My Teacher Is Mine

My Teacher Is Mine
MTIM-48 Menyerah Atas Nama Cinta


__ADS_3

Hanya bersama dia bahagia itu tercipta. Belum tentu akan merasakan kebahagiaan seperti saat ini ku rasakan jika tidak dengannya. Jangan pernah mengatakan untuk menyerahkan cinta kepada pihak lain, karena bahagiaku hanya dirimu, bukan dia atau mereka.


Taman belakang rumah sakit yang dipenuhi dengan pohon serta bunga hias. Memiliki udara sejuk ketika dihirup. Pak Angga membawa aku keluar dari kamar yang telah mengurungku beberapa hari untuk mencari udara segar. Udara yang bersih dapat membantu terapi saluran pernafasanku.


“Aku gak tahu kamu terkurung di dalam aula. Bodohnya aku tidak bisa melakukan apa-apa. Aku tiba ketika Reza telah berhasil membuka tralis besi sampai melukai tangannya. Reza mengeluarkan kamu. Sedangkan aku hanya menjadi penonton. Cinta Reza sangat besar kepada kamu. Ia rela dirinya terluka demi melindungi kamu.”


“Itu bukan keinginan Bapak. Angel yakin jika Bapak tiba lebih awal, Bapak yang akan menjadi malaikat penolong bagi Angel.”


“Reza itu lebih pantas buat kamu. Usia kalian tidak terpaut jauh. Reza juga tampan. Bahkan ibu kamu menyukainya.”


“Apa Bapak bisa menjamin kebahagiaan Angel ? Bapak pikir bahagia seperti apa yang Angel inginkan ?”


“Semua wanita menginginkan kehidupan yang layak dengan materi yang berlimpah serta dengan paras yang rupawan. Aku yakin Reza bisa memberikan itu semua.”


“Enggak, Pak. Bukan itu bahagianya Angel. Percuma banyak harta jika tidak bersama orang yang Angel cintai. Angel lebih memilih hidup sederhana, serba pas-pasan asalkan dengan pilihan Angel sendiri. Bapak tahu hati tidak pernah salah ? Hati akan melabuhkan tujuannya kepada seseorang yang dapat membuatnya bahagia.”


“Apa kamu yakin aku bisa membahagiakan kamu.”


“Yakin. Angel sangat yakin. Angel hanya ingin Bapak tidak akan pernah meninggalkan Angel. Selamanya. Janji ?”


“Maafkan aku ! Maafkan aku Angel ! Aku hanya menginginkan kebahagiaan kamu. Tetapi aku tidak tahu hal apa yang bisa membuat kamu bahagia. Aku janji tidak akan meninggalkan kamu. Janji !”


Pak Angga mengikat jari kelingkingku oleh jarinya. Ia menggenggam tanganku sangat erat. Kemudian mencium punggung tangan kananku dengan penuh kasih sayang. Sedangkan di sisi lain Alessyia, Kak Reza beserta yang lainnya memperhatikan kami berdua.


“Jadi itu pacarnya Angel, Cha ?”


“Iya, Kak. Dia gurunya Angel ketika Sekolah Menengah Kejuruan. Dan kini dia menjadi kekasih Angel.”


“Ben lo gak apa-apa ?”


“Yaa enggak lah. Emangnya gue kenapa ? Dari awal gue gak ada niat memiliki Angel. Gue hanya ingin selalu berada di dekat Angel tanpa status pacaran. Melihat dia bahagia seperti sekarang, gue juga merasa bahagia. Karena bagi gue, bahagia Angel adalah bahagia gue.”


“Kalau lo, Za. Bagaimana perasaan lo ?”


“Gue terluka, Do. Gue sakit melihat Angel bersama pria tetapi bukan gue. Gue sangat mencintai Angel. Tapi jika bahagianya buka pada gue, maka gue harus ikhlas melepaskannya.”


“Apa lo yakin bisa melupakannya ?”


“Tidak semudah itu. Gue gak tahu bisa melupakan Angel seutuhnya atau tidak. Mungkin jalan keluarnya gue harus pergi dari kehidupan Angel.”


“Maksud lo apa ?”


Tidak ada jawaban dari pertanyaan terakhir Kak Aldo. Kak Reza berlalu meninggalkan orang-orang yang masih menyaksikan keharmonisan aku dan Pak Angga. Alessyia tidak bisa mencegahnya. Ia sangat tahu perasaan Kak Reza saat ini. Melepaskan orang yang sangat dicintai kepada orang lain. Mengorbankan perasaan diri sendiri. Kak Reza membutuhkan waktu sendiri tanpa gangguan dari siapapun untuk menenangkan pikirannya.


“Oh iya Pak, Angel punya hadiah buat Bapak.”


“Hem ? Hadiah ? Hadiah apa ? Aku gak minta apa-apa lho dari kamu.”


“Ya udah kalau Bapak gak mau. Angel gak jadi ngasih hadiahnya.”

__ADS_1


“Ih kok marah. Kamu mau kasih apa sayang ? Asal jangan sesuatu yang mahal, ya.”


“Siapa juga yang mau ngasih barang.”


“Terus apa ? Hadiah apa Angel ?”


“Emmm, Angel malu ah ngomongnya.”


“Diihh kamu aneh banget. Jadi apa enggak nih hadiahnya ?”


“Iya iya jadi. Eemmmm Angel. . .”


“Apa ?”


“Angel punya panggilan buat Bapak.”


“Pangilan apa ?”


“Bee."


“Lebah ?”


“Heem.”


“Kenapa lebah ? Emangnya aku nyengat ?”


“Ihh bukan itu. Bee itu artinya sayang kalau dalam bahasa inggris. Emang dalam Bahasa Indonesia artinya lebah, tetapi itu kan lucu.”


“Bapak gak suka, ya ?”


“Enggak. Aku suka. Apapun yang terucap oleh kamu. Aku senang. Terdengar lucu.”


Waktu semakin sore. Aku dan Pak Angga kembali ke dalam ruang kamar rumah sakit. Disana telah nampak Alessyia dan yang lainnya masih setia menanti. Tetapi ada yang kurang. Personilnya tidak lengkap.


“Kak Reza kemana ? Udah pulang ya ?”


“Oh hmm. Kak Reza . .Kak Re. .”


“Reza tadi pulang duluan. Maminya nyuruh pulang.”


Aku mengangguk mendengar jawaban dari Kak Aldo. Entah kenapa Alessyia susah sekali menjelaskannya. Ia menjawab gugup. Mungkin Alessyia tidak enak karena ada Pak Angga.


Dokter dan Suster memasuki ruangan yang aku tempati. Mereka memeriksa kondisi kesehatanku. Tadi pagi aku masih belum diperbolehkan meninggalkan rumah sakit. Semoga kali ini aku bisa cepat pulang.


“Gimana, Dok ? Angel boleh pulang kan ?”


“Boleh. Tapi kamu harus menjaga kesehatan, ya ! Khususnya saluran pernafasan kamu. Jangan terlalu lama di dalam ruangan yang minim oksigen. Dan jangan menghirup udara yang kotor atau berdebu.”


“Baik, Dok. Terimakasih.”

__ADS_1


Akhirnya pulang juga. Aku tidak sabar ingin rebahan di atas kasur kesayanganku. Bagaimana kabar kost-an aku ? Pasti berantakan tidak dibereskan beberapa hari.


Kak Aldo dan Kak Beni menaiki mobil yang sama. Sedangkan aku pulang bersama Pak Angga. Alessyia ikut bersama kami berdua.


Aku telah mengajak Kak Aldo dan kak Beni mengantar ke kost-an. Tetapi mereka menolak dengan alasan sudah ada Alessyia dan Pak Angga. Alessyia juga menolak menemaniku. Ia mengijinkan aku untuk merasakan quality time bersama Pak Angga.


“Awas hati-hati !”


Pak Angga menggandeng tanganku untuk menaiki anak tangga satu per satu. Setelah sampai di depan pintu, aku segera membukanya.


“Silahkan !”


“Aduh maaf ya berantakan.”


Aku segera mengambil jaket dan buku yang terletak di lantai tanpa terurus sama sekali. Sudah aku duga, persis seperti kapal pecah. Waktu aku terakhir meninggalkan kamar dalam kondisi berantakan. Setelah mencari buku materi kuliah, aku lupa untuk membereskannya kembali, karena waktu sudah siang dan aku harus segera berangkat ke kampus.


“Sebentar, Angel buatkan minum.”


“Eehhh gak usah.” Pak Angga menarik tanganku dan mendudukkan aku di sofa.


“Biar aku aja yang buat. Nona cukup duduk manis disini. Aku tidak mau membuat Nona kelelahan.”


“Hehehe.”


Aku tidak tahan melihat tingkah pak Angga. Apalagi dengan mengatakan kata-kata seperti itu, sangat lucu terdengar.


“Ta-daa. . .”


Pak Angga kembali dengan membawa baki yang berisi 2 gelas minuman dan beberapa makanan ringan.


“Ini apa ?”


“Hot choco. Kamu tidak boleh minum yang dingin. Jadi aku buatkan cokelat panas.”


“Uuww makasih, Bee.”


Aku lupa tidak menunggu minuman itu dingin. Karena terlalu bersemangat aku melupakan bahwa cokelat yang berada di dalam gelas tersebut masih mengeluarkan uap dan suhu panas.


“Aww aw awww.”


Pak Angga refleks. Ia segera mengibas-ngibaskan tangannya agar dapat mendinginkan bibirku yang memerah terkena air panas. Tetapi percuma saja, hal tersebut tidak mampu menyembuhkan lukanya.


Tidak sengaja aku menahan pergerakan tangan Pak Angga. Aku menatapnya. Telah lama tidak menatap mata indah yang mampu membuatku tenang. Pak Angga kembali membalas tatapanku. Aku semakin salah tingkah dibuatnya. Ketika aku hendak melepaskan tangan Pak Angga, ternyata tanganku lebih dulu berada dalam genggamannya.


Pak Angga perlahan mendekatkan posisi tempat duduknya. Tak ada lagi tempat kosong di antara kami. Ia malah semakin menatapku sangat lekat. Lebih dekat. Hanya menyisakan beberapa centi jarak di antara muka kami. Aku memejamkan mata. Aku gak tahu apa yang akan dilakukan oleh Pak Angga.


*Bersambung*


Author ingin mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada para pembaca setia sudah berkenan selalu mampir di Novel My Teacher Is Mine 🙏🥰🥰

__ADS_1


Jangan lupa untuk selalu mendukung author dengan memberikan like, komen, rate 5 dan vote 💙💙🥰🥰


Terimakasih 🙏😇


__ADS_2