
Cemburu itu tidak pemilih. Tidak mengenal waktu dan orang. Cemburu itu tidak memandang dia saudara, teman atau sahabat. Cemburu itu hal yang normal dalam suatu hubungan. Tanpa cemburu maka rasanya akan hambar. Cemburu adalah bukti kasih sayang. Justru jika tidak cemburu patut untuk dipertanyakan, seberapa besar kasih dan sayang yang ia berikan.
“Hai hai guys.”
“Ben hari ini lo ulang tahun kan ?”
“Masa sih ? Kak Ben ulang tahun ? Gak ada perayaan Kak ?”
“Ada dong. Nanti malam datang ya ! Ini undangannya.”
“Ohh makasih.”
Aku menerima selembar kertas yang berisi tanggal, jam serta tempat untuk di adakannya pesta ulang tahun.
“Oh gitu, jadi Angel doang yang di undang ?”
“Hahaha. Tenang tenang. Nih gue bagi satu satu. Jangan lupa datang ! Kalau gak datang gue gak mau kenal lagi sama kalian.”
“Kayaknya Angel absen ya, Kak.”
“Lho kenapa ? Angel gak asik nih.”
“Kak Reza sama Alessyia. Terus Angel gak ada pasangannya. Masa Angel datang sendiri sih.”
“Kamu kan sama Kak Aldo, Angel.”
“Eh enggak enggak. Enak aja. Angel tuh tamu spesial gue. Gak boleh jadi pasangan lo, Do.”
“Yeeeyy santai aja kali. Emang Angelnya mau jadi pasangan lo ?”
“Aduh berisik lo pada. Angel datang bareng sama gue dan Alessyia. Jangan mimpi dia mau jadi pasangan kalian.”
“Hahaha.”
Kami tertawa bersama. Aku telah menemukan keluarga kedua. Keluarga selama aku berada di Bandung. Merekalah yang selalu menemani hari-hariku. Membuat hariku lebih berwarna. Serta menjadi malaikat pelindung dan penolongku.
Aku harap kita akan selamanya begini. Tidak boleh ada perasaan yang berubah. Menjadi seorang sahabat lebih mengasikan daripada menjadi sepasang kekasih. Karena biasanya jika setelah berpacaran terus putus, maka silaturahmi juga ikut putus. Aku tidak mau kehilangan orang-orang baik seperti Alessyia, Kak Reza, Kak Aldo dan Kak Beni.
Gaun berwarna merah muda dengan panjang di atas lutut sedikit serta berlengan pendek. Dilengkapi dengan sepatu selop highils berwarna senada dengan gaun yang tingginya sekitar 7 cm. Serta tas berukuran kecil berwarna putih yang aku tenteng ditangan. Tak lupa riasan sedikit mencolok tetapi masih terlihat natural menjadi outfit aku malam ini.
“Angel ayo cepat ! Kak Reza udah nunggu di depan.”
“Sebentar Cha, gue masih belum percaya diri.”
“Ya ampun Angel, kamu udah cantik pakai banget. Ayo berangkat nanti acaranya keburu dimulai.”
Alessyia segera menyeret aku keluar. Telah nampak Kak Reza dengan sedan merah yang terparkir di sampingnya. Setelan jas berwarna hitam, dengan kemeja berwarna putih. Sepatu kulit berwarna hitam. Tak lupa ikat pinggang dan dasi kupu-kupu menjadi pelengkap penampilan Kak Reza.
__ADS_1
“Kak ayo berangkat !”
“Kak Reza. .”
Alessyia telah mengajak Kak Reza untuk segera pergi. Tetapi Kak Reza diam mematung dengan pandangan menatap ke arahku. Aku tidak enak diperlakukan seperti itu. Aku mencoba untuk pura-pura tidak melihat Kak Reza.
“Kak Reza. . .”
“Eh iya Angel.”
“Kok Angel sih. Ini aku Alessyia, Kak.”
“Maaf maaf ! Maksud Kakak juga Alessyia. Hehe. Maaf ya ! Yuk mau berangkat sekarang ?”
Kak Reza aneh banget. Dia menjawab dengan sangat gugup. Aku dapat mengenalinya melalui cara dia berbicara. Apalagi dia mengira Alessyia adalah aku. Selama perjalanan juga aku menyadari kalau Kak Reza memperhatikanku. Terkadang ketika aku melihat kaca dalam mobil, Kak Reza salah tingkah langsung memalingkan pandangannya.
“Kak Aldo. . .”
“Hai Angel. Cantik banget sumpah. Kayak bidadari.”
“Ih Kakak apaan sih ? Angel jadi malu.”
“Serius. Kamu cantik banget. Iya gak, Za ?”
“Hah ? Eu-eu iy-iya cantik.”
“Siap. Dengan senang hati. Sini biar Kakak aja yang bawa."
Sebenarnya meminta bantuan Kak Aldo hanyalah sebuah alasan. Kotak kado itu tidak terlalu besar, sehingga tidak berat sama sekali. Namun jika terus berada di antara Kak Reza dan Alessyia hanya semakin membuatku mati kutu. Setidaknya dengan kehadiran Kak Aldo akan memecahkan suasana canggung di antara kami.
“Angel akhirnya datang juga.”
“Aaaaa selamat ulang tahun Kak Ben. Panjang umur, sehat selalu, dimudahkan rezekinya, cepat-cepat wisuda, dan dipertemukan jodohnya. Aamiin.”
“Makasih Angel. Jodoh kan udah ada. Kamu jodohnya. Hahaha.”
“Yeay Kak Ben bisa aja. Oh iya, ini kadonya.” Aku mengambil kotak kado yang di genggam oleh Kak Aldo dan segera memberikannya kepada Kak Beni.
“Padahal gak usah repot-repot bawa kado. Kehadiran kamu aja menjadi kado terindah buat Kakak. Tapi tunggu ! Kamu kok datangnya sama Aldo sih ? Kamu jahat.”
“Hehehe tadi ketemu di depan sama Kak Aldo.”
“Oh jadi gitu. Angel doang yang disambut, yang lainnya enggak. Ya udah kita pulang aja.”
“Eh jangan-jangan. Ya udah nih gue sambut. Selamat datang Reza Mahardika, Aldo, Alessyia semoga kalian menikmati acaranya sampai selesai.”
“Hahahaaa.”
__ADS_1
MC yang menjadi pembawa acara tersebut telah naik ke atas panggung. Ia membuka acara dan membimbing satu demi satu rangkaian peristiwa yang dilaksanakan. Dimulai dengan sambutan, hiburan, sampai acara inti yaitu pemotongan kue ulang tahun.
“Potongan pertama akankah diberikan kepada siapa ?”
Sorak-sorak pengunjung terdengar bergemuruh. Mereka tidak sabar untuk menyaksikan kepada siapakah Kak Beni akan memberikan potongan pertama kue ulang tahunnya.
"Ben, untuk siapakah potongan pertama kue itu ?"
“Angel.”
“Whoaaa Angel. Angel dipersilahkan utntuk naik ke atas panggung !”
“Angel. . .”
“Angel. . .”
“Angel. . .”
Semua orang meneriakan namaku. Tetapi aku masih mematung pada tempat pendirianku. Kenapa Kak Beni memberikannya kepadaku. biasanya potongan pertama diberikan kepada orang yang sangat spesial. Entah itu sanak keluarga, atau kepada kekasih. Tetapi aku bukan siapa-siapa Kak Beni. Aku hanyalah junior yang baru beberapa bulan mengenal Kak Beni.
Aku terpaksa mengikuti instruksi dari pembawa acara demi kelangsungan pesta ulang tahun berjalan lancar.
“Kamu Angel ?”
Aku mengangguk.
“Jadi ini pacarnya Beni.”
“Whoaaa !”
Semua hadirin yang menyaksikan besorak sembari bertepuk tangan. Kak Beni segera mengambil mikrophone yang dipegang oleh MC.
“Perkenalkan dia Angel Azzahra Caroline. Saya baru mengenalnya kurang lebih 3 bulan. Dia adalah junior saya di kampus. Saya sangat mengagumi dia sejak pertama bertemu. Saya bersyukur dipertemukan dengan dia.”
Kak Beni menghela nafas panjang sebelum melanjutkan percakapannya.
“Sebelumnya saya tidak berani untuk mengungkapkan bahwa sebenarnya saya suka sama dia. Karena kedekatan yang telah kami jalin bak adik-kakak, saya gak mau merusak itu. Bisa dekat dengan dia adalah suatu anugerah. Saya tidak meminta dia menjadi kekasih saya. Karena saya tahu hati dia bukan untuk saya. Saya hanya meminta kepada dia untuk bersedia menjadi teman suka dan duka saya.”
Semua orang yang menghadiri acara itu ikut baper mendengarkan kejujuran hati Kak Beni. Semuanya merasa terharu dan ikut bersedih.
“Apakah kamu bersedia menjadi teman Kakak selamanya ? Kakak gak mau kehilangan kamu. Dan Kakak gak mau merubah status kita lebih dari seorang sahabat. Setelah ini, Kakak mohon kamu jangan canggung ! Kakak hanya sekedar mengungkapkan rasa kagum kepada kamu. Kakak tidak berniat untuk memiliki kamu sebagai kekasih. Kamu paham maksud Kakak ?”
Aku menerima suapan yang diberikan oleh Kak Beni.
Menurutku kagum dan suka itu dua hal yang mirip namun terdapat perbedaan. Jika kagum mengarah kepada kelebihan yang dimiliki oleh seseorang. Jika suka mengarah kepada sikap dan kepribadian yang lama-lama dapat berubah menjadi rasa sayang bahkan cinta. jika mengagumi seseorang, maka tidak ada niat untuk memilikinya.
Mungkin perasaaan Kak Beni untukku hanya sekedar kagum. Atau mungkin suka. Aku tidak tahu bagaimana perasaan Kak Beni yang sesungguhnya. Satu yang pasti, aku tidak bisa memaksa seseorang untuk menyukaiku atau meminta seseorang untuk berhenti menyukaiku.
__ADS_1
*Bersambung*