My Teacher Is Mine

My Teacher Is Mine
MTIM-104 Pak Angga Menyerah?


__ADS_3

Mungkin semua orang bisa menunjukan sifat simpatinya kepada kita disaat kita sedang terpuruk. Tetapi bukan berarti mereka peduli. Bisa saja mereka bersikap demikian hanya karena perasaan ingin tahu. Bukan peduli.


Bukan berarti aku tidak mempercayai Alessyia dan Kak Aldo. Aku sangat percaya kepada mereka. Sudah cukup lama aku mengenal Kak Aldo. Apalagi Alessyia sudah dalam hitungan tahun. Tetapi untuk menceritakan permasalahan pribadi hubungan aku dengan Pak Angga, lebih baik aku tidak menceritakannya kepada siapapun. Biarkan aku sendiri yang akan memecahkan masalah tersebut.


“Kalian mau nginap disini?”


“Enggak tante. Sebentar lagi kita pulang.”


“Lho cepat banget Cha. Besok kan masih weekend.”


“Iya, gak kasihan sama Angel gak ada temannya tuh? Kalian nginap aja! Kalau gak mau tidur di rumah sakit, kalian tidur di rumah kita.”


“Masih ada urusan yang harus kita kerjakan om.”


Alessyia berbisik ke telingaku, “Angel lo lupa? Gue dan Kak Aldo harus menyelesaikan misi memisahkan Kak Beni dari Clarissa.”


“Oh iya gue lupa Cha.”


Aku lupa tidak mengikuti cara bicara Alessyia. Padahal dia sudah sangat pelan agar tidak terdengar oleh telinga orang lain. Tetapi aku menjawabnya dengan lantang. Tentu saja membuat heran semua yang mendengarnya.


“Lupa kenapa, Ngel?”


“Ada apa, Nak?”


“Kenapa sayang?”


“Hehehe. Gak papa kok.”


Waktu sudah semakin siang. Aku merasa sangat senang karena sebentar lagi akan keluar dari rumah sakit. Botol infusan juga menyisakan beberapa tetes lagi. Tetapi harapanku musnah. Semuanya tidak berjalan sempurna seperti apa yang aku harapkan.


“Dok, katanya Angel boleh pulang sekarang?”


“Maaf ya Dek, menurut hasil pemeriksaan terkini, rupanya kondisi kamu belum stabil. Dengan sangat terpaksa saya sarankan agar kamu dirawat kembali kurang lebih selama satu hari ke depan.”


Hffttt.


“Kalau begitu saya permisi ya!”


“Terimakasih, Dok.”


Tidak ada lagi kata yang mampu terucap. Aku hanya menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya ke udara. Aku harap bisa membantu lebih tenang. Tetapi masih saja terdapat kekecewaan di hatiku.


Tok..tok..tok…

__ADS_1


“Masuk!”


Papah dan Mamah yang sedang duduk santai di sofa mempersilakan tamu yang hadir untuk masuk. Padahal mereka belum tahu siapa orang di balik pintu. Sedangkan aku masih berbaring di ranjang dengan mata yang terpejam tetapi tidak terlelap.


“Permisi Pak, Bu!”


“Lho kamu? Ngapain kamu kesini? Berani sekali kamu hadir di hadapan saya.”


“Pah tenang dulu! Jangan teriak-teriak! Kasihan Angel sedang istirahat."


Mendengar suara orang yang baru masuk membuat aku ingin membuka mata. Sepertinya suara itu sangat aku kenal. Dan benar saja, aku dapat melihat sosok pria yang telah lama aku nantikan kabarnya sedang berdiri di hadapan kedua orang tuaku.


“Saya mohon dengan hormat tolong pergi dari sini! Jangan pernah temui Angel lagi! Karena sampai kapanpun saya tidak akan merestui hubungan kamu dengan anak saya. Seharusnya kamu sadar diri. Status kamu dengan anak saya itu berbeda. Angel masih gadis. Tidak pantas bersanding dengan Anda.”


“Pah, udah cukup! Hiks…”


Mendengar ucapan Papah membuat hatiku sakit sampai harus mengeluarkan air mata.


“Pah jangan bicara seperti itu! Papah gak kasihan sama Angel? Papah lupa kalau Angel sedang sakit? Papah lupa dokter bilang agar Angel tidak banyak pikiran, apalagi sampai depresi.”


Beruntunglah Mamah berpihak kepadaku. Dengan suara lirihnya Mamah berkata kepada Papah untuk membuatnya tenang.


“Oke. Saya izinkan Anda bertemu dengan Angel itu karena Angel sedang sakit. Tetapi ingat, saya tidak akan merestui kamu menjadi calon menantu saya!”


Mamah menarik tangan Papah untuk keluar ruangan. Selama perjalanannya meninggalkan aku dan Pak Angga, Papah terus menatap Pak Angga dengan tatapan seperti hendak memangsa. Setelah mereka keluar dan pintu ditutup dengan rapat, Pak Angga berjalan menghampiriku. Ia mengusap pipiku yang sudah basah teraliri air mata.


“Maafkan Angel, Bee! Hiks…”


“Aku yang minta maaf. Karena aku tidak bisa menjaga kamu, menemani kamu, merawat kamu. Bahkan aku harus tahu kabar kamu masuk rumah sakit dari Alessyia. Aku benar-benar tidak berguna. Maafkan aku!”


“Enggak Bee, itu tidak seberapa dibandingkan dengan perlakuan yang kamu dapatkan. Angel tidak bisa menemani kamu sampai tersadar. Angel malah pergi ke Jakarta disaat kamu sudah bela-belain pindah tugas ke Bandung. Dan perjuangan kamu sia-sia, Bee. Kamu hanya mendapatkan cacian dari orang tua Angel. Padahal kamu baru sembuh dan harus menempuh perjalanan jauh.”


“Hiks..hiks…”


“Udah jangan nangis!”


Cup!


Pak Angga memberikan kecupan singkat yang mendarat di kening. Kemudian ia menghapus semua air mata yang mengalir.


“Semua ini salah aku. Andai kamu tidak berhubungan denganku, maka kamu tidak harus meninggalkan kota yang sangat kamu impikan sejak kecil. Kamu pasti masih bisa mengejar cita-cita kamu disana. Papah kamu juga tidak akan memarahi kamu. Maafkan aku!”


“Bee, tolong jangan salahkan pertemuan ini. Dan juga, tidak ada yang salah dari perasaan kita. Karena rasa cinta dan sayang itu di luar kendali kita. Tidak ada yang bisa menentukan perasaan. Kita tidak bisa memilih kepada siapa harus jatuh cinta. Dan Angel hanya mencintai kamu. Bukan yang lain!”

__ADS_1


“Akan lebih baik jika kamu tidak bersama aku. Carilah pria yang se-usia sama kamu dengan status belum pernah menikah! Pasti kamu akan mudah untuk mendapatkannya.”


“Apa sekarang kamu menyerah? Kenapa kamu meminta aku jatuh cinta selain kepada kamu? Kenapa kamu menyerahkan aku kepada orang lain? Pak Angga lupa siapa yang memulai hubungan ini? Pak Angga lupa kisah yang kita lalui sampai sejauh ini? Apa itu semua tidak ada artinya bagi Pak Angga?”


“Itu semua karena aku sangat mencintai kamu. Aku ingin melihat kamu bahagia, hidup bersama dengan pria yang disetujui oleh orang tua kamu. Kita tidak akan pernah bersatu jika tanpa restu dari orang yang telah melahirkan kamu Angel. Please mengertilah!”


“Kenapa Angel harus mengerti dengan ucapan Pak Angga? Kenapa tidak Bapak yang mengerti dengan perasaan Angel?”


“…”


“Oke Angel mengerti. Sekarang pergilah dari sini! Jangan pernah temui Angel lagi! Anggap saja kita tidak saling mengenal. Hilangkan semua kisah yang pernah kita lalui! Lupakan semua perasaan yang ada! Hiks…”


Aku memang menyuruh Pak Angga pergi, tetapi aku tidak mengharapkan respon yang seperti ini. Dia menerima apa yang aku ucapkan dan langsung berbalik tanpa mengucapkan kata apa-apa lagi. Aku berharap dia akan menolak keinginanku dan menarik semua omong kosong yang ia ucapkan.


Tapi apalah daya, dia sudah melangkah mendekati pintu keluar, aku tidak mau menyaksikan momen pilu seperti ini. Kehilangan seseorang tepat di depan mata, itu sangatlah sakit. Aku hanya bisa memalingkan pandangan dengan memejamkan mata disertai air mata yang terus mengalir.


Klek!


Dan akhirnya, ketakutan itu benar-benar terjadi. Aku tidak pernah menginginkan perpisahan seperti ini. Aku harus merasakan betapa sakitnya menjadi orang yang ditinggalkan.


“Hiks..hiks…”


“Maafkan aku! Aku berjanji tidak akan bilang seperti tadi lagi. Apalagi menyuruh kamu mencari cinta yang lain. Aku sangat mencintai kamu Angel! Apapun resikonya, aku akan menanggungnya. Sesulit apapun jalan yang harus kita lewati, aku akan tetap menjalaninya. Asalkan itu bersama kamu.”


Ternyata aku salah. Pak Angga tidak meninggalkan. Ia masih ada disini. Menggenggam tanganku sangat erat.


“Kita berjuang sama-sama. Seperti janji kita di awal. Aku akan berusaha untuk mendapatkan restu dari kedua orang tua kamu. Aku yakin kita bisa melewatinya jika kita bersama. Sesulit apapun kehidupan akan terasa mudah jika dilalui bersama-sama."


“Terimakasih Bee. Terimakasih sudah mau bertahan. Terimakasih sudah memilih jalanan yang terjal penuh duri ini. I love you.”


“I love you more sayang.”


Cup!


Kecupan lagi mendarat di keningku. Sekarang aku bisa tenang karena ada Pak Angga menemani. Aku juga merasa tidak lemas lagi. Seakan semua energi yang sempat menghilang kembali lagi.


*Bersambung*


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak berupa like, komen, rate 5 & vote seikhlasnya 🥰


Terimakasih 🙏🙏


__ADS_2