Menikahi Tunangan Adikku

Menikahi Tunangan Adikku
EPISODE 152 RUANG KERJA KERAMAT


__ADS_3

(Area agak haredang, yang belum cukup umur melipir ke pinggir, emak-emak dan bapak2 silahkan merapat 😆)


"Dalam ruang kantor di siang bolong begini?" Sarah menatap Raka dengan takjub.


"Sttt...tadi malam baby undur-undur membuat si kukuk pingsan, siang ini si kukuk mau balas dendam." Raka berbisik serak, bibirnya menempel tak sabar pada bibir sang istri yang terbuka menggoda itu.


Sarah tertawa mendengar ocehan Raka, sementara tangan suaminya itu gerayangan di lehernya, sambil terus ******* bibir Sarah yang merah basah.


Lidahnya yang panas, mengetuk tak sabar setengah memaksa membuka mulut Sarah untuk menerima ciuman liar darinya.


Sarah menaikkan jemarinya, meletakkan di kepala suaminya itu sambil meremas rambut Raka, sekarang dia merasa dadanya mulai terbakar, ritme degup jantungnya mendadak naik.


"Sayang, kamu serius di sini?" Sarah menggigit kecil bibir Raka.


"Mau di mana lagi?" Raka terkekeh, matanya berbinar redup.


"Masa di ruang kantormu?" Sarah memicingkan matanya.


"Sekali-kali bolehkan?" Raka menarik paha Sarah ke atas pahanya.


"Kamu tidak pernah melakukannya sebelumnya di sini kan?" Mata Sarah menyipit, sedikit menuduh, meskipun dia tidak melakukannya dengan serius.


"Eh, dengan siapa? Ini perdana, lho. Ruang kerjaku ini tempat keramat, perempuan yang bisa keluar masuk di sini cuma adikmu Dea itu!" Raka menyeringai cemberut.

__ADS_1


"Cuma istriku saja yang boleh melakukannya denganku di sini."


Sarah tergelak mendengarnya, tapi belum sempat dia menyelesaikan tawanya, Raka sudah menyerangnya dengan ciuman yang lebih panas.


"Astaga, daddy undur-undur, pelan-pelan sedikit." Sarah kewalahan saat Raka mendorong tubuhnya ke sandaran sofa, sementara dia sudah berada di atas Sarah.


"Jangan ribut...waktu kita cuma sebentar..." Raka membuka kancing stelan Sarah, membenamkan wajahnya ke balik pakaian dalam Sarah.


"Sejam itu masih lama."


Sarah mengigit bibirnya, melengkung tak bisa berkata apa-apa ketika atasannya itu di sibak Raka. Dengan penuh semangat Raka mengul*m put*ng merah yang menyembul dari sana.


Sarah memekik kecil, rasa geli dan nikm*t membuatnya hanya bisa memejam matanya.


"Di sini tak ada CCTV, kan?" Sarah menggeliat ketika Raka memberi cap merah di gundukan putih sang istri.


"Oh, ya." Sarah mendorong Raka yang merangseknya.


"Kalau begitu, aku akan memberimu pelajaran, sudah membuatku hampir gila beberapa hari ini." Sarah menarik dirinya, sekarang dia yang mendorong Raka, membuat suaminya itu terduduk di kursi sofa.


Raka melongo, saat Sarah melepaskan blazer atasannya, dan meloloskan baju lapisan putih yang ada di baliknya, sehingga tubuh atasnya hanya mengenakan sebuah bra berwarna coklat muda yang seolah menyatu dengan kulit mulus sang istri.


Dengan gerakan menggoda, dia naik ke pangkuan Raka lalu meletakkan lengannya di leher Raka, sehingga dadanya yang padat kenyal itu hampir bersentuhan dengan hidung suaminya.

__ADS_1


"Sayang..." Sarah menggesekkan pinggulnya setengah menggoda, dengan kesan seksi yang menggairahkan.


"Terimakasih sudah memberiku surprise ulang tahun yang tak akan kulupakan seumur hidupku. Sekarang, aku akan memberimu service yang tak akan membuatmu ingat, ruang kerjamu yang keramat ini hanyalah milikku dan milikmu." Sarah menundukkan wajahnya, menarik wajah suaminya itu supaya mendonggak padanya, lalu dengan lembut di kecupnya.


Raka benar-benar tak berdaya, sekarang bukan dia lagi yang memegang kendali, istrinya itu sudah berada di atasnya, seperti seorang juru mudi.


Tanpa ada yang memberi komando, mereka berdua berc*mbu dengan liar di atas sofa tamu ruang kerja Raka, tak ada yang benar-benar sadar saat kemudian percintaan yang panas itu terjadi. Sarah membuat Raka benar-benar bertekuk lutut. Rencana balas dendam gara-gara baby Rae membuyarkan percintaan mereka tadi malam, terbayar lunas bahkan berlipat-lipat.


Dia merasa puas luar biasa, saat mereka bergelut liar di atas sofa yang biasa menjadi tempatnya menerima tamu itu.


Raka tak pernah menerima sensasi seluar biasa siang ini, bercinta dengan istrinya di ruang kerja sambil diburu waktu, melakukannya tanpa rasa was-was karena mereka adalah pasangan suami istri tapi begitu menggairahkan karena di lakukan dengan cara seperti dua orang kekasih yang sedang di mabuk cinta.


"Sayang, terimakasih..." Raka menggelepar, memeluk istrinya yang berada di atas tubuhnya, pakaian mereka tak seluruhnya terlepas, Raka masih memakai pakaian atasannya lengkap meski benar-benar acak-acakan tak jelas.


Sarah tak menjawab dia masih mengatur nafasnya yang terengah-engah.


Ulang tahun Sarah kali ini benar-benar tak terlupakan untuk mereka berdua.


(Yang belum kasih VOTE, lemparkan kemari😅 Othor sudah memanjakan readers kesayangan dengan kisah cinta pasangan suami istri yang paling romantis di dunia halu ini🤣 Jangan lupa like dan komentar sebagai bentuk dukungan untuk novel ini😅 love You all😘😘😘😘)


Untuk yang ingin berkenalan dengan bu Indah, kita akan bertemu di part berikutnya😆


__ADS_1


...Terimakasih sudah membaca novel ini❤️......


...VOTE, LIKE dan KOMEN kalian selalu author nantikan😊...


__ADS_2