Menikahi Tunangan Adikku

Menikahi Tunangan Adikku
EPISODE 148 SQUID GAME


__ADS_3

(Area agak hot, yang belum cukup umur ke pinggir, yang jomblo mode skip ya😅)


Raka menarik tangan Sarah dan mengarahkan tangan istrinya ke bawah perutnya.


"Sayang, si burung kukuk ini bangun." Bisiknya.


Sarah sedikit mengejang, saat jemarinya menyentuh sesuatu yang mengeras di sana.


"Kamu harus tanggungjawab..." Lanjut Raka, sambil mencium tengkuk sang istri, membuat Sarah merinding sendiri.


"Biar saja dia bangun, aku mau tidur." Sarah bergelung di dalam selimut, mukanya merah, ketika tak berhasil membuktikan teori di point 6. Dia jadi ciut dengan prasangkanya sendiri.


Mungkin dia yang terlalu berlebihan curiga, tapi dia tak ingin terlihat cemburu oleh Raka. Hal itu menurut Sarah, bisa membuat suaminya itu besar kepala.


"Sayang...tanggung ini. Masa si kukuk di anggurin. Dosa, lho." Tangan Raka menjelajahi badan Sarah yang hanya berpakaian dalam itu.


"Kamu yang duluan, suruh buka-bukaan, ini kenapa cuma di kasih punggung." Raka menarik Sarah supaya menempel dengan kulitnya. Sarah menghela nafasnya, dia terjebak dalam permainannya sendiri.


"Sayang, kita boleh pakai baju lagi." Sarah akhirnya berbalik, sebenarnya dia cuma ingin memancing reaksi Raka, sekarang dia malah harus menanggung si kukuk yang menegang minta pertanggungjawaban.


"Hush...Kukuk susah tidur, kalau sudah melek begini." Raka menciumi leher Sarah dengan penuh gairah, melihat sang istri yang begitu menggoda membuatnya tak tahan.


Selimut yang menganggu, di singkirkannya, demi menatap tubuh sang istri yang mulus dan indah itu.


Sarah tak berkutik, akhirnya pasrah saja ketika sang suami menggerayangi tubuhnya, meskipun masih tersisa remah jengkel di hatinya memikirkan bu Indah berbaju sekolah itu.


Cumb*an Raka semakin memanas, bibirnya menyusuri semua lekuk tubuh istrinya yang setengah telanj*ng itu, memanas dan bertambah liar.


"Sayang..." Akhirnya Sarah tak tahan.


"Hm..."


"Bu Indah itu siapa?" Pertanyaan itu meluncur dengan muka masam dan sedikit malu.


Raka mengernyit dahi dengan senyum sok misterius.

__ADS_1


"Kamu sedang cemburu, sayang?"


"Bukan cemburu, cuma bertanya." Sarah menahan tangan Raka yang menempel di bagian dadanya.


"Kalau cemburu bilang saja..." Raka terkekeh, istrinya ini jarang sekali cemburu padanya, begitu lucu dan menyenangkan saat sedikit menerima rasa cemburu darinya. Seolah-olah dirinya mengambang di udara.


"Aku sekarang belum cemburu. Ini baru bertanya saja. Kalau aku benar-benar cemburu, kamu bakal tahu rasanya..." Sarah mengomel dalam hati.


"Cuma bertanya! Jangan sampai aku yang cari tahu sendiri..." Ancam Sarah dengan muka merah.


"Cari tahu saja sendiri, besok dia datang ke kantor, kamu boleh menemuinya kalau mau." Raka tertawa.


"Kamu kira aku takut." Sarah melotot pada suaminya itu. Sementara sang suami sudah menyusuri bawah lehernya sampai dadanya, tanpa perduli lagi dengan sikap Sarah yang masih penasaran dengan bu Indah.


Sarah pusing sendiri, saat Raka menjelajahi setiap lekuk tubuhnya, mencium dan mengecupnya.


"Sayang, kukuk minta jatah, ya..." Rengek Raka melihat istrinya itu melengkung dalam pelukannya.


Mata Sarah yang seperti lampu lima watt itu seolah memberi isyarat, silahkan perjuangan anda di teruskan bung!


"Akh..." Sekarang Sarah lupa sama sekali dengan urusan bu Indah, dia pasrah dic*mbui oleh Raka.


Raka memeluk tubuh istrinya, kemolekan istrinya itu benar-benar membuatnya candu. Tangan Raka menjalar seperti ular, merayap ke sana kemari dengan tak sabar. Sementara Sarah menerima semuanya dengan mata tepejam dan bibir yang kuasa menahan des*h


Desah*n Sarah malah mengundang Raka untuk semakin melancarkan setiap gerakannya, dengan lebih bersemangat.


Sarah merasa semua bulu di tubuhnya meremang ketika lidah Raka yang panas memainkan area dadanya, bibirnya yang hangat itu menciumi Sarah dengan sedikit rakus membuat Sarah sedikit kewalahan menerima perlakuan suaminya itu.


Sarah benar-benar merasa tak sabar, kedua jemarinya menekan kulit punggung Raka, ketika suaminya itu merangkak ke atasnya dengan mata yang menyorot penuh gairah.


Tangan Raka bergerak tergesa menyingkirkan sisa kain yang menutupi area terakhir di badan sang istri sambil menyeringai.


Sarah menelan ludahnya, bersiap sedia, diapun sudah seperti cacing kepanasan saat si kukuk yang seperti kayu itu terasa menekan pahanya.


Lalu sepasang suami istri itu, mengeluarkan senjata terakhir mereka, bersiap melakukan perang badai di sesi terakhir.

__ADS_1


"Akh..." Sarah menarik leher suaminya itu dengan wajah merah, si kukuk melesak dengan bebas, melewati sarangnya. Membuat Sarah menggigit bibirnya dengan pias yang sulit di jabarkan. Raka memulai gerakan andalannya, sambil menyusup ke balik leher Sarah,


"Pa...pa...pa..."


Sarah dan Raka menghentikan aktivitas mereka seperti permainan squid game, ketika boneka berwujud anak perempuan berbalik badan dalam permainan lampu merah lampu hijau.


Mereka berdua sama-sama tak bergerak, kaku seperti patung.


"Pa..pa.." Rae kecil tampak bangun dan sudah duduk di atas tempat tidur, menatap polos pada daddy dan mommynya yang melongo dalam posisi seperti orang tertangkap basah.



Mata yang lebar dan polos, terbuka lebar menatap bingung, bayi berumur hampir delapan bulan itu, begitu senang ketika mendapati daddy dan mommynya ada di dalam pandangannya.


"Ma...ma...ma..." Rae mungil ini tertawa polos, bersiap merangkak dengan mulut yang mengecap lucu.


Sarah dan Raka sesaat saling pandang, dengan wajah sama merah padam.


"Sayang...undur-undur bangun..." Raka menelan ludahnya.


Sarah menggigit bibirnya, menarik selimut menutupi tubuh keduanya yang polos.


"Tanggung..." Suara Raka terdengar serak sambil menggerak pinggulnya.


"Hush...sudah...! itu anakmu melotot begitu." Sarah mendorong tubuh Raka dari atasnya, mukanya masam dengan mimik malu. Meskipun Rae tak mengerti apa-apa, tetap saja rasanya malu, dipelototi bayi itu.


"Yaaah...Rae...." Raka menampakkan wajah kecewa yang luar biasa, apalagi si kukuk menciut dengan sendirinya.


(Ha...ha...maafkan baby undur-undur, ya😆🤭


Yang punya bayi, mungkin pernah mengalami, si kecil bangun mendadak saat daddy minta jatah sama mommy😅😅 )


...Terimakasih sudah membaca novel ini❤️......


...VOTE, LIKE dan KOMEN kalian selalu author nantikan😊...

__ADS_1


...I love you all❤️...


__ADS_2