My Teacher Is Mine

My Teacher Is Mine
MTIM-42 Rindu Yang Jatuh Kepada Angel


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan tengah malam. Tetapi mataku enggan untuk menutup. Aku berusaha untuk memejamkan mata, tetap saja tidak mau tertidur. Bagaimana aku dapat tidur pulas jika Pak Angga tertidur di balkon depan kamar kost. Aku pikir bisa tenang jika ada Pak Angga yang menemani tidurku. Ternyata hatiku malah semakin gelisah.


“Sepertinya saya harus segera pulang, Bu. Sudah terlalu malam.”


“Bapak bermalam disini aja.”


“Mah, gak bisa. Pak Angga mau tidur dimana nanti ?”


“Hmmm, ya di kasur.”


“Ih terus Angel tidur dimana ?”


“Kamu di sofa aja sama Mamah. Lagian ini udah tengah malam. Lebih baik menunggu esok untuk pulang.”


“Ya udah biar saya tidur di sofa depan aja.”


Pak Angga sudah berpamitan untuk pulang, tetapi Mamah tidak mengijinkan. Mamah menyuruh Pak Angga untuk menginap disini. Padahal kasur disini cuma ada satu. Terpaksa Pak Angga tidur di sofa yang ada di balkon depan kamar. Katanya kalau di sofa dalam kamar kurang nyaman baginya.


Aku tahu Pak Angga pasti kedinginan. Jika malam tiba suhunya akan semakin rendah. Aku saja yang ada di dalam ruangan selalu memakai selimut. Apalagi kalau di luar angin sepoi-sepoi akan menembus kulit.


Perlahan aku mengangkat tangan Mamah yang berada di atas perutku. Aku menggerak-gerakan tangan di depan muka Mamah untuk memastikan bahwa Mamah sedang tertidur pulas. Aku bergeser ke tepi ranjang, ku jinjitkan dan langkahkan kaki perlahan agar tidak menimbulkan suara.


Pintu berdenyit saat aku membukanya. Aku kembali memastikan keadaan Mamah. Rupanya masih sama, tidur dengan sangat nyenyak. Aku dapat melihat Pak Angga tertelungkup memeluk lutut untuk melawan rasa dingin. Tidak ada lagi selimut yang tersisa. Aku hanya membawanya satu karena koper tidak muat lebih banyak lagi. Dengan segera aku memakaikan jaket untuk menutupi seluruh tubuhnya sebagai pengganti selimut.


“Maaf ya, Pak ! Hanya ini yang tersisa. Semoga bisa membantu mengurangi dingin yang Bapak rasakan.”


Aku segera berlalu sebelum membangunkan tidur lelapnya. Tiba-tiba jemariku tertahan oleh genggamannya. Perlahan aku putarkan pandangan untuk memastikan tangan siapa yang memegang diriku. Sebelum aku berhasil melihat ke belakang, tanganku telah ditarik lebih dulu. Sehingga saat ini aku terduduk di kursi dengan posisi Pak Angga berada di sebelahku.


“Pak Angga ? Angel membangunkan tidur Bapak, ya ?”


“Kamu tahu apa yang bisa membantu menghangatkan aku ?”


“Apa ? Bapak mau kopi ? Teh atau susu hangat ? Biar Angel buatkan.”


Pak Angga menggeleng-gelengkan kepala. Aku semakin bingung dibuatnya. Tanpa berbicara panjang kali lebar, Pak Angga memelukku dari arah samping. Aku kaget dengan perlakuannya. Bagaimana jika Mamah terbangun dan melihat kami ? Aku segera memberontak, tetapi tidak berhasil.


“Pak, bagaimana kalau Mamah lihat ?”


“Sebentar saja. Aku sangat merindukanmu.”


Aku jadi teringat sesuatu. Ketika Pak Angga pertama memeluk diriku. Tetapi ketika itu ia sedang mengigau. Rindu yang ia ucapkan juga bukan ditujukan kepadaku.


“Apa sekarang rindu itu hanya milik Angel ?”


“Iya. Hanya kamu yang aku rindukan. Aku tidak akan merindu selain pada dirimu.”

__ADS_1


Mendengar jawaban darinya, aku sangat bahagia. Kehadiran Pak Angga selalu menciptakan sebuah kebahagiaan.


Aku segera kembali ke tempat asalku sebelum Mamah terjaga. Untunglah Mamah masih dalam posisinya. Aku segera menarik selimut dan memeluk Mamah dengan senyuman yang tidak mau hilang.


Mataku masih sangat ngantuk. Tetapi telingaku dapat mendengar suara yang diciptakan oleh alat-alat dapur yang saling bergesekan. Tercium aroma menyengat dari beberapa jenis bumbu yang di padu padankan menjadi satu.


Perlahan mataku bisa terbuka dengan lebar. Aku melihat Mamah sedang sibuk meracik masakan. Dan aku melihat pintu kamar depan telah terbuka. Aku segera berlari untuk memastikan Pak Angga masih berada disana. Tetapi tidak ada siapapun. Aku tidak mau Pak Angga berlalu begitu saja sebelum mengucapkan kata perpisahan. Bagiku itu sangat menyedihkan.


“Mah, Pak Angga kemana ?”


“Sayang udah bangun ?”


“Iya, Mah. Mamah lihat Pak Angga ?”


“Tadi katanya pamit ke depan mau cari angin.”


“Angel ke depan dulu ya, Mah.”


“Eh sayang tunggu. . tunggu. .”


Aku meninggalkan Mamah sebelum menyelesaikan pembicaraannya. Aku tidak mau terlambat. Karena tidak ada yang bisa menduga hati dan perasaan seseorang. Bisa saja Pak Angga berlalu disaat aku tengah tertidur. Bahkan aku lupa tidak mencuci muka sebelum berlari.


Kini aku telah berada di depan gerbang. Tetapi tidak ada sipapapun disana. Orang yang menjadi tujuan aku keluar juga tidak nampak. Mobil Pak Angga juga tidak ada disana. Semalam aku ingat Pak Angga parkir disini. Tetapi sekarang telah digantikan oleh mobil silver.


Perasaanku semakin tak karuan. Aku segera melangkah menjauhi gerbang untuk melihat kondisi sekitar. Tidak ada orang sama sekali. Waktu masih sangat pagi, apalagi sekarang hari weekend. Orang-orang masih berada dibawah selimutnya masing-masing.


Aku segera membalikan pandangan. Perasaanku sedikit lega. Ternyata ia tidak meninggalkan. Dia masih ada disini, bersamaku. Aku segera berlari ke arahnya.


“Kamu kenapa nangis ?”


“Bapak kemana aja ? Angel kira Bapak pergi tanpa berpisah dulu sama Angel.”


“Udah kamu jangan menangis lagi. Aku masih disini, tidak akan meninggalkan kamu. Tadi aku keluar sebentar untuk memindahkan mobil agar mudah keluarnya.”


Pak Angga segera mengusap air mata yang menetes dan mengalir di pipiku.


“Maafkan aku membuatmu khawatir ! Maafkan aku membuatmu menangis !”


“Janji jangan tinggalkan Angel.”


“Iya janji sayang. Senyum dong. Masa cemberut gitu. Jelek tahu.”


Syukurlah apa yang aku takutkan tidak terjadi. Sekarang dia mampu membuatku tersenyum. Dia mampu mengubah luka menjadi tawa.


Aku dan Pak Angga segera kembali ke kost-an. Disana telah tersaji beberapa hidangan makanan. Karena disini tidak ada meja makan, jadi kami sarapan beralaskan lantai dan karpet. Tetapi itu tidak mengapa. Karena bagiku yang terpenting adalah kebersamaannya. Bisa sarapan bersama Mamah dan Pak Angga merupakan hal yang langka. Andai saja ada Papah disini, lengkap sudah kebahagiaan yang aku rasakan.

__ADS_1


“Sayang, Mamah pulang sekarang ya. Tidak enak rumah ditinggal kelamaan.”


“Sekarang, Mah ?”


“Iya. Kamu udah sembuh kan ? Nanti juga pasti kesini lagi nengok kamu.”


“Sekalian sama saya aja, Bu. Saya juga akan pulang sekarang.”


“Pak Angga juga pulang sekarang ?”


“Iya. Tugas saya sudah selesai disini.”


Aku tidak bisa menahan keduanya. Mamah benar. Tidak baik meninggalkan rumah terlalu lama. Siapa yang akan mengurus tanaman hias miliknya. Meskipun ada asisten rumah tangga, tetapi mereka punya tugasnya masing-masing, tidak totalitas kepada bunga kesayangan Mamah.


Aku juga tidak mungkin meminta Pak Angga terlalu lama disini. Apa kata Mamah jika mendengar aku menahan Pak Angga untuk tidak pergi. Dan bagaimana dengan siswa siswi yang masih membutuhkan ilmu darinya.


“Lho tante, Pak Angga, kalian mau kemana ?”


“Kita mau pulang, Cha. Tante titip Angel ya ! Oh iya itu siapa ? Kok kamu punya pacar gak kenalin sama tante sih ?”


“Hehehe. Ini Kak Reza tante.”


“Hallo tante. Saya Reza. Kebetulan saya senior Angel dan Alessyia di kampus.”


Mamah menerima uluran tangan perkenalan Kak Reza dengan sangat ramah.


“Waah kamu ganteng dan ramah sekali. Oh iya, tante titip Angel ya !”


“Iya tante. Saya akan menjaganya.”


“Tuh sayang. Alessyia aja udah punya pacar. Kamu kapan ?”


“Iihhh Mamah.”


Aku melihat Pak Angga. sepertinya dia kurang senang dengan kehadiran Kak Reza. Apalagi ketika Kak Reza bilang akan menjagaku, raut wajah Pak Angga berubah sangat masam. Sama sekali tidak menampakan senyum manis yang ia miliki.


Sebelum Pak Angga dan Mamah meninggalkanku. Aku menggenggam tangan Pak Angga secara sembunyi-sembunyi agar tidak terlihat oleh orang lain. Aku menatap ke arahnya dan memberikan senyuman tulus dari hati untuk meyakinkan Pak Angga bahwa semuanya akan baik-baik saja.


*Bersambung*


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa selalu mendukung author dengan meninggalkan jejak berupa like, komen, rate & vote🥰🥰


Terimakasih 🙏🙏


__ADS_2