My Teacher Is Mine

My Teacher Is Mine
MTIM-68 Menolak Kehadiran Pak Angga


__ADS_3

Susah untuk membuat Papah menyukai Pak Angga. Papah termasuk dari salah satu orang yang tidak mudah percaya. Apalagi setelah mengetahui keburukan seseorang. Papah masih bersikap kurang ramah kepada Pak Angga.


Tetapi kali ini berbeda. Tidak seperti waktu itu Pak Angga langsung pergi meninggalkan aku. Sekarang ia masih berdiri disana meskipun Papah telah melontarkan kata-kata yang kurang enak di dengar.


“Pah, jangan salahkan Pak Angga. Ini bukan salah Pak Angga. Justru Pak Angga yang menolong Angel.”


“Sudah cukup ! Kamu jangan belain dia terus. Papah tidak mau melihat muka dia.”


Papah berbicara menggunakan jari telunjuknya untuk menunjuk muka Pak Angga.


“Pah, kali ini tolong dengarkan Angel !”


“Pak Angga, ayo masuk dulu !” Ucap Mamah dengan penuh kelembutan.


“Mah, apa maksud Mamah membiarkan dia masuk ?”


“Kita bicarakan ini di dalam, Pah.”


Aku tidak menyangka Mamah membukakan pintu untuk Pak Angga. Mamah berdiri di pihakku. Dan memberikan kesempatan kepada Pak Angga untuk menjelaskan kejadian sebenarnya.


Aku, Papah dan Pak Angga telah berada di sebuah ruangan. Sedangkan Mamah masih berada di belakang untuk membawa suguhan. Aku duduk berdekatan dengan Papah, sedangkan Pak Angga berada di hadapan kami dengan tatapan yang menunduk.


“Silahkan diminum Pak Angga.”


“Terimakasih, Bu.”


Mamah duduk di antara aku dan Papah dengan nampan yang masih dalam genggamannya. Papah melanjutkan pembicaraannya dengan ekspresi penuh kekesalan.


“Apa yang ingin Anda jelaskan ?”


“Saya tadi sedang lewat daerah sini. Kebetulan saya tidak sengaja melihat Angel sedang berbicara di tepi jalan bersama seorang pria. Dan. . .”


“Oh, jadi Anda juga seorang penguntit ? Anda mengikuti pergerakan anak saya ?”


Papah memotong penjelasan Pak Angga dengan tuduhan yang tidak jelas. Aku tidak bisa diam saja. Aku harus membantu Pak Angga. Karena memang dia yang telah menolongku. Jika tidak ada Pak Angga, mungkin Frans telah berhasil merenggut kesucianku.


“Pah, tolong dengarkan dulu !”


Papah kemudian memberikan isyarat tangan agar Pak Angga melanjutkan pembicaraannya.


“Saya menghentikan kendaraan saya. Karena saya melihat hal yang tidak wajar dari pembicaraan mereka. Dan benar saja, pria itu menyeret Angel dengan sangat kasar. Kemudian dia membawa Angel ke sebuah rumah kosong. Di dalam sanalah dia akan melancarkan aksi bejatnya.”


“Bisa saja orang itu suruhan Anda. Anda telah merencakan ini semua agar dapat menjadi pahlawan penolongnya Angel.”


“Saya tidak mungkin melakukan hal yang mengerikan seperti itu, Pak. Saya juga tidak cukup kenal dengan pria itu.”


“Hallaaah. Maling mana ada sih yang ngaku.”


“Pah, Pak Angga benar. Dan Papah tahu siapa pria yang akan memperkosa Angel ? Dia Frans, Pah. Frans. . .hiks. .hiks. .”


Tangisanku pecah ketika mengingat peristiwa beberapa menit yang lalu. Sungguh aku semakin membenci Frans atas semua perbuatan kurang ajar yang dia lakukan kepadaku. Mamah berusaha menenangkanku dengan membawanya ke dalam pelukan dan mengelus-elus punggung kepalaku.


“Apakah benar yang kamu ucapkan sayang ?”


“Iya, Mah. Frans itu gila. Hiks. . .”


“Frans kurang ajar ! Papah tidak akan membiarkan dia lolos lagi. Akan Papah pastikan dia menyesal telah berani mengganggu kehidupan anak Papah satu-satunya.”


“Papah mau kemana ?”


“Papah akan datangi rumah Frans dan memberikan perhitungan kepada mereka.”

__ADS_1


Papah terus mengeluarkan kata-kata kasar. Mamah mencoba menahan Papah agar tidak mengambil tindakan di saat emosi. Mamah menarik lengan Papah agar bisa kembali duduk di sofa.


“Pah, jangan gegabah ! Bagaimanapun Frans anaknya Haritama. Dia sangat berpengaruh besar terhadap perusahaan yang Papah jalani.”


“Tapi Mah. Frans sangat keterlaluan. Bagaimana bisa dia akan melecehkan Angel ?”


“Iya Pah. Mamah juga sangat kecewa sama Frans. Tapi yang terpenting sekarang Angel sudah selamat. Mamah takut jika kita bertindak gegabah, justru akan membahayakan Angel ke depannya.”


Akhirnya Papah kembali menduduki sofa. Perkataan Mamah berhasil meluluhkan emosi yang menguasai Papah. Mamah benar, jika kita gegabah, ditakutkan Frans akan lebih menggila.


“Udah sayang, jangan nangis lagi ! Mamah dan Papah akan selalu menjaga kamu. kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi. Sekarang kamu obati lukanya Pak Angga, ya ! Kasihan Pak Angga berdarah.”


“Tapi, Mah. . .”


“Pah. . .Pak Angga terluka karena menolong Angel. Sudah semestinya Angel juga membantu mengobati Pak Angga.”


Kali ini Papah tidak bisa menghalangi aku. Papah juga tidak bisa mengusir Pak Angga. Mungkin Papah tersadar, bahwa Pak Angga yang telah menyelamatkan anak kesayangannya dari cengkraman Frans Psycho.


Aku juga melupakan Pak Angga. Aku terlalu asik terhanyut dalam tangisan yang memilukan. Aku lupa bahwa telah banyak darah yang mengalir di wajah Pak Angga. Aku mengajak Pak Angga ke taman yang terletak di halaman belakang.


Dibagian belakang rumahku terdapat kolam renang berbentuk persegi panjang. Disamping kolam ada taman yang dibuat oleh aku dan Mamah. Karena aku dan Mamah sangat menyukai bunga, maka terdapat beberapa jenis bunga yang di tanam disana. Menghadap ke arah taman, terdapat kursi ayunan saling berhadapan yang dibuat dari kayu dan di beri cat warna putih.


Aku dan Pak Anggaa duduk berlawanan di ayunan tersebut. Aku segera membuka kotak P3K yang sengaja dibawa dari dalam. Aku segera mengolesi kapas yang telah diberikan antiseptik tepat di luka ujung bibir Pak Angga.


“Aww aww.” Pak Angga meringis kesakitan.


“Sakit ya, Bee ?”


Pak Angga memegang tanganku yang masih mengobati luka di mukanya, kemudian ia tersenyum dan berkata, “Gak sakit sayang, kalau kamu yang mengobati.”


“Ih Bee, gombal deh.”


“Aw aww aw.” Pak Angga meringis kesakitan. Aku lupa mendorongnya terlalu kuat.


“Jangan terlalu keras sayang. Sakit nih. Pelan-pelan aja agar bisa dinikmati.”


Pak Angga berbicara dengan nada yang manja disertai kedipan mata genitnya. Aku melihatnya geli, sehingga segera menjauhkan tanganku dari muka Pak Angga.


“Hahaha. Kamu gugup ya ?”


“Hah ? Eu-enggak kok.”


“Kamu mikirnya apa sayang ?”


“Bee, udah ah. . .”


Aku tersenyum tersipu malu berusaha untuk mengganti topik pembicaraan. Tetapi Pak Angga semakin asik menggoda aku karena mendengar aku terbata-bata ketika berbicara.


“Bee, makasih.”


“Makasih ? Buat apa ?”


“Angel tidak tahu apa yang akan terjadi jika saja kamu tidak muncul tepat waktu. Mungkin Angel sudah kehilangan keperawanan Angel. Harta yang paling berharga bagi Angel.”


“Seharusnya aku menghentikannya sebelum Frans membawa kamu ke dalam gerbang. Aku sangat menyesal membiarkan Frans menyeret kamu.”


Pak Angga menarik tanganku dan menatapnya sangat detail, “Tangan kamu pasti sakit, ya ?”


“Tidak, Bee. Lebih sakit luka di wajah kamu, Bee.”


“Oh iya, katanya kamu mengucapkan terimakasih.”

__ADS_1


“Heem ?"


“Gak mau kasih apa gitu ?”


“Kasih apa, Bee ? Bee mau Angel belikan apa ?”


Pak Angga menggelengkan kepala ketika aku menawari beberapa makanan dan barang-barang. Aku hendak membelikannya sebagai rasa syukur. Tetapi belum ada jawaban yang jelas darinya. Kemudian Pak Angga menunjuk pipinya.


“Apa Bee ? Mau apa ?”


Pak Angga masih menunjuk pipinya, “Ini . . .”


Hening sejenak. Aku masih memikirkan maksud dari keinginan Pak Angga. Setelah cukup lama aku merenung, akhirnya aku sadar apa yang Pak Angga inginkan. Aku segera memukul Pak Angga dengan manja.


“Bee, ih ya ampun. Gombal terus dari tadi.”


“Haha. Katanya kamu mau memberikan aku sesuatu.”


“Tapi jangan itu dong, Bee. Bagaimana kalau ada yang lihat ?”


“Iya sayang. Becanda kok. Hahaha panik banget mukanya.”


*Bersambung*


.


.


.


Terimakasih kepada para pembaca tercinta yang telah meluangkan waktunya untuk membaca novel My Teacher Is Mine 🥰🥰


.


.


Mohon maaf jika ada typo dan alur yang kurang jelas yang tidak kalian suka🙏🙏


.


.


Jika ada kritik & saran silahkan sampaikan di kolom komentar 👇👇


Jangan lupa untuk selalu menggunakan bahasa yang sopan yaa😉💙


.


.


.


Author meminta dukungan dari para pembaca dengan meninggalkan jejak berupa like, komen, rate 5 & vote😍💙💙


.


Jika kalian suka bisa tambahkan ke daftar favorit agar mendapatkan notifikasi bila novel ini up🥰🥰


.


.

__ADS_1


Terimakasih 🙏


__ADS_2