
Mobil mewah yang dikendarai oleh Frans telah terparkir dengan sempurna di halaman depan rumahku. Frans membuka pintu dan menggandeng agar dapat melangkah bersama. Papah dan Mamah telah menanti kehadiran kami berdua. Mereka menunggu di depan pintu untuk menyambut aku dan Frans.
“Papah, Mamah. . .Angel kangen sama kalian.”
Aku memeluk Papah dan Mamah secara bergantian. Sedangkan Frans hanya mencium punggung lengan kedua orang tuaku.
“Frans, bagaimana kabar kamu ?”
“Baik, om.”
“Hubungan kalian berdua baik-baik saja kan ?”
“Baik om. Sangat baik.”
“Syukurlah.”
“Boro-boro baik, Pah.” Gerutuku kesal dalam hati.
Mamah segera mengajak semua anggota untuk masuk ke dalam rumah. Tanpa basa-basi, Mamah segera membawa kami semua menuju ruang makan. Disana telah tersaji beberapa hidangan. Dari aromanya saja sudah sangat menggoda. Apalagi diantaranya terdapat makanan kesukaanku yang jarang sekali aku temui. Meskipun aku sering menemukannya di tempat lain, tetapi rasanya berbeda.
Mamah mengambilkan nasi beserta lauk pauknya untuk di taruh di piring Papah. Aku menghentikan pergerakan Mamah ketika hendak melakukan hal tersebut kepada Frans.
“Eeehh, Mah. Biar Angel saja yang kasih ke Frans.”
Mamah tersenyum mendengar perkataanku. Papah menggodaku dengan menyebut bahwa aku calon istri yang baik. Aku hanya bisa tersenyum. Padahal dalam hati ingin sekali aku sangat memberontak.
“Kalian tuh cocok banget sih. Jadi kapan rencananya kalian akan menikah ?”
“Pah, aku kan belum wisuda.”
“Gak papa, Nak. Kuliah kan bisa walaupun sudah menikah.”
“Tapi Pah, nanti Angel gak bisa fokus mengurus keluarganya.”
“Iya om. Saya juga tidak mau buru-buru. Saya akan memberikan Angel kebebasan untuk kuliah dulu.”
“Udah-udah. Bicaranya nanti dilanjut lagi, ya. Sekarang kita makan dulu !” Ujar Mamah.
Kami kembali untuk melanjutkan makan yang sempat terhenti. Setelah makan malam selesai, Frans berdiri hendak berpamitan untuk pulang. Tetapi aku menahannya. Masih ada satu pertunjukan lagi yang fenomenal. Inti dari acara ini.
“Frans tunggu dulu ! Masa udah mau pulang sih.”
“Iya, Nak. Nanti aja pulangnya. Belum terlalu malam juga kok.”
“Euu iya tante.”
Akhirnya Frans kembali ke tempat duduk berkat bantuan Mamah yang membujuk Frans untuk tetap tinggal.
“Pah, Mah, daripada diam seperti ini. Kasihan pasti Frans juga canggung. Bagaimana kalau kita nonton film ?”
“Film ? Film apa sayang ?”
“Ada deh. Pokoknya Angel jamin Papah dan Mamah bakalan suka sama film ini.”
Kami berpindah menuju ruang keluarga. Disana terdapat televisi led berukuran 42 inch dengan sofa yang memenuhi seluruh ruangan. Aku mempersilahkan Papah dan Mamah untuk duduk. Tidak lupa juga kepada Frans. Aku menyalakan televisi. Tetapi belum kepada acara inti. Aku masih harus mengambil minuman dan juga beberapa snack.
Setelah menaruh makanan dan minuman, aku lupa tidak membawa disket film yang hendak diputar. Terpaksa aku harus meminta ijin lagi untuk meninggalkan mereka.
“Udah ada sayang ?”
“Ada. Ini dia . .”
Aku menunjukan disket kepada mereka yang tengah duduk santai di sofa. Aku masukan disket tersebut kepada tempat yang telah disediakan agar film yang ada di dalamnya dapat kami nikmati. Setelah itu aku duduk disebelah Mamah sambil memeluknya.
__ADS_1
“Zombie, Nak ?”
“Iya, Pah. Hehe. Angel tuh ingin nonton film ini dari dulu. Tapi Angel gak berani kalau sendiri. Nah mumpung sekarang lagi pada kumpul, jadi boleh ya, Pah ?”
“Kalau Papah sih gak papa. Kamu gak papa Frans ?”
“Gak papa om. Terserah Angel aja. Saya nurut.”
Awalnya film itu berjalan lancar sesuai skenario sutradara. Tetapi karena sebelumnya aku telah meminta seseorang yang jago dalam ahli editing untuk menambahkan suatu adegan. Maka skenario film tersebut mengikuti arahanku.
“Emmpphhh.”
Suara itu lagi telah dimulai. Aku memicingkan mata agar tidak melihat dengan jelas ke arah televisi. Sebenarnya aku canggung untuk menunjukan video ini kepada Papah dan Mamah. Tapi inilah satu-satunya cara yang bisa aku lakukan.
“Angel, ini kok adegannya kayak gitu ?”
“Hah ? Kenapa Pah ? Angel juga gak tahu, Pah. Kenapa gitu ya ?”
Lagi-lagi aku memerankan peran dengan berpura-pura tidak mengetahui apa-apa. Padahal ini semua telah aku rencakan dari jauh-jah hari. Mataku berpaling untuk menatap Frans. Aku dapat melihat kegelisahan di diri Frans. Mungkin ia sedikit menyadari bahwa itu adalah salah satu adegan dari permainan yang telah dilakukannya bersama Clarissa.
Aku mengumpat dalam hati, “Ini akhir bagimu Frans. Setelah ini jangan harap lo bisa ketemu gue lagi. Anggap saja ini sebagai balasan atas perbuatan keji yang lo lakukan kepada gue. Sebenarnya gue gak mau menjadi orang yang pendendam. Tetapi orang seperti lo akan semakin seenaknya jika terus di diamkan.”
“Frans ? Itu kamu kan ?”
Papah baru menyadari bahwa yang ada di dalam video itu adalah Frans.
“Enggak om. Itu bukan saya. Mana mungkin saya bisa ada disana.”
“Tapi mukanya mirip sama kamu.”
“Mana mungkin saya main film, om. Itu kan bagian dari sine film.”
Frans masih saja bisa mengelak. Padahal sudah jelas itu dia. Muka dia sangat terlihat di kamera. Tetapi dia tetap menggunakan seribu jurus untuk lari dari masalah.
Papah menghentikan film untuk sementara. Papah mendekati layar untuk memastikan siapa yang ada disana.
“Pah please ! Dia itu Frans, Pah.” Gumamku dalam hati berharap mata hati Papah akan terbuka.
“Dia emang Frans, Pah. Ini bukan salah satu adegan dari film. Itu benar-benar Frans. Angel melihatnya sendiri, Pah.”
Akhirnya aku berani berbicara. Aku tidak mampu lagi untuk menahannya.
“Enggak om. Itu bukan saya. Angel pasti salah lihat.”
“Frans gue gak bodoh. Gue tahu itu berlokasi di villa keluarga lo. Dan lo lihat !” Aku menunjuk muka Frans yang terpampang jelas di layar televisi.
“Itu lo bukan ? Coba lo lihat kelanjutannya !” Aku menekan tombol untuk melanjutkan video tersebut. Dan aku menghentikannya ketika kamera tepat menghadap wajah Clarissa.
“Dan itu Clarissa. Dia model terkenal. Dan lo dulu selingkuh sama dia ketika masih menjadi pacar gue. Dan sekarang. Kalian melakukan perbuatan yang lebih gila.”
“Itu bukan saya. Angel itu bukan aku ! Om, tante, kalian percaya kan itu bukan saya ?”
Aku terus memojokkan Frans. Tetapi Frans tidak mau mengalah. Ia masih terus mencari cara untuk menghindar dari tuduhan yang aku tujukan kepadanya.
“Tunggu ! Angel jelaskan apa maksudnya ?”
“Apa yang Angel katakan barusan itu benar, Pah. Kalau Papah tidak percaya, Papah bisa tanya langsung kepada security yang menjaga villa Frans. Angel yakin dia mengetahui sesuatu.”
“Frans apa benar yang dikatakan Angel dan video ini ?”
“Enggak om. Angel pasti salah. Dan video itu pasti telah di edit dengan menggunakan wajah saya.”
“Pah, Frans itu bukan orang baik. Kelakuan dia itu tidak bisa di maafkan. Angel mohon percaya sama Angel, Pah !”
__ADS_1
“Cukup Angel ! Papah tidak mau dengar apa-apa lagi.”
Aku terdiam. Sudah berbagai usaha untuk meyakinkan Papah. Tapi sepertinya tidak berhasil. Papah lebih percaya kepada Frans.
“Frans, sekarang kamu keluar dari rumah ini dan jangan pernah temui Angel !”
Ternyata aku salah. Bukannya Papah percaya kepada Frans. Ia justru mempercayai ucapanku. Buktinya Papah mengusir Frans dari sini.
“Tapi om, itu bukan . .”
“Cukup ! Saya gak bodoh. Saya bisa lihat bahwa orang yang ada di video itu adalah kamu.”
“Tapi om, itu bisa saja editing.”
“Terus menurut kamu, anak saya berbohong ?”
Papah terus berbicara tanpa membiarkan Frans membuka mulutnya.
“Dengar ya Frans, saya jauh lebih paham bagaimana anak saya. Dalam hal ini dia tidak mungkin membohongi saya. Jelas saya jauh lebih mempercayai anak saya daripada kamu.”
“Dan saya menyesal telah membiarkan kamu mendekati anak saya. Saya minta jangan pernah muncul di hadapan keluarga kami lagi !”
“Keluar dari sini sekarang juga !!! KELUAR !!!”
*Bersambung*
.
.
.
Terimakasih kepada para pembaca tercinta yang telah meluangkan waktunya untuk membaca novel My Teacher Is Mine 🥰🥰
.
.
Mohon maaf jika ada typo dan alur yang kurang jelas yang tidak kalian suka🙏🙏
.
.
Jika ada kritik & saran silahkan sampaikan di kolom komentar 👇👇
Jangan lupa untuk selalu menggunakan bahasa yang sopan yaa😉💙
.
.
.
Author meminta dukungan dari para pembaca dengan meninggalkan jejak berupa like, komen, rate 5 & vote😍💙💙
.
Jika kalian suka bisa tambahkan ke daftar favorit agar mendapatkan notifikasi bila novel ini up🥰🥰
.
.
__ADS_1
Terimakasih 🙏😇