat ada kisah cinta Diah dan mas dodod yang sedikit....em...apa ya...rumit tapi manis😅)


...Terimakasih sudah membaca novel ini dan selalu setia mengikuti perjalanan hidup Sarah dan kisah cintanya bersama Raka🤗...

__ADS_1


...VOTE, LIKE dan KOMEN kalian selalu author nantikan, ya☺️...


__ADS_2