
(TIGA TAHUN KEMUDIAN)
Seorang anak laki-laki berdiri dengan wajah masam, menyeret sebuah koper kecil, pakaian seragamnya yang serupa jas itu tampak sangat mengganggunya.
"Kenapa Rae harus memakai baju ini?" Dia menoleh pada pengasuhnya dengan tak sabar.
"Rae hari ini mulai sekolah..." Pengasuhnya menyahut sambil menawarkan bantuan membawakan tasnya.
"Rae bisa bawa sendiri. Mommy bilang, apa yang bisa di kerjakan sendiri jangan merepotkan orang lain." Meskipun wajahnya manyun tapi caranya mengucapkan itu sungguh menggemaskan.
"Sayang, kamu sudah siap?" Raka muncul dengan baju jas lengkap, hari ini ada meeting di kantor, Raka sebagai komisaris utama bersama Edgar akan mengadakan pertemuan rutin bulanan pada dewan Petinggi perusahaan. Kantor cabang baru di Korea baru saja di buka, ada beberapa hal yang harus di evaluasi termasuk penunjukan kepala cabang di sana.
"Rae mau sekolah, tapi pakai baju basket yang dibelikan daddy kemarin." Rae masih saja mengomel lucu.
"Sayang, sekolah itu harus menggunakan seragam." Daddy Raka merapikan dasi Rae dan tersenyum puas dengan penampilan sang anak.
Rasa bangga tersirat di tatapan Raka melihat undur-undurnya itu tumbuh besar dan begitu tampan.
"Apakah sekarang Rae setampan daddy?" Tanyanya dengan mimik penasaran, melihat senyum daddynya.
"Tentu saja, sayang. Bahkan lebih tampan dari Daddy."
"Oh, ya?"
"Rae tidak percaya?" Raka berjongkok dan menowel hidung Rae yang melotot padanya sambil mendonggak.
"Tapi mommy bilang, daddy adalah manusia tertampan di dunia..." Ocehnya tak puas.
"Mommymu berkata begitu?" Raka terkekeh senang, meskipun Rae tampak tak terima.
"Rae menguping saat mommy menidurkan pada Rei dan Ry." Rae berucap, matanya celingak celinguk seolah takut oranglain mendengarnya.
"Mommy bercerita apa?" Raka mendekatkan telinganya dengan mimik penasaran yang lucu.
__ADS_1
"Mommy bercerita tentang pangeran tampan yang datang pada princess yang sedang sedih, pangeran tampan itu membuat princess itu tertawa, karena dia baik hati dan ketampanannya mengalahkan semua pangeran di dunia." Rae bercerita tanpa mengedipkan matanya.
"Lalu...?"
"Lalu Ry bertanya, nama pangeran tampan itu, karena dia mau satu..." Alis Rae naik seolah dia sedang mengingat-ingat sesuatu.
"Mommy bilang namanya adalah Pangeran Raka. Bukankah nama daddy itu Raka? Orang-orang sering memanggil daddy dengan nama Pak Raka? Jadi Rae tahu, Daddy adalah manusia tertampan di dunia yang di ceritakan mommy." Rae menjelaskan analisanya dengan wajah puas.
Raka tersenyum sumringah sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Daddy?"
"Ya..."
"Rae tak akan membocorkan rahasia daddy."
"Rahasia apa?"
"Rahasia kalau daddy adalah seorang pangeran yang menyamar." Ucap Rae lucu setengah berbisik.
"Kalian sedang membicarakan apa?" Sarah muncul dengan pakaian rapi sambil menggandeng dua orang gadis kecil cantik dengan wajah yang begitu mirip.
Dua gadis kembar mungil lucu itu adalah adik Rae, Reina dan Rysha.
"Pembicaraan laki-laki." Raka mengedipkan matanya pada Rae yang segera menutup mulutnya dengan lucu, tanda dia sedang melakukan aksi bungkam.
"Daddy...Daddy..." Keduanya menghambur kepada daddynya. Tanpa perduli hampir menabrak badan kakaknya.
"Mereka sekolah juga?" Rae melongo melihat kedua adikknya yang tampak rapi, dengan bando dan topi. Tas mungil terselempang manis seolah memang mereka siap berangkat juga.
"Adik Rei dan Ry akan ikut mengantarkan Kakak Rae ke sekolah." Sarah tersenyum pada Rae yang masih bengong melihat tingkah kedua adiknya.
"Rae yang sekolah, kenapa adik ikut..." Wajah lucu Rae kembali cemberut, tapi kemudian dengan cepat berbalik, menyeret koper kecilnya keluar.
__ADS_1
Raka tertawa melihat si kakak Rae yang tiba-tiba ngambek, dia sangat dekat dengan daddynya karena itu dia sering kesal jika melihat kedua adiknya bertingkah seperti sedang merebut perhatian sang daddy darinya.
Sarah menggedikkan bahunya,
"Anakmu itu semakin mirip denganmu..." Sarah tertawa.
"Dia kalau ngambek, sama sepertimu sayang, manyun begitu." Raka nyengir membalas sang istri.
"Ayo, berangkat...kita harus mengantarnya masuk sekolah pagi ini, nanti dia terlambat." Sarah mengambil tangan Ry yang usil menarik-narik jas daddynya.
Dua gadis kecil itu segera berlarian keluar mengejar langkah kakaknya menuju mobil di ikuti pengasuh yang terlihat rempong karena cemas mereka akan jatuh.
Raka memegang pinggang Sarah tiba-tiba.
"Sayang...terimakasih..."
"Terimakasih? Terimakasih untuk apa?" Sarah menatap suaminya itu dengan tatapan bingung.
"Terimakasih sudah memberikan aku anak-anak yang lucu, terimakasih telah menjadi isteriku...dan terimakasih sudah menjadikan aku pangeran tertampanmu..." Raka merapatkan tubuh Sarah ke badannya, memeluknya dengan hangat.
"Eh, kamu kenapa sayang? Kukuk itu tiba-tiba cerewet, ya?" Sarah menyeringai, biasanya Raka bersikap luar biasa romantis jika ada ada maunya.
Tapi sebuah ciuman segera mendarat di dahinya, tanpa sempat Sarah mengatakan apa-apa.
"Ayo...mereka sudah menunggu di mobil...kalau di biarkan lama, mobil itu akan jadi kapal pecah." Raka menggandeng tangan Sarah dengan mesra, seolah mereka dua anak sekolah yang sedang di mabuk cinta.
...***...
Ups...tak terasa mau end aja novel ini π€π€ nantikan bulan madu Sarah dan Raka di kanada, di part berikutnya. Sekaligus kita menyematkan bersama tulisan end di novel kesayangan kita iniπ π π€§
...Terimakasih sudah membaca novel ini dan selalu setia mengikuti perjalanan hidup Sarah dan kisah cintanya bersama Rakaπ€...
...VOTE, LIKE dan KOMEN kalian selalu author nantikan, ya....
__ADS_1