Menikahi Tunangan Adikku

Menikahi Tunangan Adikku
EPISODE 155 DALAM DIAM


__ADS_3

"Papa mempunyai sebuah rencana setelah putusan sidang cerai, untuk mengundurkan diri dari perusahaan." Tiba-tiba papa Sarah menatap kepada dua orang anak menantunya itu yang di sambut dengan keterkejutan Sarah dan Raka.


"Dari 60 persen saham yang dimiliki oleh keluarga Wijaya, 30 persennya mungkin akan di serahkan kepada mamamu sebagai pihak pemodal awal berdirinya perusahaan ini. Dan 30 persen saham yang papa miliki sisanya, akan papa berikan kepada Sarah."


Sarah dan Raka saling pandang, mereka sama-sama terkesiap mendengar apa yang di sampaikan oleh papa Sarah.


"Papa, aku...aku tidak bisa menerimanya." Sarah menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Sarah, tentang pelimpahan saham ini, bukan semata karena papa merasa bersalah padamu atas semua yang telah kamu alami, tetapi papa ingin kamu menolong papamu ini sekali lagi." Mata tua yang lelah itu berbinar menatap Sarah.


"Apa maksud ayah?"


"Tolong, bebaskan papa dari semua hal yang berhubungan dengan mamamu. Berpuluh tahun papa menikah dengannya tidak lebih hanya hidup sebagai seorang hukuman baginya. Dia tak pernah benar-benar mencintaiku, dia selalu berusaha mendominasiku sepanjang hidup. Bernafas di bawah tekanannya hanya karena dia merasa berhak atas hidup papa." Papa Sarah menarik nafasnya yang berat. Sarah diam tak berkata, tapi matanya tak bisa lepas dari orangtua yang telah membesarkannya itu meski di bawah tekanan mama angkatnya.


Sarah sangat tahu, papanya ini tulus menyayangi Sarah, hanya saja dia tak berdaya.


"Rasanya menjadi terlalu lelah, untuk terus terus begini, karena itulah papa sekali lagi memintamu berkorban satu hal meskipun itu sebenarnya tak pantas papa lakukan, angkatlah beban papamu ini." Lanjutnya dengan suara bergetar.


"Bagaimana aku bisa menolong papa?" Sarah bertanya dengan tatapan pilu melihat betapa tersiratnya penderitaan di raut wajah papanya itu.

__ADS_1


"Dengan menggantikan papa sebagai pemegang saham 30 persen yang kumiliki. papa ingin Sarah menjadi pengganti papa dalam dewan direksi perusahaan. " Dua bulir bening jatuh lewat sudut matanya, betapa berat beban yang kini di alaminya.


"Tapi, papa dari suamiku adalah pemilik 40 persen saham yang lain, aku tidak bisa duduk dengan mertuaku pada kursi yang sama." Sarah menjawab sang papa, jika dia mengambil pelimpahan ini maka secara harfiah, suaminya sendiri bahkan berada di bawahnya.


Dewan direksi perusahaan mereka selama ini dipegang oleh dua orang pemilik saham yaitu papa Sarah dan papa Raka, mereka adalah dewan direksi tertinggi.


Sementara Raka dan Edgar ditunjuk oleh dewan direksi sebagai CEO (Chief Executive Officer) dan presiden direktur yang secara umum, bertanggungjawab atas pengembangan dan pelaksanaan strategi tingkat tinggi, pembuat keputusan perusahan, pengelola operasional perusahaan, dan sumber daya perusahaan secara keseluruhan, yang tentu saja pada akhirnya harus merujuk pada persetujuan dewan direksi yaitu pemegang saham perusahaan.


Jika demikian, bukankah Sarah akan memiliki kedudukan yang lebih tinggi daripada suaminya?


Seperti yang diketahui bersama Rudiath-Wijaya group ini di miliki oleh dua keluarga besar, 60 persen saham di pegang oleh keluarga Wijaya sementara 40 persennya adalah milik keluarga Rudiath.


Jika mama Sarah memiliki 30 persen saham itu maka dia berhak berada di dewan direksi perusahaan, tentu saja ini sangat berpengaruh terhadap pengambilan keputusan dan perkembangan bisnis ke depannya, jika ternyata mama Sarah bukan orang yang bisa di ajak untuk duduk bersama dalam pekerjaan.


"Papa bisa menjual saham papa jika papa benar-benar ingin pensiun." Sarah berucap dengan nada sedikit ragu.


"Menjual saham perusahaan tidak terlalu baik terhadap tingkat kepercayaan klien dan juga iklim intern perusahaan, tapi andai hanya dipindah namakan padamu, yang diketahui umum sebagai keluarga pemilik maka tidak akan menimbulkan pengaruh yang berarti."


"Papa bisa menjualnya kepada papa Raka." Sarah menoleh pada Raka yang hanya diam mendengarkan.

__ADS_1


"Dijual ataupun tidak, pada akhirnya perusahaan ini tidak akan menjadi milik keluarga Wijaya." Sahut Papa Sarah,


"Tapi perusahaan ini akan hancur jika salah satu penasehat di dalamnya adalah mamamu karena papa sadar tidak akan bisa berdiri bersama-sama dengan mamamu menjadi rekan kerja setelah semua yang terjadi antara kami dan terlebih setelah perceraian kami."Papa Sarah menatap putri dari adiknya itu dengan raut sedih.


"Papa masih berharap keluarga Rudiath bisa tetap memimpin perusahaan ini sampai akhir, karena kami telah merintisnya bersama-sama dari awal dengan susah payah." Papa Sarah sekali lagi menarik nafas.


"Karena itulah, aku menyerahkan sisa saham yang kumiliki di bawah kepemilikanmu. Karena hanya kamulah yang bisa menghadapi mamamu itu. Dalam kebijakan dan kemampuanmu, perusahaan ini akan baik-baik saja sebagai milik keluarga Rudiath. Setidaknya di akhir masa hidupku, aku bisa melihatnya tetap sebagai bagian dari keluarga Wijaya di bawah namamu."


Sarah tak bisa berkata apa-apa, sekarang dia mengerti dari awal papanya tak pernah berniat menjual kepemilikannya, dia hanya ingin Sarah mengambil alih saham yang dimiliki mamanya itu untuk kembali lewat perantaraan Sarah.


Seorang suami yang menderita dalam diamnya, berharap Sarah melepaskan dendam dan sakit hatinya untuk mereka berdua, yang telah ditindas oleh Mytha meskipun dengan cara yang berbeda.


(Bagaimana jika kemudian dua orang yang bersama-sama menyimpan akar pahit terhadap satu sama lain berdiri sebagai pemilik sebuah perusahaan? Konflik yang sebenarnya terjadi ketika saudara angkat yang menginginkan suaminya berdiri sebagai pemantik api😀 Yuk yang belum VOTE beri dukungan kepada Sarah untuk berani mengambil tanggungjawab yang diemban oleh papanya, dan memenangkan pertikaian lama dari dendam kesumat Mytha pada almarhum Ayahnya)




...Terimakasih sudah membaca novel ini dan selalu setia mengikuti perjalanan hidup Sarah dan kisah cintanya bersama Raka🤗...

__ADS_1


...VOTE, LIKE dan KOMEN kalian selalu author nantikan, ya...😊...


__ADS_2