Menikahi Tunangan Adikku

Menikahi Tunangan Adikku
EKSTRA PART. HARI BAHAGIA


__ADS_3

Resepsi pernikahan Doddy dan Diah diselenggarakan di sebuah hotel, sangat berkelas dan mewah.


Detilnya diatur sedemikian rupa meski terlihat simpel namun begitu elegan.


Para tamu yang sebagian besar adalah kolega bisnis tak urung kagum dengan pernikahan itu.



Keluarga Diah dan kerabatnya hadir, pun begitu juga keluarga besar Doddy.


Diah begitu anggun dengan menggunakan gaun pengantin modern berwarna putih bersih model off shoulder dipadukan dengan brokat klasik pada seluruh bagiannya dan tentu saja mama Doddy tak ingin melewatkan memberi sentuhan kristal swarovski yang bertaburan seperti bintang-bintang, membuat penampilan Diah benar-benar seperti seorang princess.


Gaun itu panjang menjuntai jatuh menutupi sepatunya yang berwarna putih dengan lapisan brokat warna senada.



Meski polesan Make Up Diah tidak bold, dia benar-benar mempesona. Penampilan Diah benar-benar simpel, wajahnya dipulas make up natural warna nude yang lembut. Rambut panjangnya juga hanya di ikat sederhana modeldi belakang tengkuk diberi sentuhan hanya sebuah hiasan tiara cantik di atas kepalanya yang diberi kerudung transparan.


Untuk acara resepsi ini, keluarga bersepakat supaya Diah tampil menggunakan gaun pengantin yang bergaya internasional.


Mama papa Doddy adalah orang yang berjiwa modern meskipun dalam hal mendidik anaknya mereka begitu disiplin dan protektif.



Doddy sejenak terpana ketika melihat Diah berjalan memasuki ballroom, dia serupa dewi yang sedang berjalan di atas permadani.


"Lihatlah pengantinmu datang." Raka berbisik pada Doddy yang matanya seperti tersihir pada istrinya itu, Raka adalah orang yang cukup dekat dengan Doddy sehingga menjadi salah satu yang mendampingi keluarga Doddy dalam menerima tamu, dia dan Sarah merupakan undangan khusus dalam acara yang di helat hari itu.


"Ya..." Doddy hanya menyahut singkat, matanya tak berkedip.

__ADS_1


"Mereka selalu saja bisa menyihir kita kalau menggunakan gaun pengantin seperti itu." Kata Raka lagi sambil nyengir, meskipun matanya sebenarnya sedang melirik pada Sarah yang berada di belakang Diah bersama mama Doddy dan mama Diah dan tentu saja Bella yang megang buket di tangannya, seperti puteri dengan tiara di atas kepalanya, tangannya yang lain memegang jemari mamanya sambil tersenyum ceria.



Sarah yang berada di belakang Diah tak kalah anggunnya dengan gaun warna soft pink yang manis, tatanan rambutnya yang bervolume membuatnya terlihat lebih dewasa.



"Dia selalu saja membuatku tak bisa berkedip." Raka menggelengkan kepalanya sedikit.


"Haaah..." Doddy sedikit terkejut, menoleh pada Raka yang berdiri di sebelahnya.


"Eh, jangan melotot padaku seperti itu. Aku bilang, itu tang di belakang istrimu itu, yang membuat mataku tak berkedip, bukan istrimu." Raka cengengesan membalas tatapan Doddy.


"Biasalah pengantin baru, suka cepat salah paham." Raka menepuk bahu Doddy yang tersipu di goda oleh Raka.



Lalu dengan gerakan halus meminggirkan Sarah, menggandengnya sedikit menjauh dari dua mempelai itu.


Suara MC yang mengumumkan kedatangan pengantin perempuan di sambut tepuk tangan para tamu undangan yang seketika berdiri semua.


Tangan Doddy terulur kepada Diah yang tiba di depannya dengan wajah sedikit merah jambu.


"Kamu cantik sekali..." Bisik Doddy, membuat Diah semakin memerah saja.


Tangan Diah berpegang pada lengan Doddy saat mereka berdua mengambil tempat di depan dan menerima ucapan selamat dari tamu undangan yang hadir. Doddy meraih tangan Bella dan membawanya bersama-sama dengan mereka.


Papa Doddy dan ayah Diah memberikan sambutan di awal acara, mengisyaratkan betapa mereka merestui pernikahan putra putri mereka. Dilanjutkan dengan ucapan terimakasih dari Doddy atas doa dan dukungan dari semua pihak, sehingga acara pernikahan mereka terselenggara dari acara ijab qobul sampai resepsinya dengan baik.

__ADS_1


Setelah pemotongan kue pengantin, Diah dan Doddy diminta oleh tamu undangan untuk berdansa, dan di akhiri dengan ciuman yang begitu mesra. Hari ini benar-benar adalah momen terindah bagi mereka. Tak ada yang melebihi indahnya sebuah pernikahan yang direstui dan di ingini bersama.



"Terimakasih, sayang...telah menjadi bagian dari hidupku." Doddy melepaskan ciumannya, di sambut tepuk tangan semua orang.


Kecuali seorang laki-laki yang tersandar di dinding, menatap kepada dua mempelai yang berbahagia itu.


Matanya sedikit berkaca, meski penampilannya maskulin dalam stelan warna gelap.


Dia menundukkan wajahnya saat pengantin laki-laki menciumi pengantin perempuannya dengan mesra.


Hatinya terasa sakit, dia tak bisa membohonginya tapi dia merasa tenang di sudut hatinya yang lain.


Rasa penyesalan muncul mengambang tapi dia tahu, Diah begitu bahagia saat di peluk oleh laki-laki yang kini menjadi suaminya itu.


Tak pernah dia melihat wajah Diah sebahagia itu, saat masih bersamanya. Dan melepaskan Diah ternyata bukan pilihan yang salah, setidaknya dengan begitu dia bisa mengembalikan sebagian dari kehidupan Diah yang telah di renggutnya selama bertahun-tahun.


Sebenarnya, dia sudah berusaha menguatkan hati untuk bisa hadir dan memberikan selamat serta restu di acara pernikahan ini setelah menerima undangan dari Doddy beberapa hari yang lalu.


Tapi, hatinya menjadi begitu rapuh sekarang saat berhadapan dengan apa yang terpampang di depan matanya, ternyata bertemu Diah kembali bersama orang lain itu bukan hal yang mudah. Mungkin lebih baik baginya untuk pulang sebelum orang lain menyadari kalau dia berada di sana.


Bram membalikkan badannya bersiap untuk keluar ketika sebuah tangan mungil menahannya.


"Papa..."



Terimakasih sudah membaca novel ini dan selalu setia, kalian adalah kesayangan othor๐Ÿค— i love you full....

__ADS_1


Jangan Lupa VOTEnya yah untuk mendukung novel ini, biar othor tetap semangat menulis๐Ÿ˜‚๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


...VOTE, LIKE dan KOMEN kalian selalu author nantikan, ya...


__ADS_2