Naria "Nona Manis Keluarga Charlotte"

Naria "Nona Manis Keluarga Charlotte"
Jomblo ngenes


__ADS_3

Di ledekin, Arin frustasi menjadi bulan-bulanan para cowok usil. Para?, ya!. Bukan hanya Zaid yang meledeknya, tapi mereka semua. Kevin bernyanyi dengan gitar sapu, sengaja bertandang ke kelas Bahasa hanya untuk menyumbangkan lagu untuk Arin dengan judul"Kehilangan, buah karya bang Haji."


"Kalau sudaaaaahhhh~~~ tiadabaru terasaaaaa~." Sumpah!! Kevin ngeselin banget. Nari hampir ikut bernyanyi dan berjoget, soalnya gitar dan suara Kevin enak di dengar.


"Nariaaaa!!" geram Arin menahan sang sahabat ingin ikut berdendang.


Febby menutup mulut, hendak tergelak takut di geplak Arin.


Waktu istirahat yang biasanya cepat itu mendadak menjadi sangat lamat bagi Arin. Bisma ikutan bernyanyi, kali ini dia membawa pelantang suara bluetooth. Aish!! ini kelas apa sih, kenapa berubah menjadi kelas paduan suara. Teman-teman lain ikutan nimbrung, bernyanyi di sekeliling Arin.


Hendro menarik Nari, agar menjauh dari para cowok usil itu. Dengan patuh Nari mengikuti. Eh! kenapa ini cowok ada di sini?!. Kelas dia kan di bawah!.


"Kamu ngapain di sini?."


"Tadi ketemu pak Bowo di lorong. Di suruh ngasih kabar kalau semua kelas bebas, soalnya semua guru ada rapat."


Nari terkejut seraya menutup mulut. Entah harus senang atau sedih, mereka libur belajar tapi Arin jadi mangkas usil mereka.


"Feb, kita kantin aja. Ajakin Arin" ujarnya pada Febby, baru saja berhasil keluar dari lingkaran paduan suara yang di pimpin oleh Kevin. Dan sekarang Nari memintanya untuk menjemput Arin?.


"Nar, aku baru keluar dari circle dangdutan itu. Kamu suruh aku masuk lagi?. Argghh, kalau lagunya K-pop aku mau kok dengerinnya." Memelas, tapi demi kesehatan mental Arin, Febby rela membelah lingkaran itu.


Sulit, sebab gerombolan itu semakin ramai. Gimana nggak ramai, Keano datang dengan rantang Tupperware milik Betty. Di pukul dan di buat gendang, menciptakan nada baru dalam konser dadakan Kevin.


"Stop!!" teriak Arin.


"Nggak mau!!" balas Kevin. Kemudian di ikuti para jamaah konsernya.


"Heh, rantang Mamah ku!!" teriak Betty.


Hanya satu kali gadis itu berteriak, sebab sudah tergusur oleh kerumunan tersebut.


"Hick!. aku bakal di tabok Mamah kalau rantang itu pecah" menahan tangis. Di Keano bukan nggak melihat Betty, dia hanya terlalu asik menikmati keributan. Makhlum saja, sangat jarang momen bebas seperti ini terjadi.

__ADS_1


"Nar tolongin!!" teriak Arin.


"Jangan" ujar Kevin. Dan para jamaah pun berseru bersamaan"Jangan!!."


Alamak, sekolah mewah isinya bara bocah edan. Greta mengintip di muara pintu, bersama Udin di belakangnya.


"Heh!! bantuin. Jangan nonton doang!." Hardik Nari pada mereka berdua.


"Kamu juga bantuin Arin" ujarnya pada Hendro. Cowok ini duduk manis di samping Nari, usai membawanya minggat dari meja yang telah berubah menjadi panggung konser.


Udin menarik napas. Gila si Kevin, cowok langganan guru BP pasal rambut gondrong ini memang kalau kumat suka di luar nalar.


"Sudah woi!!! pak Ibrahim jalan ke sini!!!" seru Udin.


Sontak atensi para jamaah konser Kevin tersita padanya.


"Cepetan bubar!!" seru Greta.


Kelas mendadak riuh lagi setelah sempat sepi beberapa detik pasal kabar pak Ibrahim.


"Mana pak Ibrahim nya?" seru seorang siswa.


Udin kembali menjadi perhatian, dan kali ini Udin tertawa cengengesan.


"Wuuuuuu!!! nggak asik. Udin nggak asik!!" seru mereka lagi.


Kabur ke kantin, di sinilah mereka sekarang berada.


"Kevin!!, awas aja, aku bikin botak kamu!!" geram Arin. Kevin dan Bisma cengengesan di meja lain, dan Keano sedang meredakan tangis Betty di samping kolam renang.


"Aku ganti!. Nanti aku colong Tupperware punya Ibuku buat ganti."


"Kean!! kamu niat ganti nggak sih?. Masa di ganti sama hasil nyuri?!." Teriakan Betty terdengar sampai ke kantin, sebab berdekatan dengan kolam renang. Arin yang semula memberengut spontan tertawa. Setelah di pikir-pikir, asik juga konser Kevin barusan. Akh!! memiliki teman-teman unik seperti mereka entah harus bahagia atau berduka, yang jelas Arin tertawa melihat Keano mengejar Betty yang menangis karena rantang Tupperware itu pecah.

__ADS_1


Konser dadakan itu nggak di hadiri Rivan. Rupanya cowok ini sedang bertukar pesan dengan Niki, kekasih hati di kota sebelah. Dia bukan nggak tau tentang konser tersebut, hanya saja berkirim pesan dengan Niki rasanya lebih menyenangkan, alih-alih meledek Arin.


"Gimana konsernya?" singgah ke meja Kevin, dan Bisma.


Dua jempol milik Kevin terangkat naik"Mantap. Asik banget godain anak orang. Hahahah" gelak tawa Kevin pecah.


"Hiss, sama teman sendiri padahal" tukas Rivan mencomot kentang goreng di hadapan Bisma.


"Nggak sopan. Permisi kek!."


"Permisi Bisma yang jomblo, bagi kentang nya ya" betapa songong Rivan, Bisma tertohok dengan kata jomblo itu.


Mengenakkan diri di kursi, Bisma mendorong kentang itu kepada Rivan, semuanya"Makan deh. Kamvret pake bawa-bawa status ngenes. Belum aja aku curi hari Niki dari kamu."


Heh??, hahahaa. Rivan dan Kevin tertawa lagi. Siapa yang nggak tau kadar cinta Niki kepada Rivan. Gadis itu bahkan nggak kapok bepergian malam hari ke kota ini meski pernah hampir celaka.


Usai ngobrol bersama Kevin dan Bisma, Rivan menghampiri meja Nari dan teman-teman.


"Gimana?."


"Gimana apanya?. Oh, jangan-jangan kamu pencetus ide gila tadi?. Aku hampir gila karena konser Kevin." Arin menghisap minuman bersoda dengan cepat, kentara sekali sedang kehausan.


Rivan mencomot kentang milik Udin. Bisma di meja lain mencibir"Dasar kang bajak. Beli kek!!. Nggak mampu beli ya!!."


"Jangankan beli kentang, pacar aja aku punya. Dasar jomblo!" ouch! balasan Rivan sukses membuat Bisma jadi bahan ledekan. Arin jelas ikut tertawa, Itung-itung membalas Bisma yang ikut konser di kelas tadi bareng Kevin.


"Emang kamu punya cewek? ikutan ketawa!" geramnya pada Kevin.


Mengeluarkan ponselnya, ada obrolan panjang dirinya dan Angela di sana. Dengan bangga memamerkan hal itu pada Bisma"Meski tanpa status, setidaknya Angela setiap hari nanyain aku udah makan apa belum" ketawa Kevin nyelekit deh, Bisma jadi nggak ada kawan jomblonya. Keano aja sekarang sudah mulai mengejar Betty, walaupun ngejarnya karena rantang Tupperware.


Dan Udin, akh!! lihatlah dia sekarang sedang duduk manis di samping Greta. Sejak mengkui perasaan terhadap Greta, Udin jadi nggak malu-malu lagi bermesraan di depan umum sekali pun. Sebagai jomblo dalam lingkaran pertemenan para bucin Nari, tentu Bisma kesal sendiri.


To be continued...

__ADS_1


Selamat membaca jangan lupa like fav dan komennya ya.


Salam anak Borneo.


__ADS_2