
Sebelum lanjut jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak berupa like, komen, rate 5 & vote seikhlasnya 🥰
Semuanya itu gratis kok. Tapi sangat berarti untuk author. Karena itulah penyemangat author😍😍
Salam sejahtera untuk kita semua 😇😇
Terimakasih 🙏🙏🙏
**************************************************
Jaket tebal berwarna hitam, dilengkapi topi berwarna hitam pula yang menutupi bagian kepala serta kaca mata hitam menjadi pelengkap penampilanku malam ini. Dengan langkah yang hati-hati serta mata yang bekerja sangat fokus untuk mencari keberadaan seorang wanita yang sedari tadi mengganggu pikiranku.
Kanan dan kiri, depan dan belakang sudah aku teliti. Tetapi masih belum menemukan setitik pencerahan mengenai Clarissa. Sebelum dicurigai karena hanya mondar-mandir di depan meja reservasi, aku memutuskan untuk duduk di kursi yang telah disediakan.
Dengan tangan kiri yang diletakkan di dada serta tangan kanan yang menggenggam gadget dan mata yang menatap layar gadget. Berulang kali aku memastikan alamat hotel yang terletak pada tiket. Dan benar ini tempatnya. Tetapi dua orang yang aku ikuti mobilnya belum juga mewujudkan dirinya.
“Mungkin Clarissa sedang melakukan pemotretan sekarang. Habis itu mungkin dia baru ke hotel untuk bermalam disini. Karena jika harus pulang ke rumah itu terlalu jauh. Bisa-bisa membuat dirinya kecapekan.” Gumamku dalam hati.
Aku masih terus berpikir positif dan meyakinkan kepada diri sendiri bahwa Clarissa baik-baik saja dan tidak mungkin melakukan hal di luar nalar. Tetapi aku masih enggan pergi dari sana sebelum memastikan bahwa Clarissa telah tiba. Aku memutuskan untuk menunggu sambil sesekali memainkan gadget tanpa tujuan.
“Mbak, saya ingin mengambil kunci untuk kamar ini.” Ucap pria kepada pelayan sambil menunjukan kertas bukti pemesanan.
“Ini kuncinya Mas. Eh itu Mbak nya gak papa, Mas? Apakah perlu bantuan?”
“Tidak usah, Mbak. Dia hanya kelelahan.”
Kegaduhan yang tercipta di meja reservasi mengusik ketenanganku yang tengah asik membaca berita dunia terkini. Sejenak aku memalingkan pandangan untuk menatap seorang pria yang sedang menggandeng pinggang wanita. Jika dilihat sepertinya wanita itu sedang dalam keadaan kurang sadarkan diri. Entah itu sedang sakit atau mabuk, tetapi yang pasti wanita itu terlihat kurang normal.
Tidak mau memikirkan sesuatu yang tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupanku, lebih baik aku kembali melanjutkan aktivitas sebelumnya. Tetapi pandanganku kembali menatap mereka berdua. Ketika pria itu membalikan badan untuk melangkah dengan menggandeng seseorang yang ada di sebelahnya, sosok wanita itu seperti tidak asing di penglihatanku.
Dari pakaian yang ia kenakan sepertinya aku sudah pernah melihatnya. Tas yang menggantung di bahunya juga sangat familiar. Apa mungkin karena barang seperti itu pasaran di kalangan masyarakat sehingga banyak yang punya. Aku juga tidak dapat melihat dengan jelas muka wanita itu karena terhalang oleh pria yang ada di sebelahnya.
Mataku kembali menatap layar handphone. Tetapi pikiranku bekerja untuk mengingat dimana aku mengenali wanita itu.
“Bukankah itu Clarissa?”
__ADS_1
Aku berbicara sendiri dengan pelan setelah ingatanku kembali. Aku melihat gaun serta tas itu tadi sore saat jalan bersama Clarissa. Itulah barang-barang yang dikenakan oleh dia. Aku kembali menatap wanita dan pria itu untuk memastikan siapa mereka. Tetapi aku terlambat. Mereka telah melenggang menjauhiku.
Saat aku berusaha mengejarnya, langkahku seolah percuma. Mereka telah lebih dulu memasuki lift. Aku kembali ke meja reservasi, kali ini tidak untuk menunggu lagi, melainkan melanjutkan aksi berikutnya karena sosok yang aku cari sudah ditemukan.
“Mohon maaf Mas untuk kamar yang berdampingan dengan kamar tersebut telah terisi semua. Tetapi jika yang berhadapan masih kosong.”
“Oke, saya ambil yang itu.”
Setelah mendapatkan kunci salah satu kamar, aku mengikuti petunjuk untuk sampai disana. Demi mendapatkan kejelasan, terpaksa aku harus menginap di hotel padahal aku juga mempunyai rumah. Sebelumnya aku telah memesan kamar yang berdekatan dengan Clarissa. Dan beruntunglah tepat di depannya belum terisi. Sehingga aku bisa mengawasi Clarissa dengan sangat dekat.
Setelah keluar dari lift, aku dapat mengikuti langkah sepasang pria dan wanita. Mungkin karena mereka berjalan dengan tergopoh-gopoh sehingga membuat langkah mereka menjadi lama. Tentu aku tidak langsung menyerobotnya begitu saja. Aku harus melakukannya dengan sangat hati-hati. Dan aku semakin yakin bahwa itu Clarissa. Aku dapat melihatnya dengan jelas ketika wajahnya menghadapku. Tetapi tidak berselang lama, pria tersebut segera menggendong tubuh wanita itu setelah pintu kamar dibuka.
Pengintaianku juga harus terhenti. Pintu kamar telah ditutup dengan rapat. Terpaksa aku juga memasuki kamar yang telah di pesan sebelumnya sambil terus memikirkan langkah selanjutnya.
“Selamat malam dari resto hotel. Ada yang bisa dibantu?”
“Saya pesan dua porsi menu untuk makan malam. Tolong antarkan ke kamar 1010.”
“Baik. Silakan ditunggu! Pesanan akan tiba dalam waktu kurang dari 30 menit.”
Tok..tok..tok…
Ucapan pelayan tersebut terbukti. Dia menepati janjinya sebelum 30 menit maka makanan sudah sampai di tempat. Aku segera mengambil alih makanan dari pelayan tersebut dan sejenak membawanya masuk.
Makanan itu bukan untuk aku konsumsi seorang diri. Mana mungkin aku memesan dua porsi untuk sendiri. Melainkan makanan tersebut untuk menjadi bahan melancarkan aksiku. Dengan mata yang menatap keadaan sekitar serta langkah yang sangat hati-hati, aku memulai rencana yang sebelumnya telah dipikirkan.
Tok..tok..tok…
“Permisi!”
Tok..tok..
“Permisi. Saya dari pelayanan resto akan memberikan makan malam untuk para pengunjung hotel.”
Klek!
__ADS_1
Setelah ketukan yang dilakukan berulang-ulang serta teriakan yang meminta izin agar pintu bisa dibuka, akhirnya penghuni yang ada di kamar tersebut keluar dengan busana yang tidak lengkap. Pakaian bagian atasnya sudah terbuka semua. Hanya menyisakan celana pendek yang masih melekat di tubuhnya.
“Lho Mas, sepertinya saya tidak memesan makanan.”
“Oh ini, khusus untuk malam ini kami mengantarkan makan malam kepada para pengunjung hotel yang tidak sempat berkunjung ke resto. Oleh karena itu saya datang ke kamar Mas karena saya tahu Mas baru check ini hari ini. Bukan begitu?”
“Iy-iya.”
Beruntunglah aku sempat menyusun jawaban yang kemungkinan akan ditanyakan oleh penghuni kamar disana. Meskipun dengan gugup setidaknya aku berhasil membuat pria itu percaya. Dan aku juga tidak heran lagi ketika melihat dengan jelas sosok pria yang saat ini sedang berada satu kamar dengan wanita yang telah berani menipuku.
Frans si psycho, dialah pria itu. Aldo beserta yang lainnya telah mengatakan bahwa Clarissa berselingkuh dengan Frans. Mereka juga menunjukan video syur yang dilakukan oleh keduanya. Tetapi aku menutup mata dan telinga dari itu semua. Aku tidak bisa menerima kenyataan bahwa aku salah mencinta.
“Sayang ada apa sih? Ayo kita lanjutkan!”
“Iya sebentar yang. Ini ada yang mengantarkan makanan.”
“Makanan? Kan kita tidak memesannya?”
Terdengar sangat pelan suara wanita dari dalam kamar. Dan aku semakin yakin bahwa dia Clarissa. Aku sangat mengenal suaranya dengan baik. Dan kecurigaanku terbukti ketika wanita itu keluar menghampiri Frans dengan pakaian yang sudah acak-acakan. Kancing baju yang tidak tertutup dengan rapat serta rambut yang tidak tertata.
Wanita itu belum menyadari kehadiranku. Dia keluar dan langsung memeluk Frans dari samping. Frans juga membalas pelukannya sambil mencium ujung kepala yang terhalang oleh rambut Clarissa. Jika aku lebih mengutamakan nafsu, maka kedua orang ini telah bersimbah darah sekarang juga. Tetapi aku tidak mau mengotori tanganku oleh darah para pengkhianat.
“Sepertinya saya mengenal wanita yang bersama Anda saat ini.”
Ucapanku membuat dua orang yang sedang menampilkan keromanitsanya menjadi kebingungan. Wanita itu kini menatap ke arahku. Aku melepaskan topi yang sedari tadi di gunakan untuk menyamar.
“Selamat malam Clarissa? Apakah sudah selesai pemotretannya? Apakah disini kamu melakukan pemotretan?”
“Beni…eu maksud aku sayang.”
“Urusan saya disini sudah selesai. Mohon maaf mengganggu aktivitas kalian malam ini. Silakan dilanjutkan!”
“Sayang tunggu! Dengarkan aku dulu! Ini tidak seperti yang kamu lihat. Aku bisa jelaskan semuanya.”
*Flashback off*
__ADS_1
*Bersambung*