My Teacher Is Mine

My Teacher Is Mine
MTIM-54 Foto Syur


__ADS_3

Trauma karena suatu hal yang terjadi. Pengkhiantan misalnya. Wajar saja jika kepercayaan itu memudar. Tidak mudah untuk mengembalikan kembali rasa percaya. Hanya orang bersangkutan yang telah berkhianat yang mampu meyakinkan dan mengembalikan rasa kepercayaan itu.


Mobil mewah yang dikendarai Frans telah terparkir di depan restaurant mahal. Frans segera membuka pintu agar aku bisa keluar. Ia mengulurkan tangan. Tetapi aku belum menjabat uluran tangannya. Aku menatap wajahnya.


“Maafkan aku telah berbuat kasar.”


Tatapan mata Frans terlihat tulus kala meminta maaf dariku. Untuk kali ini aku menerima uluran tangan Frans. Kami berdua melangkah bergandengan untuk memasuki bangunan bertingkat yang dipenuhi dengan ornamen mewahnya.


“Selamat datang Pak Frans. Tempatnya sudah kami siapkan.”


“Terimakasih.”


Sebelum sampai di depan pintu, pintu tersebut telah lebih dulu dibuka oleh salah satu karyawan restaurant. Dan saat sampai di meja resepsionis, Frans tidak melakukan pemesanan, melainkan sudah di sapa terlebih dahulu oleh karyawan wanita yang sedang berdiam di tempatnya bekerja.


Tidak heran jika pegawai disini mengenal Frans. Restaurant ini bekerja sama dengan Ayahnya Frans. Karena Frans satu-satunya ahli waris keluarga, maka dia sudah di ajarkan berbisnis sejak masih duduk di bangku SMA. Termasuk dengan terjun langsung ke lapangan. Itulah alasan karyawan-karyawan perusahaan mengenal sosok Frans.


Aku duduk di kursi yang telah Frans siapkan. Sedangkan Frans duduk berlawanan denganku.


“Aku tahu perbuatanku tidak dapat dibenarkan. Tetapi sekali lagi, itu karena aku sangat mencintai kamu, Angel.”


“Cukup Frans ! Gue gak mau membahas itu.”


Kepercayaan aku kepada Frans telah hilang sejak pertama dia berkhianat dengan Clarissa. Apalagi dia telah berulang kali datang dan pergi. Dia datang menyatakan cinta, setelah itu pergi tanpa penjelasan. Oleh karena itu, aku sama sekali tidak percaya dengan ucapan yang keluar dari mulut berbisa Frans.


“Apa yang membuat kamu sangat mencintai guru itu ?”


“Maksud lo ?”


“Pak Angga. Kenapa kamu sangat mencintainya ?”


“Karena dia berbeda dengan lo.”


“Maksud kamu berbeda, karena dia berpengalaman dalam berumah tangga. Karena dia sudah menikah ?”


“Frans stop ! Memang dia sudah pernah menikah, tetapi sekarang sudah berpisah. Dia meperlakukan gue dengan sangat baik. Jauh berbeda dengan sikap lo kepada gue.”


“Apakah ini yang dimaksud dengan memperlakukan kamu sangat baik ?


Frans menunjukan sebuah foto yang tersimpan di memory card handphonenya. Foto itu menampilkan sepasang pria dan wanita sedang tertidur di atas ranjang. Pria tersebut telanjang dada dengan hanya memakai celana boxer sedangkan seorang wanita mengenakan piyama putih yang sedikit menerawang dengan dua kancing atas yang terbuka.


“Enggak ini gak mungkin. Ini pasti hasil editing kan ? Atau ini cuma settingan ? Iya kan Frans ?”


“Angel, itu gak mungkin settingan atau editing. Coba kamu lihat baik-baik. Postur dan bentuk mukanya ! Tidak mungkin hasil editing. Itu benar Pak Angga dan Windy.”


“Tapi Pak Angga gak mungkin melakukan itu. Mereka sudah bercerai.”


“Kenapa kamu sangat yakin ? Kalian saja tinggal berjauhan. Bagaimana kamu tahu jika Pak Angga tidak melakukan hal seperti itu ?”

__ADS_1


“Hiks. .hiks.”


“Pak Angga itu cuma memainkan kamu. Oke kalau memang mereka sudah resmi bercerai, tetapi bukan berarti mereka tidak bisa berubungan kembali.”


Frans terus berbicara dengan perkataan yang membuat aku semakin terbakar api cemburu.


“Coba kamu pikirkan kembali, apakah benar kamu mencintai Pak Angga ataukah hanya perasaan kagum yang berlebih ? Jika kamu benar-benar cinta, pikirkan lagi apakah Pak Angga pantas mendapatkan cinta tulus darimu ?”


“Hiks. . .hiks. . .hiks.”


Frans memelukku. Kali ini aku tidak bisa melepaskannya. Hatiku tersiksa, fisikku lemah. Tiada yang lebih menyakitkan selain pengkhiantan. Ketika kepercayaan kepada dia telah diberikan seutuhnya, lalu dengan mudahnya dia melakukan suatu hal yang membuat kepercayaan itu hilang. Itulah yang dinamakan truma karena pengkhianatan.


***


Dua bulan berlalu semenjak Frans menunjukan foto Pak Angga dan Windy. Aku memutuskan untuk tidak berkomunikasi dengan Pak Angga. Pesan dan panggilan yang masuk darinya tidak pernah aku buka.


Libur semester telah tiba. Aku memutuskan untuk menghabiskan masa liburan di kampung halaman. Rumah tercinta tempat aku dilahirkan. Jika hanya berdiam disini sendiri, itu terasa membosankan. Lebih baik di rumah sendiri. Bersama Mamah dan Bi Dara. Sayangnya Papah tidak bisa ikut berkumpul bersama kami.


“Mah, biar Angel aja yang nyiram bunga-bunganya.”


“Emangnya kamu bisa sayang ?”


“Bisa dong. Itu gampang kali, Mah.”


“Ya udah awas hati-hati.”


“Mah, ini kok airnya gak mau keluar ya ?"


“Masa sih sayang ?”


“Iya, Mah.”


“Sini biar Mamah cek dulu.”


Sebelum Mamah mengambil selang untuk di cek, airnya telah berhasil keluar. Dan malangnya aku belum sempat mengubah posisi menghadap selang tersebut. Sehingga air yang keluar mengenai muka dan membasahi rambut serta pakaianku.


“Hahahaha.”


Semua orang yang berada di halaman depan menyaksikan aksiku. Mereka tertawa geli. Sebenarnya aku malu. Sangat malu. Tetapi aku juga ikut tertawa untuk menutupi rasa malu itu. Tak apalah. Kebetulan aku juga belum mandi pagi ini. Hitung-hitung buat pemanasan.


Sebelum aku masuk angin, aku segera meninggalkan taman menuju kamar untuk mandi dan mengganti pakaian. Sepertinya aku sangat merindukan suasana kehidupan sekitar rumah.


“Mah, Angel keluar dulu, ya. Sebentar.”


“Mau kemana sayang ?”


“Angel mau jalan-jalan keliling rumah sebentar.”

__ADS_1


“Perlu di temani gak ? Kamu kan udah lama gak disini. Siapa tahu kamu lupa jalannya.”


“Iiihhh Mamah ya enggak dong. Angel sendiri aja.”


“Ya udah. Hati-hati, ya !”


“Iya, Mah.”


Semenjak aku kuliah di Bandung, aku tidak pernah berkeliling lagi di sekitar rumah. Karena jika aku pulang paling cuma 1-2 hari. Itu tidak cukup untuk jalan-jalan mengunjungi jalanan yang telah lama aku tinggalkan.


Ternyata keadaannya masih sama. Jalannya sama. Bangunan-bangunannya juga masih sama. Serta suasannya juga masih sama. Meskipun padat penduduk, tetapi terasa sepi. Semua insan disibukan dengan urusannya masing-masing.


Dred. .dred. .


Aku mengambil ponsel yang aku simpan di saku depan jaket hoddie yang aku pakai. Incoming Call Bee, itulah nama yang dapat aku lihat diatas layar. Aku sama sekali tidak merespon panggilan tersebut. Kusimpan kembali ponsel kepada tempat sebelumnya dan kembali melanjutkan perjalanan.


“Angel kenapa kamu menghindar dariku ?”


Aku terkejut. Seketika ku hentikan langkah kaki dengan tatapan mata melongo. Kenapa dia ada disini ? Dan kenapa dia tahu kalau aku sedang pulang ? Pertanyaan itu yang muncul di benakku. Tetapi aku tidak menyampaikannya secara langsung. Aku masih dibuat terheran dengan munculnya dia secara tiba-tiba di hadapanku.


“Panggilan dan pesan yang aku kirim untukmu, kenapa tidak ada jawaban ? Termasuk panggilan yang baru saja aku lakukan. Apa aku melakukan kesalahan sehingga membuat kamu manjauh ?”


“Tidak. Pak Angga tidak salah. Hanya saja Angel yang salah. Angel salah mengartikan perasaan ini kepad Bapak. Angel sadar kalau sebenarnya Angel hanya mengagumi Bapak secara berlebih. Bukan cinta.”


“Kenapa kamu bicara begitu ? Kenapa kamu berpikir begitu ? Apa sudah tidak ada lagi rasa cinta di hati kamu untuk aku ?”


“Dari awal seharusnya Angel tahu kalau Angel tidak cinta sama Pak Angga. Angel hanya kagum terhadap sosok Bapak.”


“Setelah apa yang kita lalui bersama, lalu dengan mudahnya kamu bilang bahwa kamu tidak cinta sama aku ? Apakah kamu yakin tidak mencintaiku ?”


Pak Angga memegang bahuku, “Tatap mata aku Angel ! Tatap dan katakanlah kalau kamu tidak mencintaiku !”


Aku tidak bisa mengikuti perintah Pak Angga. Sangat berat untuk menatap kedua bola mata indah milik Pak Angga yang mampu menenangkan itu.


“Ayo Angel. Tatap mata aku ! Bilang kalau kamu tidak cinta sama aku !”


*Bersambung*


.


.


.


Jangan lupa tinggalkan jejak berupa like, komen, rate 5 & vote 🥰💙💙


Terimakasih atas dukungannya 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2