
(Untuk bab ini areanya dewasa😅 yang jomblo dan belum married please skip, yang emak-emak, bapak-bapak sayang istri mari merapat🤣🤣🤣 Harap bijak untuk pembaca memilah bacaan🙏🤗)
Diah membuka matanya mendapati Doddy seperti patung, seolah dia sedang tersihir.
"It's all right, it's all yours now..." Diah membimbing tangan Doddy pada tempat di mana mata Doddy tertuju.
Doddy seperti baru tersadar dari mimpi, dengan gerakan naluriah seorang laki-laki, kepalanya menyusup ke sana, kecupan dan ciuman Doddy yang lembut tetapi bergairah itu membuat Diah hanya bisa mengepalkan jemarinya, tubuhnya melengkung menerima cumbuan sang suami.
Des@han halus yang keluar dari mulut Diah, membuat Doddy semakin berani dan liar. Dia seperti seseorang yang kepanasan dan membutuhkan oase menawar dahaga.
Tak ada yang benar-benar menyadari, saat tiba-tiba Doddy sudah berada di atas Diah, menindih dan memagut sang istri dengan penasaran dan begitu ingin. Tak pernah dia merasa darah seperti mendidih sampai ke ubun-ubun.
Kain yang menutupi tubuh indah Diah di singkapnya, dan dia terpesona dengan apa yang ada di baliknya.
Dada Diah hanya tertutup bra, dengan rikuh Diah sedikit berusaha menutupinya, selama ini Bram hanya mencumbuinya dalam gelap tanpa Diah tahu mengapa alasannya bahkan sampai dia bercerai, dia terbiasa memejam matanya saja.
Dan saat cahaya lampu kamar yang terang benderang itu memantulkan adegan yang kini dia sendiri adalah pelakonnya, hal ini membuatnya sedikit merasa aneh dan risih.
"Aku akan mematikan lampunya..." Diah berucap dengan suara setengah berbisik, hendak mendorong perlahan tubuh Doddy yang masih dalam pakaian lengkap, Tshirt dan celana pendek, di atasnya itu, sementara dirinya sendiri bagian atas sudah hampir tak tertutup apa-apa, piyama dress itu sudah melorit sebatas pinggang.
"Tidak usah..." Doddy menahan tubuh Diah supaya tidak bergerak.
"Aku ingin melihat wajahmu, saat aku menunaikan tugasku sebagai suami malam ini." Lanjut Doddy dengan mata tak berkedip.
"Oh..." Diah tercengang sesaat, matanya berkedip dua kali tetapi kemudian dia tetap mendorong tubuh Doddy dari atasnya.
"Kamu tidak bisa melakukan apa-apa jika masih mengenakan ini." Entah dari mana keberanian itu datang, Diah duduk di atas kakinya sendiri, saat Doddy masih melongo menatap Diah, jemari Diah merayap ke pinggang Doddy, dan menarik perlahan baju kaos yang di kenakan Doddy.
Yah, Diah melucuti atasan Doddy seperti sedang membuka baju seorang anak kecil.
Ketika mereka duduk berhadapan dengan tubuh setengah tel@njang di atas tempat tidur, Diah bergerak perlahan seperti seorang tawanan yang menyerahkan dirinya, di raihnya kepala Doddy lalu mengarahkan ke lehernya.
"Kamu boleh menunaikan tugasmu sebagai suami sekarang..." Diah berbisik parau di telinga Doddy.
__ADS_1
Seperti di aba-aba, Doddy menciumi leher jenjang Diah, menyeret bibirnya dari bawah telinga hingga pundak sang istri.
Doddy tak mampu lagi bersuara, tangannya bergerak semakin liar dan tak berirama, nafasnya yang semula tertahan satu-satu terdengar sedikit terburu, tercermin dari hentakan nafasnya.
Diah memberi isyarat dengan bahasa tubuhnya yang menggeliat, ke arah mana tangan Doddy harus menyusur dan setiap gerakan Diah seolah sedang membimbing naluriah suaminya itu kemana titik yang seharusnya di sentuhnya. Bahkan sekarang, wajah Doddy sudah terbenam di dada Diah, sementara bra istrinya terlempar entah kemana.
Diah benar-benar pemandu ulung meski dia tak mengatakan apapun tapi caranya mengajari Doddy, hanya dengan bahasa tubuhnya dan sedikit suara desis yang membuat Dodi kepanasan di atas sepray yang mulai acak-acakan tak jelas.
Nafas Doddy hangat menghembus kulit wajah Diah, dengan lembut Diah membalas ciuman panas Doddy yang semakin tak terkendali, bibirnya menyasar bibir Doddy, menyapunya perlahan sambil menggigit pelan bibir sang suami, seketika badan Doddy semakin menegang.
Diah menarik tubuh Doddy
kuat-kuat, memeluknya dengan erat, meskipun nafasnya tersengal, wajah Doddy merona seperti terbakar.
"Diah, bagaimana ini...?" Doddy menggigit bibirnya sendiri, gejolak gairah aneh itu membuatnya seperti sedang di buru. Diah tersenyum dalam ketenangannya, menjawabnya dengan *******, saat melihat raut Doddy yang seperti hendak meledak.
Ketika Doddy sudah tak bisa membedakan gelap dan terang, Diah tahu saatnya mereka menuntaskan semuanya.
Tanpa membuat Doddy terlalu menyadarinya, Diah meloloskan sisa pakaian Doddy di saat Doddy begitu sibuk menjelajahi wajahnya.
" It's time..."
"Hah..." Doddy menghentikan gerakannya, nafasnya naik turun.
Diah tak lagi berbicara, dia hanya menyentuh dengan jemarinya, suatu benda yang membuat Doddy segera seperti orang kelojotan.
"Ku serahkan hidupku padamu...semuanya." Diah berkata dengan suara terengah.
Dan tanpa diminta, Doddy mendorong tubuh Diah hingga terbaring sempurna, tangannya meloloskan semua perintang terakhir pada tubuh mereka berdua. Tubuh mereka berkilat di bawah cahaya lampu yang terang, seperti rupa Adam dan Hawa dalam permulaan dunia.
Dada Doddy yang atletis dan kuat itu menindih tanpa permisi membuat kulit mereka bergesekan dengan lembut, menyisakan rasa panas dan kesemutan yang luar biasa. Panas itu menjalar ke seluruh tubuh mereka, seperti di hantarkan oleh listrik.
Lengan Doddy merengkuh tubuh Diah, gairah dan cinta membuat hubungan sakral itu menjadi begitu indah.
__ADS_1
Kemesraan semakin liar, dalam ritme yang semakin tak bisa di tebak.
Diah memejamkan matanya, saat Doddy mengarahkan sesuatu ke tempat tersembunyi dari semua cerukan di tubuhnya.
"Akh..." Dua suara dalam nada yang sama, ketika Doddy menembus batas yang hanya boleh di lewati saat dia memegang surat ijin resmi dari sebuah ritual suci yang dinamakan pernikahan.
Doddy dalam pengalaman yang luar biasanya, terpesona dengan apa yang dirasakannya, sekarang dia mengerti apa yang di katakan Raka, seperti apa rasanya sorga dunia itu.
Suara desah mereka bersahutan, berpadu dengan keringat yang membasahi tubuh, mengejar sensasi yang seolah siap melumpuhkan syaraf mereka dan meledak sewaktu-waktu.
Gerakan yang seolah tak akan berhenti, jika belum bertemu puncaknya.
Pekikan lembut Diah, dan jemarinya yang mencengkeram punggung Atletis Doddy berbarengan dengan er@ngan Doddy, mengakhiri perlombaan dua insan itu memadu hasrat.
Doddy memandang Diah dengan rasa puas,
"I love you...so much..." Ucapnya di sela nafasnya yang satu-satu itu. Malam pertama yang sengaja di tunda itu, Doddy merasakan pengalaman yang tak terlupakan dan dia tahu sejak malam ini semuanya akan berubah, dia akan merasakan satu kecanduan yang baru, tidak hanya karena menginginkan cinta istrinya itu tetapi juga menikmati penyerahan diri sang istri sepenuhnya padanya.
(Sebuah hubungan suami istri dalam keintiman yang sakral dan kudus adalah yang dilakukan setelah pernikahan, lakukanlah semuanya dengan melibatkan unsur batin dan cinta, proses pembatinan di dalam sebuah perbuatan hanya bisa di lakukanoleh insan yang bertuhan, sehingga hubungan ini bukan hanya terjadi karena nafsu semata.
Perjanjian suci yang di atas namakan pada Tuhan, membuat kenikmatannya berlipat kali ganda karena terjadi dalam ketenangan dan kebahagiaan, Itulah yang membuat kita menjadi manusia...
Yeeeeay, Author sudah tepati janji, yaaah....HAPPY VALENTINE semuanya, i love You all🙏🤗
Terimakasih untuk semua VOTE, dukungan baik komen maupun likenya, sisa beberapa bab lg ya untk ekstra part Diah dan Doddy🤗)
Terimakasih sudah membaca novel ini dan selalu setia, kalian adalah kesayangan othor🤗 i love you full....
Jangan Lupa VOTEnya yah untuk mendukung novel ini, biar othor tetap semangat menulis😂🙏🙏🙏
__ADS_1
...VOTE, LIKE dan KOMEN kalian selalu author nantikan, ya...