My Teacher Is Mine

My Teacher Is Mine
MTIM-78 Pesta Topeng


__ADS_3

“Angel. . .”


“Eh, haii Kak.”


Sebenarnya aku masih merasa tak enak hati kepada Kak Aldo dan Kak Beni atas perlakuan Pak Angga kemarin. Kalau Alessyia, semoga saja dia mengerti atas sikap Pak Angga yang memang terkenal dingin.


“Kak. . .”


“Heem ?”


“Angel mau minta maaf atas sikap Pak Angga kepada kalian kemarin.”


“Gak papa. Kita ngerti kok. Kakak juga pasti cemburu kalau melihat pacar Kakak terlalu dekat sama pria lain. Meskipun hanya sekedar teman atau sahabat. Karena bagaimanapun pertemanan antara seorang wanita dan pria harus ada batasnya.”


Jelas Kak Beni mewakili semuanya. Syukurlah, perasaanku sudah lega telah mendapatkan maaf dari mereka.


“Eh guys. . .lihat lihat !”


Perintah Kak Aldo dengan sangat antusias ketika membaca papan informasi. Aku, Alessyia dan Kak Beni segera menghampirinya.


“Ada apa Kak ?”


“Ini nih lihat ! Baca deh !”


Aku membaca tulisan yang dimuat dalam kertas hasil cetakan printer yang di tempel di papan informasi tersebut. Dengan besar sekitar ukuran pasaran brosur promo dengan bentuk portrait. Tampilannya sangat menarik. Penuh warna dengan bentuk tulisan yang unik.


“Pesta topeng ?”


“Gimana kalau kita ikutan ?”


“Enggak. Gua gak mau.”


“Ayolah, Ben. Kita kan belum pernah. Kayaknya seru. Iya gak sih ?”


Kak Aldo berdebat dengan Kak Beni. Mereka tidak satu tujuan. Sebelah pihak ingin hadir pada acara yang diselenggarakan oleh salah satu organisasi di kampus itu. Di lain pihak tidak ingin menghadirinya dengan berbagai macam alasan.


“Cha, Ngel, gimana ? Mau kan ?”


“Echa sih belum pernah.”


“Nah iya makanya. Yuk hadir ya ! Please !”


“Kalau lo, gimana Ngel ?”


“Boleh.”


“Yes ! Yuhuuu.”


Kak Aldo sangat senang ketika mendapat persetujuan dariku dan Alessyia. Tetapi dia kembali menekuk mukanya ketika menatap Kak Beni. Rupanya tidak mudah untuk membujuknya. Kak Beni masih bersikukuh pada pendiriannya.


“Ben, please ! Angel sama Echa udah setuju. Ayolah, Ben !”


“Oke. Gue datang.”


“Yes ! Yes !”


Lagi-lagi Kak Aldo menampilkan ekpresi kesenangannya dengan tangan yang dikepal dan di maju mundurkan layaknya seorang siswa baru lulus dalam ujian.


“Oh iya, dalam acara ini kan harus berpasangan. Cha, pasangan sama Kak Aldo ya ?”


“Oke.” Alessyia menggunakan ibu jari dan jari telunjuknya untuk membentuk huruf O dan diberikan kepada Kak Aldo.


“Ben, lo sama Angel ?”


“Angel sama Pak Angga aja. Nanti gue datang sendiri juga bisa.”


“Kak Ben sama Angel aja gak papa kok. Angel gak akan bawa Pak Angga.”

__ADS_1


“Jangan Angel. Dia itu pacar kamu. kamu harus ajak dia. Jika dia tahu kamu tidak mengundangnya, itu akan menyinggung perasaan dia. Lagi pula Kak Ben takut dengan tatapan tajam pacar kamu itu.”


“Hahaha.”


Kak Beni benar. Jika Pak Angga mengetahui aku datang ke pesta topeng tapi bukan dengannya, itu pasti akan menyakiti perasaannya. Tetapi aku hanya ingin membantu Kak Beni. Kasihan jika dia datang sendiri tanpa ada pasangannya.


“Ben, lo serius datang sendiri ?”


“Iya. Emang gak boleh kalau sendiri. Nanti juga gue bakal dapat pasangan disana.”


“Widiih. Keren lo. Buktikan kalau lo bisa dapat pasangan di pesta nanti malam !”


“Oke.”


Kebetulan hari ini jadwal mata kuliah tidak terlalu padat. Sehingga aku bisa memberikan kabar Pak Angga dan mengajaknya untuk ikut serta bersamaku ke pesta topeng malam nanti.


“Gak bisa sayang. Badanku pegal.”


“Please Bee ! Cuma sebentar kok.”


“Kapan-kapan aja, ya.”


“Ya gak bisa dong, Bee. Acaranya nanti malam.”


“Gak bisa di undur aja harinya ?”


“Ya udah kalau Pak Angga gak bisa. Angel datang sama pria lain aja.”


“Jangan dong. Ya udah nanti aku jemput ya !”


"Serius, Bee ?"


"Heem."


“Makasih, Bee. I love you.”


Matahari telah tergantikan oleh rembulan. Gemerlap bintang menghiasi angkasa. Setelah menghabiskan waktu untuk memilih gaun yang hendak dipakai. Aku melangkah meninggalkan ruang kamar. Dengan dress panjang berwarna hitam dilengkapi dengan highils berwarna silver. Serta dompet kecil berwarna hitam.


Pak Angga telah menyambut kehadiranku dengan berdiri di samping mobilnya. Kemeja berwarna putih dilapisi jas berwarna silver. Serta dasi yang senada dengan kemeja. Dilengkapi hiasan Bunga di saku jasnya. Menambah kesan tampan pada penampilannya malam ini.


“Sudah siap Tuan Putri ?”


“Siap Pangeran.”


“Hehe.”


Aku dan Pak Angga terkekeh geli. Mendengar dia menyambutku dengan nama Tuan Putri. Serta aku yang menjawab dengan memanggilnya Pangeran. Memberikan kesan kekompakan yang terjalin dalam suatu hubungan. Layaknya Papah dan Mamah yang selalu kompak dalam segala hal.


Setelah tiba di tempat tujuan, Pak Angga menggandeng tanganku agar dapat berjalan dengan aman. Kami melihat Alessyia dan Kak Aldo juga baru turun dari mobil.


“Angel. . .”


“Echaaa, lo cantik banget.”


“Serius ?”


Alessyia yang mengenakan dres berwarna navy dengan panjang dibawah lutut. Serta rambut yang disanggul menambah kesan anggun pada dirinya. Sedangkan Kak Aldo memakai kemeja putih dengan setelan jas berwarna navy. Sangat serasi dengan Echa.


“Hallo, Pak !”


“Hallo !”


Beruntunglah Pak Angga tidak seperti waktu itu yang menatap Kak Aldo dengan penuh kesinisan. Meskipun berbicara dengan singkat, tetapi masih terlihat ramah karena menampilkan senyumannya.


“Kak Beni belum datang ?”


“Tadi sih katanya lagi di jalan. Sebentar lagi mungkin sampai.”

__ADS_1


Kami menunggu Kak Beni di parkiran sembari membicarakan suatu hal. Pak Angga juga lebih akrab sama Kak Aldo. Mereka berbicara bersama. Bahkan ketika aku melihatnya, mereka sedang tertawa. Aku harap Pak Angga bisa mengenal teman-temanku juga.


Tid. .tid. .


Mobil yang baru tiba menyalakan suara khasnya. Pengemudinya segera menempatkan mobil tersebut kepada lahan parkiran yang masih kosong.


Ketika sang supir keluar dari dalam mobil, kami melihat pria dengan kemeja hitam serta jas merah marun yang melengkapi pakaiannya. Membuat dirinya terlihat tampan dan gagah.


“Waahh, Ben. Lo ganteng banget sumpah.”


“Iya Kak Ben. Echa kira tadi bukan Kak Ben.”


“Kalian berlebihan. Gue emang udah ganteng dari lahir.”


“Ya ampun pedenya mulai lagi deh.”


“Hahaha.”


Kami tertawa bersama. Kak Beni memang terlihat berbeda malam ini. Bukannya aku tidak mau memuji penampilannya. Tetapi aku harus menjaga perasaannya Pak Angga. Aku tidak mau menyakiti perasaannya dengan memuji pria lain secara terang-terangan di depan matanya sendiri.


“Ben, lo ingat kan dengan janji lo ?”


“Janji apa ?”


“Lo bilang akan dapat cewek buat jadi pasangan lo malam ini.”


“Gue akan buktikan dan membawanya ke hadapan lo.”


“Udah udah. Ayo masuk !”


Kami memasuki gedung yang menjadi tempat berlangsungnya acara itu. Aku berjalan memimpin yang lain dengan tangan yang di gandeng oleh Pak Angga. Disusul di posisi kedua Kak Aldo dengan Alessyia yang saling bergandengan juga. Dan Kak Beni berjalan pada barisan terakhir seorang diri.


Pembawa acara pada malam itu membuka acara dengan di awali meminta para hadirin untuk memakai topengnya. Dengan segera semua yang hadir memakai topeng yang telah dibawa masing-masing.


Pak Angga sama sekali tidak melepaskan genggamannya. Setelah selesai memakai topeng, ia segera menggenggam erat jemariku. Aku tersenyum ke arahnya. Tetapi ia tidak menyadarinya.


Setelah rentetan acara demi acara, tibalah pada acara yang paling berkesan. Yaitu berdansa dengan pasangannya masing-masing. MC meminta untuk bersiap-siap dan saling berhadapan dengan pasangannya.


“Bee, Angel gak bisa dansa.”


“Aku juga gak bisa. Kita belajar sama-sama, ya !”


Aku mengangguk. Pak Angga menyimpan lengan kirinya ke belakang badanku. Dan lengan kanannya mengajak tanganku untuk bergerak. Perlahan kami melangkahkan kaki. Sesekali kami tertawa ketika kaki kami saling bertabrakan.


*Bersambung*


.


.


.


Jangan lupa tinggalkan jejak melalui like, komen & vote seikhlasnya😉


.


Sedikit bocoran, nanti setelah ini akan ada part khusus visual para pemain 😍😍


Jadi untuk para pembaca setia, jangan sampai terlewatkan ya🤗🤗


Saksikan terus kelanjutan kisah cinta Angel dan Pak Angga 🥰🥰


.


.


Terimakasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2