
Suatu kejadian yang mengganggu mental tidak bisa dihilangkan dari ingatan dengan mudah. Terkadang peristiwa itu hadir menari-nari dalam pikiran. Dan jika terjadi peristiwa yang hampir serupa, maka dengan otomatis akan dibawa pada masa dimana peristiwa yang sesungguhnya terjadi.
Syukurlah ketakutanku tidak nyata. Ternyata dia bukan orang yang aku takutkan. Justru sebaliknya, dialah orang yang menolongku dari peristiwa menakutkan itu. Orang yang telah mengisi hatiku cukup lama.
“Ini minumnya, Bee.”
“Makasih.”
Pak Angga mengambil gelas berisi teh manis hangat yang telah aku buat khusus untuknya. Kemudian ia meneguknya sedikit demi sedikit.
“Kenapa bisa ada disini, Bee ?”
“Kamu habis dari mana ?”
“Kok malah balik nanya sih."
“Haha. Maaf maaf ! Oke jadi gini. Aku telah menunggu cukup lama di gerbang depan. Tetapi kamu tidak muncul juga. Aku hubungi kamu tapi nomornya gak aktif. Terus aku memutuskan untuk naik ke atas, mungkin saja ada kamu disini. Tetapi gak ada. Terus aku buka gagang pintu, dan ternyata pintunya gak dikunci.”
Aku memeriksa ponselku. Ternyata benar. Aku lupa mengisi dayanya. Sehingga tidak bisa menyala.
“Iya, Bee. Handphone Angel lowbat.”
“Kamu dari mana ?”
“Tadi Angel dari rumah Alessyia.”
“Kalau keluar rumah, pintunya dikunci ! Kalau ada orang yang punya niat jahat masuk gimana ?”
“Iya Angel lupa, Bee. Tadi buru-buru.”
Pak Angga mengangguk sembari menyeruput teh yang masih mengeluarkan uap panasnya. Aku tidak mau kalah. Aku juga masih harus memberikan Pak Angga beberapa pertanyaan.
“Kenapa ada disini, Bee ?”
“Kan udah barusan dijawab Angel.”
“Maksud Angel, maksud dan tujuannya datang kesini.”
“Ada urusan penting.”
“Urusan ? Urusan apa ?”
“Rahasia dong. Ini tugas Negara. Haha.”
Pak Angga menjelaskan di akhiri dengan ketawa. Padahal aku tanya serius tapi malah di responnya becanda sama Pak Angga.
“Kamu belum mandi ?”
“Belum.”
“Hmm pantesan.”
Aku menarik baju bagian lengan kiri dan kanan secara bergantian berulang-ulang untuk mencium apakah benar mengeluarkan aroma tidak sedap.
“Hehe, bau ya ?”
Aku berbicara dengan sedikit merendah. Ternyata lumayan bau apek tubuhku karena aktivitas seharian tadi yang lumayan padat dan mengeluarkan banyak keringat. Aku jadi merasa kurang percaya diri di dekat Pak Angga.
“Enggak bau kok. Cuma kusut aja mukanya.”
“Jelek ya, Bee ?”
“Enggak jelek sayang. Cuma akan jauh lebih cantik kalau kamu sudah mandi”
__ADS_1
“Ya udah kalau gitu Angel mandi dulu, ya !”
Aku segera berlalu meninggalkan Pak Angga untuk menuju kamar mandi. Tetapi tanganku ditarik, Pak Angga berdiri dan mendekati telingaku. Ia berbisik, “Yang bersih dan wangi ya sayang ! Berikan yang terbaik untukku malam ini.”
Mendengar perkataannya aku spontan terkejut. Apalagi ketika ku tatap matanya, Pak Angga mengedipkan sebelah matanya. Sungguh membuat perasaanku tak karuan. Entah harus takut, senang, sedih, ataukah resah.
Pintu kamar mandi telah aku kunci. Aku takut akan ada orang yang masuk secara tiba-tiba. Aku membuka seluruh pakaian yang menutupi tubuhku. Dimulai dari yang paling atas sampai ke bawah. Dari yang paling luar sampai paling dalam.
Aku berdiri tepat dibawah sower. Pelan-pelan aku merasakan Air yang gemricik membasahi seluruh tubuhku. Ku pejamkan mata untuk menikmati kesegaran yang diberikan oleh air yang keluar dari sower itu. Tiba-tiba ucapan Pak Angga muncul di ingatanku. Seketika aku membuka mata dengan sangat lebar.
“Apa maksud Pak Angga ? Apa yang ada dalam pikiran Pak Angga ? Atau apa yang ada di dalam pikiranku ?”
Ucapaku lirih dengan muka penuh tanda tanya. Aku membalikan badan ke arah cermin. Aku dapat melihat pantulan tubuhku yang tergambar jelas di cermin dari ujung kepala sampai ujung kaki.
“Enggak. Itu gak mungkin. Pak Angga gak mungkin melakukan itu.”
Membayangkannya saja telah membuat aku bergidik ngeri. Aku berharap apa yang ada dalam pikiranku berbeda dengan pikirannya Pak Angga. Dan aku harap pikiranku hanya keliru.
“Ya ampun aku lupa tidak membawa pakaian untuk ganti. Bagaimana caranya aku keluar ? Sedangkan disana sedang ada Pak Angga.”
Aku terus memikirkan caranya agar bisa keluar dari kamar mandi. Lama-kelamaan disini tubuhku semakin kedinginan. Apalagi dengan hanya mengenakan handuk yang menutupi setengah badanku. Aku mencoba untuk mendengarkan suara Pak Angga. Tetapi masih jelas terdengar. Itu berarti Pak Angga tidak beranjak. Masih ada disana.
Klek !!!
Sepertinya aku mendengar suara pintu ditutup. Mungkin Pak Angga sedang keluar. Aku juga tidak mendengar lagi suara Pak Angga yang beberapa detik lalu masih menerima panggilan yang masuk di handphonenya.
Perlahan ku buka pintu kamar mandi. Belum seluruh badanku keluar dari sana. Aku harus mengintip terlebih dahulu untuk memastikan bahwa Pak Angga benar-benar tidak ada di ruangan ini. Setelah dirasa aman, barulah aku melangkah menuju lemari untuk mengambil pakaian yang akan aku kenakan malam ini.
Aku bingung harus memakai baju yang mana. Semua pakaian yang aku bawa dari rumah tidak ada yang menarik perhatianku. Aku terus berputar dari atas ke bawah untuk menemukan yang cocok di hati. Jika tidak ada Pak Angga, maka aku akan bebas memakai pakaian yang mana saja.
Klek !!!
Sepertinya aku melupakan sesuatu. Pak Angga memang sedang keluar. Tapi aku gak tahu kapan Pak Angga akan kembali lagi. Seharusnya aku menguncinya terlebih dulu, jadi aku akan bebas tanpa rasa takut akan ada yang masuk mendadak.
Sebelum Pak Angga melihatku dengan keadaan masih dililit handuk, aku segera menutupi tubuhku dengan pintu lemari.
“Angel, kamu dimana ?”
“Stop ! Jangan bergerak !”
“Oke. Aku tidak akan bergerak. Tapi kamu dimana ?”
“Angel minta Pak Angga keluar dulu sebentar !”
“Iya, tapi kenapa ?”
“Pokoknya keluar dulu atau Angel gak mau ketemu sama Pak Angga lagi.”
Aku tidak tahu apakah Pak Angga benar-benar tidak melihatku atau dia sedang menjahiliku. Seharusnya dia masih bisa melihat aku dibalik pintu lemari karena telapak kakiku tidak tertutupi. Tetapi dia malah banyak bertanya dan membuat waktu berjalan lambat. Aku sudah resah sekali dengan keadaan ini.
Klekk !!!
Terdengar suara pintu ditutup kembali. Kali ini aku mengambil baju secara asal. Terserah walaupun itu terlihat jelek. Yang penting aku bisa keluar dari zona berbahaya ini. Aku segera mengambil langkah seribu menuju kamar mandi. Menutup pintunya secara kasar dan menguncinya dengan buru-buru.
“Bee, boleh masuk !”
“Udah ?”
“Udah.”
Pak Angga kembali memasuki ruangan. Kali ini aku tidak lagi merasa khawatir. Karena aku sudah berpakaian lengkap.
“Hahaha.”
__ADS_1
“Kenapa kok ketawa ?”
“Angel kamu ini pakai baju seperti sedang di kejar singa tahu. Haha.”
“Jelek ya, Bee ?”
Mungkin penampilanku terlihat aneh di mata Pak Angga. Sehingga ia ketawa sangat lepas. Tetapi menurutku ini biasa saja. Aku sering memakai pakaian seperti ini. Karena beginilah penampilanku jika dalam keadaan santai di rumah. Dengan kaos kartun dan celana pendek pas lutut.
“Ini baju kamu kebalik sayang.”
“Serius ?”
“Heem. Hahaha.”
Malu setengah mati aku. Aku segera melihat pakaianku. Dan ternyata benar. Seharusnya gambar kartun ini ada di depan. Tetapi sekarang gak ada. Kemana larinya dia ? Saat ku putar ke belakang. Ternyata gambar itu pindah kesana. Aku segera menutupi mukaku. Aku benar-benar malu di hadapan Pak Angga.
“Kamu gerogi de dekat aku ?”
“Enggak.”
“Itu kenapa bisa kebalik.”
Aku tidak bisa menjawabnya. Pak Angga semakin berjalan mendekatiku. Ia membuat aku terpojok dan menguncinya di dinding.
“Apa yang mau kamu lakukan, Bee.”
“Menurut kamu apa ?”
“Tidak mungkin melakukan itu kan, Bee ?”
“Kenapa tidak mungkin ? Aku ini pria normal, Angel.”
“Tapi. . .tapi. . .”
*Bersambung*
.
.
.
Author mohon dengan sangat dukungan dari para pembaca tercinta 🙏🙏
.
Mohon maaf sedikit curhat ya, rate author turun terus😔 Author jadi sedih😭😭 Padahal author juga gak pernah usil kasih rate rendah sama orang😣
.
Jika berkenan mohon bantu untuk naikan rate author dengan kasih rate 5🙏
.
Jika ada yang kurang suka dengan karya author, silahkan sampaikan di kolom komentar. Atau bisa chat pribadi dengan author. Author sangat terbuka kok bagi siapapun yang ingin menyampaikan kritik & saran😇
.
.
Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak berupa like, komen, rate 5 & vote🥰💙
Terimakasih 🙏🙏
__ADS_1