
"Perkenalkan, saya Doddy Alfajri."
"Maaf jika kedatangan saya sedikit mengganggu pertemuan ini." Dia membungkukkan badannya dengan sikap hormat dan resmi.
"Selamat datang, pak Doddy... silahkan duduk." Raka menyambut kedatangan Doddy, terlihat dia cukup mengenal orang yang kini berdiri di seberang meja itu
Diah menarik kursi untuk Doddy, sekali lagi Doddy menoleh pada perempuan yang tampak anggun dan santun itu. Menganggukkan kepalanya dengan sedikit sungkan, dia tak biasa diperlakukan sedemikan rupa oleh seorang perempuan.
"Terimakasih." Bibirnya membuat gerakan tanpa suara untuk menyampaikan kata itu, sikap hormat seorang laki-laki pada perempuan.
Diah hanya tersenyum dengan sikap formal mempersilahkan dirinya duduk sebelum kemudian mundur dan kembali ke tempatnya semula berdiri, berjejer di antara para asisten.
Doddy dengan sikap tenang duduk di kursinya.
"Selamat datang di pertemuan ini, pak Doddy..." Sarah menyambut seraya kembali ke kursinya. Sikap Sarah benar-benar penuh Wibawa.
"Kamu siapa?" Mytha langsung menyerang dengan pertanyaan kepada Doddy, dia memang tak pernah melihat anak ini, tiba-tiba saja datang untuk mengklaim sahamnya
"Saya sudah memperkenalkan diri saya, nama saya Doddy "Jawab Doddy dengan kalem, sama sekali tak menunjukkan emosi apapun, tidak terprovokasi dengan sikap kasar Mytha yang tak sabar ingin menyerangnya.
"Aku tidak menanyakan namamu!" Bentak Mytha dengan jengkel.
"Tapi yang aku tanyakan, siapa kamu yang datang ke sini dan berani mengklaim 15 persen saham perusahaan?" Cecar Mytha dengan raut yang memerah seketika, rahangnya mengeras dengan mata terpicing menunjukkan ketidak sukaannya pada kehadiran Doddy yang mendadak itu.
Sesaat suasana menjadi hening. Semua orang menatap lurus pada Doddy, penasaran dengan apa yang di lakukan Doddy, tentunya di luar Sarah dan Raka, pak Rudiath dan Edgar hanya mengikuti drama itu, secara garis besar Raka telah memberitahukan mengapa akan ada Doddy di sini.
"Saya hanya mengklaim sesuai surat perjanjian yang di tanda tangani oleh ibu Mytha." Ucap Doddy dengan senyum yang tipis.
"Surat perjanjian?" Mytha menjadi sedikit gelagapan, sementara yang lain menatap padanya dengan pandangan menuntut penjelasan.
__ADS_1
"Aku tidak mengenalmu, anak muda. Aku tak pernah merasa melakukan perjanjian apapun denganmu. Jangan berbicara omong kosong di sini." Mytha berkilah, menunjukkan wajah marah dan kesal, dia merasa dipermainkan oleh anak kemarin sore yang baru masuk itu
"Mungkin ibu Mytha lupa dengan saya, karena kita bertemu mungkin 6 atau 7 tahun yang lalu. Tapi, ibu Mytha tentu tidak lupa dengan ayah saya?"
"Ayahmu?"
Doddy menautkan jemarinya di depan dada dengan bertumpu siku pada permukaan meja kaca itu.
Menatap ke depan dengan wajah yang penuh percaya diri.
"Aku tidak pernah terlibat perjanjian dengan siapapun!" Mytha menjadi kesal sekali dengan sikap Doddy.
Tanpa bicara, Doddy mengeluarkan sebuah map dokumen dari tas yang di jinjingnya. Lalu di angsurnya ke hadapan meja komisaris.
Yang pertama mengambil dokumen itu adalah Mytha. Perlahan dia membuka map itu, seketika wajahnya masam ketika melihat di lembar pertama tertera namanya dan nama Ferdian dalam sebuah perjanjian pengalihan 15 persen Saham kepada Ferdian atas peminjaman uang yang di lakukan oleh dirinya.
Dan dia sungguh lupa, dia berjanji mengembalikannya dalam satu bulan, jika tidak maka saham itu di pindah tangankan kepada pak Ferdian.
"Tapi...ini perjanjianku dengan ayahmu!" Mytha tampak gusar bukan main, apalagi mata semua yang hadir terarah padanya, tak terkecuali anaknya Sally.
"Silahkan ibu membuka di lembar kedua. Itu akan menjelaskan kenapa sekarang, sayalah yang akan mengambil alih semuanya."
Dengan enggan Mytha membuka lembaran kedua, wajahnya semakin memerah. Disitu tertulis, bahwa ayahnya melimpahkan semua yang tertulis di draft perjanjian pertama di bawah kekuasaan sang anak Doddy Alfajri sebagai putranya. Termasuk pengambil alihan saham itu sebagai akibat jika Ibu Mytha tidak membayar pinjamannya.
"Semoga dokumen ini bisa menerangkan bahwa saya tidak sembarangan dalam mengklaim." Doddy tersenyum sambil menganggukkan kepalanya kepada Pak Rudiath, laki-laki paruh baya yang berwajah simpatik itu tampak tersenyum samar, seolah dia tahu sesuatu di balik semua kejadian di depan matanya itu.
Kemudian tatapannya di arahkan pada perempuan yang duduk di sebelahnya, lurus kepada Mytha.
Yang di tatap tampak masam, tapi dia tak berkutik. Pemuda berwajah tampan itu telah menunjukkan bukti mengapa dia pantas berada di ruangan itu. Untuk menyanggahpun hanya membuat semua yang di lakukannya semakin di bongkar ke permukaan.
__ADS_1
Anak muda ini terlihat tenang, tapi sungguh tak bisa di tebak.
"Apakah yang di katakan pak Doddy ini benar?" Tanya pak Rudiath.
Mytha nampak salah tingkah tapi tak tahu menjawab apa. Dia merasa di telanjangi oleh Doddy, mengenai hitang piutangnya.
Doddy duduk dengan santai di kursinya, pemuda itu sekarang diam, hanya matanya mengawasi Mytha.
"Jangan datang dan memfitnah mamaku!" Tiba-tiba Sally angkat suara dan menudingkan jari kepada Doddy.
Perhatian orang beralih kepada kemurkaan Sally.
Dia menahan jengkel sedari tadi melihat Doddy menyerang mamanya meski dengan cara yang elegant.
Doddy mengalihkan pandang kepada Sally, tidak menunjukkan rasa terkejut dengan reaksi yang di tunjukkan Sally.
"Maaf, anda siapa? Bisa kah menurunkan jari anda? Karena saya rasa anda adalah perempuan berkelas yang mengerti etika. Tidak pantas bersikap tak sopan apalagi anda tidak mengerti duduk perkaranya." Pertanyaan sekaligus teguran itu di sampaikan Doddy dengan suara halus tetapi tetap saja seperti mrnampar Sally, apalagi di depan forum yang hampir pesertanya adalah orang yang di benci Sally.
"Sally, jaga sikapmu, jika tidak maka kamu boleh keluar dari sini."Sarah dari tempatnya duduk, menegur pada Sally dengan tajam.
Sally terkesima berpaling pada Sarah yang berada di jajaran kursi komisaris.
Di dalam ruangan ini, jika menilik jabayan dia bukan apa-apa, jadi mai tidak mau dia menuruti teguran itu, menurunkan tangannya dengan perlahan.
(Maafkan akak yang ketiduran sambil nulis π akak triple UP hari ini untuk menebus janji kemarin yang tak terealisasikan untk double UPπ€
Jangan lupa VOTE ya, supaya akak semangat UP hari ini ππ mumpung senin subuh, pasti semua lagi pegang VOTEπ€π€π€π π π
Salam manis dari bang Doddy, yaaaa buat semua pembaca kesayangan...πβΊοΈ)
__ADS_1
...Terimakasih sudah membaca novel ini dan selalu setia mengikuti perjalanan hidup Sarah dan kisah cintanya bersama Rakaπ€...
...VOTE, LIKE dan KOMEN kalian selalu author nantikan, ya.....