My Teacher Is Mine

My Teacher Is Mine
MTIM-128 Sweet Couple (END)


__ADS_3

EPISODE TERAKHIR !!!


TAMAT - END


Sebelum lanjut jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak berupa like, komen, rate 5 & vote seikhlasnya 🥰


Semuanya itu gratis kok. Tapi sangat berarti untuk author. Karena itulah penyemangat author😍😍


Author ingin menyampaikan bahwa MTIM akan END hanya menyisakan 3 episode lagi.


Tetap saksikan terus kelanjutan kisah cinta Angel dan Pak Angga ya 🥰🥰


Salam sejahtera untuk kita semua 😇😇


Terima kasih 🙏🙏🙏


**************************************************


Ketika aku telah memilih Pak Angga menjadi satu-satunya cinta dalam hidupku, maka aku menyerahkan seluruh hidup dan matiku padanya. Apapun yang aku lakukan tiada yang tidak diketahui olehnya. Begitupun sebaliknya. Karena kami sepakat dalam suatu hubungan tidak perlu ada yang dirahasiakan.


Lingkaran pertemanan yang aku jalin juga harus ada beliau di dalamnya. Dengan siapa aku bergaul, lingkungan pergaulan seperti apa yang aku jalani juga harus diketahui olehnya. Beruntunglah Kak Aldo, Kak Beni dan Alessyia bisa menerima kehadiran Pak Angga secara terbuka. Sehingga mereka bisa dekat dengan waktu yang singkat. Saling bercerita dan becanda tertawa bersama.


Sepertinya masih ada sesuatu yang mengganjal dalam pikiran Kak Beni. Ia terus bertanya kepada Alessyia dan Kak Aldo, tetapi mereka belum juga membuka suara. Justru berusaha mengalihkan perhatian. Akhirnya aku mencoba untuk memberanikan diri bertanya kepada mereka.


“Cha, kita udah tahu kalau lo dan Kak Aldo menjalin suatu hubungan. Ceritakan saja kepada kami, Cha! Kami tida akan pernah melarang hubungan kalian. Justru kami senang melihat kalian berdua bahagia.”


Keduanya kompak saling menatap. Semua pendengar yang lain juga tidak mengeluarkan kata-kata lagi. Kami hanya fokus menatap Alessyia dan Kak Aldo sembari menantikan kejujuran dari mereka berdua.


“Oke jadi gini, memang benar aku dan Kak Aldo telah jadian. Jujur kita memang sengaja menyembunyikan ini dari kalian semua. Karena aku pikir kalian tidak bisa menerima kenyataan seorang sahabat yang saling jatuh cinta. karena gue juga gak tahu sejak kapan rasa itu hadir. Dan gue tidak bisa mengendalikannya.”

__ADS_1


“Angel, benar kan dugaan kita kalau mereka tuh jadian.” Ucap Kak Beni dengan senyum yang lebar.


“Iya Kak. Oh iya Cha dengar ya, tidak ada yang salah mau kalian teman ataupun sahabat. Cinta tidak memandang status tersebut, Cha. Tidak ada yang menyalahkan ketika dua orang sahabat saling jatuh cinta. Dan lo benar, bahwa hadirnya cinta tanpa bisa kita pinta. Kita hanya perlu mengikuti kata hati.”


“Ngomong-ngomong sejak kapan kalian berpacaran?” Tanya Pak Angga.


“Hmmm, sudah lebih dari dua bulan yang lalu. Aku juga tidak menyangka akan jatuh cinta sama Echa. Padahal dulu kita selalu bertengkar hebat, dan aku selalu membuat dia marah karena sering di jahili. Mungkin hal tersebut yang membuat perasaan cinta itu mulai tumbuh. Seiring waktu yang kita habiskan bersama, berbagi tawa dan menatap satu sama lain dalam waktu yang cukup lama.”


“Kamu ingat ketika kamu menjahili Alessyia dengan menggunakan cicak sampai dia menangis?”


Kak Aldo mengangguk menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Pak Angga.


“Saya pernah bilang bahwa kalian berdua akan jatuh cinta. Saya bukan peramal. Tapi saya dapat mengetahui dari sorot mata kalian berdua. Sebenarnya kalian telah saling menyayangi sejak lama, hanya saja kalian tidak menyadari kalau itu perasaan cinta.”


Sejenak Pak Angga menghentikan ucapannya untuk menghirup nafas. Kemudian melanjutkan lagi pembicaraannya.


“Kamu Aldo, menjahili Alessyia bukan karena kamu membencinya, melainkan karena kamu ingin dekat-dekat dengan dia. Kamu senang melihat tawa Alessyia, tetapi ketika dia menangis, terdapat penyesalan di hati kamu. Mungkin kamu masih belum menyadarinya. Resapilah! Maka lama-lama kamu akan paham dengan ucapan saya.”


“Terimakasih.” Jawab Pak Angga di sertai dengan terkekeh geli. “Dan untuk kamu Alessyia, meskipun Aldo sangat usil kepada kamu, tetapi tidak pernah sedikitpun kamu membenci dia. Bahkan jika Aldo tidak usil, kamu akan merasa kehilangan. Kamu bertanya-tanya kenpa Aldo tidak melakukan sesuatu seperti biasanya. Apakah benar?”


Sejenak Alessyia terdiam. Ia menatap semua yang ada di hadapannya secara bergantian. Dan berakhir menatap Kak Aldo tetapi mulutnya berbicara untuk menjawab ucapan Pak Angga.


“Iya Pak. Echa tidak mengerti bagaimana caranya Bapak bisa tahu perasaan Echa. Tapi yang pasti, apa yang Pak Angga ucapkan barusan semuanya benar.”


“Waaahhh keren.” Ucap Kak Beni sambil bertepuk tangan.


Alessyia dan Kak Aldo saling bertatapan. Sedangkan aku menatap Pak Angga yang sedang tersenyum dengan penuh heran. Bagaimana caranya dia bisa berkata seperti itu. Dan apa yang dia katakan adalah nyata. Aku pikir dia memiliki kelebihan.


“Bee, bagaimana caranya bisa tahu semuanya? Apakah kamu mempunyai indra keenam? Atau kelebihan lainnya?”

__ADS_1


Lagi lagi Pak Angga terkekeh geli sebelum menjawab pertanyaanku. Semua yang hadir juga menantikan jawaban Pak Angga. Karena mereka juga pasti penasaran kenapa Pak Angga bisa tahu perasaan orang lain.


“Aku sama sekali tidak punya indra keenam ataupun kelebihan yang lainnya sayang. Semua yang aku ucapkan hanyalah penilaian diriku. Aku memposisikan diriku sendiri pada posisi mereka dan membayangkan bahwa aku yang mengalami peristiwa tersebut. Mungkin aku bisa melakukan semua itu karena pengalaman yang sudah aku lalui selama hidup.”


Malam ini kami habiskan waktu bersama. Mulai dari bersepeda di taman, jalan-jalan mengelilingi taman bunga serta menikmati jajanan pinggir jalan. Sesekali kami saling bercakap-cakap dan tidak pernah lupa untuk menyelipkan canda dan tawa.


Kak Beni sering menjadi korban bahan candaan kami, karena dia hanya sendiri tanpa ada pasangan yang menemani. Tetapi itu semua tidak membuatnya sakit hati dan pergi, justru dia juga menyambutnya dengan sangat renyah.


Seperti ketika aku dan Alessyia mendapatkan es krim pemberian dari pasangan kami masing-masing, kemudian kami menyuapi pasangan kita. Kak Beni hanya bisa menyaksikan dengan ekspresi seakan-akan penuh kesedihan.


“Ya ampun berulang kali nih gue jadi nyamuk yang kehadirannya hanya mengganggu.” Ucap ketus Kak Beni.


Perkataan tersebut tidak mendapatkan respon apa-apa dari kamu. Justru kami semakin menampilkan bentuk keromantisan. Pak Angga membersihkan es krim yang belepotan di ujung bibirku. Begitupun dengan Alessyia yang masih menyuapi Kak Aldo.


“Oh gitu, ya udah deh gue pergi aja.”


“Tunggu!” Ucap aku dan Alessyia kompak.


“Jangan marah dong Ben. Duduk dulu! Atau lo mau gue tantang lagi untuk mendapatkan cewek yang akan dijadikan pacar semalam?”


“Enggak. Gue gak mau menerima tawaran bodoh dari lo lagi. Gue gak mau terjebak lagi dalam cinta wanita berbulu domba. Daripada gue harus mencari wanita hanya untuk sementara, lebih baik gue menunggu sampai ada wanita yang benar-benar layak menjadi pacar gue.”


“Maafin gue ya, Ben! Peristiwa itu terjadi gara-gara gue.”


“Justru gue berterima kasih kepada lo, Do. Semua itu gue jadikan pengalaman yang tidak akan gue ulangi di masa mendatang. Gue jadi tahu ciri-ciri wanita yang kurang baik untuk dijadikan kekasih. Yang gue lakukan sekarang yaitu memperbaiki diri. Karena gue percaya bahwa jodoh itu cerminan diri kita sendiri.”


Jodoh, maut dan rezeki telah di atur oleh sang Maha Pencipta. Semua yang bernyawa Tuhan ciptakan berpasang-pasangan. Tidak ada makhluk hidup yang terlahir tanpa memiliki jodoh. Jodoh itu rahasia Tuhan. Tidak ada yang tahu siapa yang akan menjadi jodoh kita. Entah itu orang yang telah kita kenal sejak lama, atau justru orang yang baru dikenal dalam hitungan hari.


Tidak ada yang bisa menentukan kepada siapa kita jatuh cinta. Jangankan kepada teman dekat, cinta juga bisa hadir kepada seorang sahabat. Cinta itu adalah anugerah dari Yang Maha Kuasa. Cinta sejati tidak pernah memandang fisik, status sosial, material maupun status single atau sudah pernah menikah.

__ADS_1


Sama halnya dengan aku yang jatuh cinta kepada Pak Angga secara tiba-tiba. Bertemu dalam satu sekolah dengan aku yang berstatus murid, serta beliau sebagai guru. Status pernah menikah yang disandang Pak Angga juga tidak menjadi penghalang bersatunya cinta kami berdua. Karena cinta sejati akan mengubah segala kekurangan menjadi kelebihan.


*END*


__ADS_2