
“Iya, Cha. Gue lagi di jalan. Nanti dulu dong gue juga buru-buru ini.”
“. . .”
“Haaaa makanan gue.”
“. . .”
“Bentar, Cha. Gue matiin dulu teleponnya.”
Dengan langkah yang terburu-buru. Bahu kanan menenteng tas yang berisi beberapa buku tebal. Tangan kiri yang sedang menerima panggilan telepon. Juga tangan kanan yang menenteng beberapa cemilan.
Penglihatanku sama sekali tidak menatap keadaan sekitar. Langkah kaki saja tidak teratur. Karena dengan jalan tergesa-gesa, membuat snack yang sedang aku pegang terjatuh.
Beruntunglah kemasannya belum di buka. Karena Alessyia meneleponku lebih dulu sebelum snack itu aku nikmati.
“Maaf ! Maaf ! Angel telat. . .”
Dengan nafas yang tersengal-sengal, aku menyapa ketiga rekanku yang telah menantikan kehadiranku.
“Kamu marathon sampai sini, Ngel ?”
“Iya, Kak Ben. Tadi Angel lari-lari gara-gara Alessyia tuh.”
“Ih kok jadi nyalahin gue ?”
“Emang salah lo. Kalau lo gak nelepon gue harus cepat, gue gak akan sampai kehabisan nafas kayak gini. Gue juga masih bisa nikmati cemilan ini.”
Aku menunjukan snack yang masih tertutup rapat. Kak Aldo memberikan aku minuman botol rasa jeruk.
“Ini minum dulu. Udah jangan banyak bicara. Istirahat dulu !”
“Makasih Kak Aldo. Orang paling peka nih.”
Setelah semuanya membaik. Nafasku tidak lagi memburu. Keringatpun telah mengering. Kami memulai kepada acara inti. Kak Aldo dan Kak Beni telah berjanji akan membantu aku dan Alessyia mengerjakan tugas kuliah. Kami memilih tempat terbuka, dengan suasana alam.
Ditengah-tengan taman yang dipenuhi rumput hijau. Dikelilingi oleh pohon yang tidak terlalu tinggi. Beralaskan karpet. Ditemani beberapa makanan dan minuman. Serta senja yang perlahan mulai memancarkan keindahannya.
Kak Aldo dan Kak Beni tertawa ketika aku mengambil makanan yang tingal satu di wadah. Aku tidak tahu kalau Alessyia juga hendak mengambil makanan itu. Tetapi karena aku yang menang, maka Alessyia terus mencarinya mengelilingi seluruh wadah.
“Hahaha. Kalian mau makan, makan aja dulu.”
“Jangan makan sambil ngerjain tugas. Yang ada malah jari kalian yang di gigit.”
“Hahaha.”
Tawa yang menggelegar dari ciri khas pita suara pria sama sekali tidak memecahkan kejelianku. Mataku tengah asik mencari jawaban dari buku tebal yang entah berapa jumlah halamannya. Begitupun dengan Alessyia. Matanya tertuju pada layar laptop untuk mendownload materi kuliah dari website kampus kami.
“Kak Ben. . .”
“Hem ?”
“Kalau yang ini gimana ?”
Aku berbalik hendak memperlihatkan paragraf yang menurutku itulah jawaban dari pertanyaan yang dosen berikan. Kak Beni juga mendekat ke arahku. Sehingga menimbulkan benturan cukup keras antara kepalaku dan kepala Kak Beni.
“Aw aww.”
Aku dan Kak Beni meringis kesakitan. Karena suara yang ditimbulkan cukup keras, Alessyia dan Kak Aldo mengalihkan perhatiannya kepada kami berdua.
__ADS_1
“Kalian kenapa ?”
“Sakit banget kepala Angel. Kepalanya Kak Ben keras banget kayak pintu.”
“Kepala Kak Ben juga sakit, Angel. Kepala kamu juga keras tahu.”
“Hahaha. Udah-udah jangan saling menuduh kepala siapa yang paling keras.”
Bukannya menolong atau bersimpati, Alessyia dan Kak Aldo malah tertawa menyaksikan aku dan Kak Beni yang sedang mengelus-elus kepala. Aku ingin sekali marah. Tetapi aku tidak mau menambah sakit kepalaku karena marah-marah tidak jelas.
“Masih sakit ?”
“Gak papa, Kak. Udah mendingan.”
“Sini Kakak lihat !”
Rambut yang menghalangi bagian depan di selipkan ke belakang telinga oleh Kak Beni. Ia mengamati keningku yang sudah mengalami kecelakaan.
“Gak memar kok. Tapi nanti kalau ada memar atau bengkak, hubungi Kakak aja !”
“Iya. Tenang aja. Udah enggak sakit kok.”
“Oh iya, tadi kata kamu paragraf yang mana ?”
Karena aku lupa tadi halaman berapa. Dan buku itu tertutup karena terlempar tanpa disadari. Terpaksa aku kembali mengulang mencarinya. Setelah berhasil ditemukan, aku segera memanggil nama Kak Beni. Kali ini aku lebih hati-hati agar tidak terulang tabrakan lagi.
“Udah beres kan ?”
“Heem. Makasih ya, Kak Aldo."
“Tugas kalian udah beres, Ben, Ngel ?”
“Iya sama-sama. Ya udah pulang, Yuk ! Sebelum kemalaman.”
Aku sengaja membagi tugas dengan Alessyia. Karena tugas kami yang terlalu menumpuk, jadi kami membaginya menjadi dua. Aku dan Kak Beni mengerjakan tiga tugas mata kuliah. Sedangkan Alessyia dan Kak Aldo mengerjakan dua tugas mata kuliah. Meskipun dua mata kuliah, tetapi tugasnya sama banyaknya dengan yang aku kerjakan.
Setelah itu, aku akan mengajarkan kepada Alessyia tentang tugas yang telah aku kerjakan. Begitupun dengan Alessyia. Dia akan menjelaskan kepada aku tentang tugas yang telah di kerjakan olehnya. Dengan seperti itu, semua tugasnya menjadi selesai dan kami juga mengerti terhadap tugas-tugas itu. Bukan hanya menyalinnya tanpa tahu maksud dari jawaban tersebut.
Sebelum senja benar-benar menghilang tergantikan oleh gelapnya malam, kami memutuskan untuk mengakhiri pertemuan hari ini. Aku dan Alessyia pulang bersama. Kami menolak di antar karena masih sore dan masih sangat ramai orang-orang berlalu lalang.
“Angel, ngerjainnya di rumah lo aja, ya !”
“Tentu. Pintunya terbuka lebar buat lo, Cha.”
“Nanti gue kesana setelah ganti baju. Gue mau mandi dulu. Badan gue gak enak. Lengket banget.”
“Iya ih. Kok lo bau banget sih, Cha.”
“Seriusan lo, Ngel ?”
“Iya. Kayak yang gak mandi sebulan tahu gak. Hahaha.”
“Angel. . . .”
Aku meninggalkan Alessyia dengan muka kesalnya. Aku sengaja mengatakan seperti itu. Karena Alessyia akan langsung down saat ada yang mengomentari kurang baik perihal penampilannya. Sekali-kali aku juga harus menjahili dia. Jangan aku terus yang dibuat kesal oleh suara cemprengnya yang selalu teriak-teriak di dekat telingaku.
Tok. .tok. .tok
Aku membuka pintu dengan keadaan handuk yang menutupi rambut basahku.
__ADS_1
“Echa. . . gue kira siapa. Biasanya juga lo gak pernah ketuk pintu dulu kalau masuk kost-an gue.”
“Kan waktu itu gue dimarahin gara-gara masuk sembarangan. Jadi gue mau berubah.”
“Haha, gue cuma becanda kali Cha. Ya udah masuk ! Tunggu dulu, ya.”
Aku berjalan menuju kamar mandi untuk menyimpan handuk. Kami tidak mau membuang-buang waktu. Setelah semuanya selesai, maka tidak akan ada lagi beban yang mengganggu pikiran kami. Oleh karena itu kami fokus untuk menyelesaikan tugas kuliah itu dulu tanpa becanda dan tanpa berbicara omongan-omongan yang tidak jelas.
“Hoaaa akhirnya selesai juga.”
Aku merebahkan tubuhku di atas kasur, diikuti dengan Alessyia. Tanganku pegal, dan mataku lelah. Dari pagi sampai malam terus bergulat dengan mata kuliah.
“Oh iya gue lupa, Cha.”
“Kenapa ? Masih ada yang kurang ?”
“Enggak. Gue lupa belum mengambil makan dan minum buat lo.”
“Ya ampun Angel, gue kira ada apa. Udah santai aja. Kayak tamu Agung aja gue.”
Aku kembali dari dapur dengan membawa dua botol minum dan snack rasa cokelat. Karena tugas kuliah telah selesai, maka sekarang waktunya gosip. Seperti biasa di kala waktu senggang, aku dan Alessyia membicarakan segala hal. Dari yang terpenting sampai yang tidak jelas. Dan juga membicarakan gosip yang lagi hangat dibicarakan para mahasiswa di kampus.
Angin lalu yang mengatakan bahwa Dosen ini jalan sama mahasiswinya. Ada juga kabar yang mengatakan Dosen itu berselingkuh. Mahasiswa yang menggoda Dosennya. Dan masih banyak lagi gosip-gosip lainnya.
Sebenarnya kami tidak terlalu peduli. Tetap saja ingin ikut membahasnya. Tentunya dengan gaya yang santai. Bahkan selalu di akhiri dengan gelak tawa. Apalagi Alessyia yang kalau ketawa tidak mau berhenti. Padahal aku telah memintanya untuk berhenti ketawa, karena akan mengganggu tetangga kost yang lain.
Tok. .tok. .tok. .
“Ih tuh kan, Cha. Udah dong jangan ketawa terus.”
Aku segera membuka pintu. Sebenarnya aku takut. Karena waktu itu juga Alessyia ketawa tanpa henti, sehingga membuat aku di gedor oleh tetangga kost yang lain. Mereka menasihati untuk tidak berisik. Dan sekarang, pasti itu terjadi lagi.
*Bersambung*
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak melalui like, komen, rate 5 & vote🥰💙💙
.
.
Author minta maaf ya cuma up 1 bab🙏 Authornya lagi kurang semangatt, soalnya performanya turun terus😣
Rate nya turun terus. Views nya juga berkurang. Terus yang membaca juga banyak yang tidak meninggalkan jejak😔😔
.
.
Author cuma ingin para pembaca menghargai tulisan author. Setidaknya dengan meninggalkan jempol. Apalagi kalau komentar, Author bakalan seneng banget.😍😍
.
.
__ADS_1
Segitu aja ya curahan hati author. Mohon maaf jika ada typo bertebaran, dan jika ada kata-kata author yang kurang berkenan di hati pembaca setiaku🙏🙏