Menikahi Tunangan Adikku

Menikahi Tunangan Adikku
EPISODE 42 MAKE HIM YOUR REAL HUSBAND


__ADS_3

Sarah menutup pintu dengan dada bergemuruh kencang dan bersandar di daun pintu dengan tubuh lemas. Beatrix, si lebah berisik itu baru saja pulang setelah meninggalkan banyak nasehat yang tidak masuk akal kepada Sarah.


"Kamu harus bersikap agresif untuk orang sepasif Raka, dia memang laki-laki berhati batu. Kamu harus memukulnya dulu supaya dia menoleh padamu."


Sarah hanya menatap Beatrix dengan bengong, selayak seorang pasien sedang mendengarkan seorang psikolog yang sedang memberi nasehat kejiwaan.


"Dia juga adalah orang yang takut salah menilai, jadi kalau kamu berbicara berputar-putar padanya, dia akan pusing sendiri. To the point saja, maka dia akan mengerti. Laki-laki dingin dan tinggi hati seperti dia itu kebanyakan begonya daripada pinternya."Beatrix senyum-senyum sendiri saat dia bisa menggambarkan Raka dengan cara pandangnya sendiri. Menyebut teman kakaknya itu dengan begitu, memberi kepuasan tersendiri baginya.


"Tapi...diakan bukan orang bodoh, masa aku harus yang harus lebih dulu bilang ke dia kalau suka sama dia."Sahut Sarah dengan wajah memerah dan sedikit tersipu, baru kali ini dia punya teman bicara yang mengerti perasaannya sekarang.


"Untuk urusan cinta, laki-laki itu cuma ada dua di dunia ini, yang jenisnya bodoh dan pura-pura bodoh."Beatrix menggoyang-goyangkan telunjuknya, seperti seorang guru.


"Dia termasuk yang mana?"tanya Sarah penasaran.


"Masa kamu tidak bisa menilainya?"Beatrix menaikkan alisnya yang berwarna coklat muda itu.


Sarah menggelengkan kepalanya sambil menggedikkan bahunya, dia sama sekali tak bisa mengenali jenis laki-laki macam Raka ini. Dalam waktu sekejap bisa berubah sikap dan terlalu pandai menyembunyikan perasaannya.


"Dia adalah jenis yang benar-benar bodoh!"


Beatrix tergelak sampai matanya memerah setelah mengucapkannya.


"Hanya laki-laki yang bodoh yang tidak tahu perempuan yang berada di dekatnya sedang jatuh cinta kepadanya."Lanjutnya, dengan mata terpicing begitu rupa.


Si bule cantik ini memang luar biasa, sepertinya dia tahu segala hal tentang cinta dan segala jenis pria.


"Ku ingatkan lagi, sedikit agresif di depan suamimu sendiri tidak akan membuatmu kehilangan muka. Terlambat menyadari lebih baik dari pada terlambat berterus terang."


Beatrix ini benar-benar ratu urusan cinta sepertinya, Sarah hampir tak bekedip mendengarkan kuliah singkat sang gadis setengah bule itu.


"Jangan sampai terlambat, kalau sampai suamimu itu di caplok orang. Please, don't cry, honey." Kalimat itu, menohok sampai ke jantung Sarah.


"Sarah, You can do it! Make him your real husband." Sebelum hilang dari balik pintupun si lebah berisik itu tetap saja mengacungkan jari telunjuknyanya, seperti seorang guru yang memperingatkan muridnya supaya tidak boleh melupakan PRnya.


Senyum sarah mengembang sendiri dengan sangat lebar, dia sampai terheran-heran dengan bagaimana suasana hatinya sekarang, terasa hangat dan dingin pada saat bersamaan.

__ADS_1


Tubuhnya seakan meriang sendiri.


Di sudut hati yang lain dia tak sabar ingin bertemu Raka tapi di separuh bagian lainnya, dia begitu gugup, takut berhadapan dengan laki-laki itu.


Ketika tahu, Raka mungkin punya perasaan yang sama, betapa itu sangat mendebarkan. Dia tak tahu harus memulai dari mana nantinya, untuk mengatakannya.


Mereka berdua telah terbiasa saling acuh dan tidak membuka jarak. Segala sesuatu selalu canggung dan salah, mungkin karena mereka berdua mungkin yang terlalu salah tingkah karena berusaha menyembunyikan perasaan masing-masing.


Hubungan pernikahan ini dimulai dari tanpa rasa dan tak diinginkan, ketika akhirnya menggiring mereka pada perasaan cinta, tentu saja membuat mereka berdua menjadi bingung sendiri.


Mereka terlanjur berusaha tidak ingin tahu dan mengerti tentang hidup dan perasaan yang lain. Ketika bunga cinta itu mekar, mereka terlanjur memertahankan sikap masing-masing yang akhirnya membuat mereka sama-sama salah faham.


Sarah melihat ke arah jam yang berada di dinding, sudah menunjukkan hampir tengah malam.


Tak ada tanda-tanda Raka akan pulang.


Sarah berkali-kali memainkan handphonenya, terpikir untuk menelpon Raka. Tapi selalu di urungkannya. Seharusnya dia punya sedikit keberanian seperti Beatrix, maka urusan ini akan terang benderang.


Sayangnya, soal urusan cinta Sarah masih tidak cukup jam terbang untuk disebut berpengalaman, sehingga untuk menerapkan semua nasehat dari si pakar cinta, Beatrix tadi sungguh teramat sulit diterapkan oleh dirinya.


...***...


Sebuah sentuhan lembut di bahu Sarah membuat Sarah menggeliat.


Tepukan selanjutnya sedikit lebih keras, benar-benar membangunkan Sarah.


Sarah membuka matanya, dan menemukan seseorang yang berdiri sambil menatapnya dengan bola mata heran.


"Kamu sudah pulang?" Sarah mengumpulkan segenap kesdarannya dan membuka matanya lebar-lebar, berusaha memilah kenyataan dari mimpinya.


"Kenapa kamu tidur di sini? Bukankah sudah ku bilang, tidurlah di atas. Aku bisa saja tidur di sini kalau aku pulang. Jangan takut aku akan menganggumu, bukankah kamu sudah mengenalku cukup baik. Memangnya aku pernah menyentuhmu selama ini? Aku tidak akan bersikap kurang ajar padamu. Aku tahu batasanku."Omelan tajam yang sepanjang kereta api itu terdengar kesal.


Sarah menyapu telapak tangannya ke wajahnya yang masih mengantuk. Berusaha mencerna setiap kata-kata Raka yang panjang dan lebar itu.


"Pergilah ke atas! atau kalau kamu memang benar-benar keras kepala biar aku saja yang tidur di atas dan kamu lanjutkan tidurmu di sini. Jangan banyak keluhan jika badanmu sakit ataupun masuk angin!" Raka memalingkan wajahnya dengan gusar, lalu bersiap beranjak dari hadapan sarah yang masih dalam posisi berbaring dan memandangnya dengan mata berkedip-kedip.

__ADS_1


"Tapi..."Tangan sarah tiba-tiba menangkap pergelangan tangan Raka, membuat darah Raka seketika seperti membeku, dan semua syaraf di tubuhnya terasa lumpuh. Langkahnya terhenti seperti diperintah. Tapi badannya tak berani berbalik, dia takut tergoda pada gadis yang hampir membuat kepalanya meledak karena selalu menampung wajah gadis itu di benaknya tanpa mampu mengusirnya lagi.


"Aku di sini karena menunggumu..." Sarah menarik tubuhnya untuk bangun dengan bertahan pada pergelangan tangan Raka. Dia duduk di kursi dengan rambut yang berantakan tapi membuatnya begitu menggairahkan.


"Menungguku? bukankah aku sudah bilang tidak perlu menungguku."Raka hendak melepaskan tangan sarah, dia takut gadis itu hanya sedang setengah sadar dengan apa yang dilakukannya. Mungkin dia belum sepenuhnya bangun dari tidurnya.


"Tapi, aku benar-benar menunggumu dan sudah lelah untuk menunggumu terus..."Tiba-tiba entah keberanian dari mana, Sarah bangun dan memeluk Raka dari belakang.


Kedua lengan mengait erat menyusup dari bawah ketiak raka. Melengkung melingkari bahu Raka sehingga pipinya menempel erat pada punggung tegak yang menegang karena terkejut itu.


Raka terpana, rahangnya seketika mengeras dengan wajah merona, dia tak menyangka Sarah melakukan tindakan itu.


"Sarah..." Suara Raka terdengar serak, seperti orang linglung. Dia hanya minum sedikit cocktail untuk menghangatkan perut saat ngobrol dengan salah satu teman kampusnya di sebuah sudut kafe tadi membicarakan kemungkinan bisnis setelah mereka berdua lulus, tapi itu tak cukup untuk membuat mabuk dan berhalusinasi.


"Jangan membuatku menunggu lagi..."Bisik Sarah pelan hampir serupa *******.


Raka terpaku di tempatnya, hampir bisa mendengar bunyi jantungnya sendiri. Dia tegang dan bahagia dalam waktu bersamaan, tanpa bisa mengucapkan apa-apa.


"Aku sangat merindukanmu, sangat rindu... Kenapa kamu tega menyiksaku begini? Apakah kamu tidak bisa melihatnya, kalau aku sangat rindu padamu...?"


(Maafkan, authornya lagi bersemangat banget karena otewe bucin jadi UP dua kali hari ini😂❣️❣️)


...Dukungan dan VOTEnya author tunggu😅...


...Jangan lupa KOMEN dan LIKE di bawah, please...please...❤️...


...Biar author tambah rajin UP...



next episode segera, ya...😊


mohon siapkan hati untuk sedikit berdebar, area sedikit panas kipas auto standbye🤭


Yang belum dewasa wajib skip di next episode😂😂😂

__ADS_1


__ADS_2