Naria "Nona Manis Keluarga Charlotte"

Naria "Nona Manis Keluarga Charlotte"
Kebun buah


__ADS_3

Cinta, ada pahit juga ada manis. Akan manis kalau kau mendapat sambutan, akan pahit kalau ternyata insan yang di damba telah ada yang punya.


Dalam sikap diamnya, Yohan nggak mudah melupakan Ghina. Meski nggak banyak kenangan yang mereka miliki, sosok Ghina begitu nyaman bertengger di dalam hati. Inikah cinta sebelah pihak?, Ghina nggak merasa tertarik kepada Yohan sedikit pun.


Dan Yohan. Berkali menegur diri sendiri, bahwa wanita itu telah bahagia dengan putra dan suaminya. Kalau cinta itu memang tulus seharusnya dia mampu merelakan meski nggak harus bersamanya.


Membolak balik badan di atas tempat tidur. Sosok Ghina yang cantik di pesta pembukaan Cafe MAHA tempo hari masih jelas terlihat, dalam pandang mata hati. Sebagai sesama pria, Joen melihat jelas ketertarikan Yohan pada Ghina. Hingga Tuan muda itu selalu menempel pada sang istri, dan mempertontonkan kemesraan mereka di depan Yohan.


"Seharusnya kamu menjauh Yohan. Bukan memandang dalam diam" menyesali tindakan buruk yang di lakukannya akhir-akhir ini. Memandang Ghina dari kejauhan, di toko bunga milik keluarga Charlotte.


Boby yang kini selalu menemaninya, menjadi wadah untuk bercerita. Sejatinya Boby bukankah pria yang sarat akan ilmu percintaan, sebab pacaran saja nggak pernah. Sialnya, Yohan selalu meminta pendapatnya saat risau memikirkan Ghina.


"Dia milik Tuan Joen. Jangan jadi pebinor Tuan!." Selalu itu, kata yang terlontar dari mulut Boby. Selebihnya dia mengaku nggak mengerti tentang cinta. Ya, Boby pria yang jujur, dia nggak mau Tuan nya berharap lebih padanya.


Kalau Boby nggak bisa memberi solusi, mengapa Yohan nggak mencari bantuan dari temannya saja. Ryung, seorang Tuan muda di kota lain, teman dekat Yohan. Hanya dia satu-satunya teman yang dia miliki, dan sayangnya Ryung si gila kerja, sangat anti terhadap cinta.


Nasib seorang penyendiri, saat bahagia dia akan sendiri, begitu pula di saat gundah begini. Membawa diri keluar dari kamar, Yohan berjalan menuju dapur untuk mengambil air minum. Sambil berselancar di dunia maya, perhatian sang paman muda ini tersita pada unggahan sang keponakan.


Greta terlihat begitu riang bersama teman-teman, menikmati liburan di pedesaan"Kamvret, dia liburan nggak ngajak-ngajak. Akh!! aku jadi semakin kesepian!!." Merenung di meja makan. Niat untuk mengambil air minum pun batal, meratapi nasib rasanya lebih menyenangkan.


...****************...


Kebun buah yang sangat besar. Kai mengajak Nari untuk memetik buah naga. Usai menaiki perahu, pasangan ini memisahkan diri dari rombongannya. Kai ingin menikmati waktu berdua saja dengan Nari, di perkampungan yang indah itu.


"Buahnya boleh kami bawa pulang?" pertanyaan Kai di angguki pemilik kebun. Selain adanya wisata perahu, warga di suruh juga membuka kebun mereka untuk para wisatawan. Mereka boleh membawa buah hasil panen mereka, dan membayar sesuai harga dan beratnya setelah di timbang.


"Ada kebun semangka nggak?."


"Ada Nona" ujar pemilik kebun. Letaknya di ujung bagian belakang. Kebun ini ada pagar pembatas dengan kebun milik orang lain, jadi meskipun besar kalian nggak akan tersesat ke kebun milik orang lain."


Manggut-manggut, Nari dan Kai mendengar penjelasan pemilik kebun.


"Silahkan bawa kerajaan kalian, dan bawalah ini" pria itu menyerahkan sebuah peta, tentang letak-letak perkebunan nya dah buah apa saja yang sedang panen.

__ADS_1


"Kami pergi tanpa anda?" tanya Kai.


"Ya, agar kalian lebih leluasa" sahut sang pemilik.


Kai mengedarkan padangan, bukan hanya mereka yang berkunjung ke perkebunan itu. Ada banyak wisatawan lain juga di sana.


"Wah, ini pasti menyenangkan!" seru Nari sangat antusias.


"Sekarang nikmati waktu kalian di sini. Kami nggak memberikan batas waktu, jadi silahkan panen dengan perlahan."


"Terimakasih bapak pemilik kebun" Nari dan Kai mengucapkan terimakasih.


"Iya, sama-sama" ujar sang pemilik.


Berjalan bergandengan tangan, di antara rimbunnya pohon jeruk yang siap panen. Nari dan Kai seperti putri dan raja dalam dunia dongeng. Pemandangan indah itu terasa sayang kalau di lewatkan. Sepertinya mulai terbiasa, Nari memulai siaran langsung nya bersama Kai di kebun itu.


"Selamat siang guy, jumpa lagi dengan aku. Siang ini kami sedang berada di desa pelangi. Kenapa di sebut pelangi, lihat deh di musim panen buahnya berwarna-warni" Kai mengambil alih ponsel Nari agar sang kekasih memperlihatkan buah-buah tersebut dengan leluasa.


"Juga bunga-bunga yang bermekaran di sana" Nari menunjuk tepian jalan setapak, yang di hiasi bunga-bunga nan indah.


"Kamu nggak kalah cantik kok dari bunga-bunga itu" Kai spontan bersuara.


Yang sedang menyaksikan siaran itu bukan satu atau dua orang saja, ratusan bahkan ribuan dari pengikut Nari.


Celetuk Kai di belakang kamera tadi membuat penonton gemas. Ada banyak komentar meminta Nari mengambil alih kamera, dan giliran Kai yang berkicau di depan layar tersebut. Sangat mengerti dengan keinginan pengikutnya, Nari pun meminta Kai membawa keranjang dan mulai memanen jeruk.


"Wah, wangi jeruk" ujar Kai tertawa riang.


Senyuman itu mengundang decak kagum para Netizen. Terlebih ada lobang yang tercetak jelas di pipi, saat Kai tersenyum.


"Ugh!! cakep sekali sih Kai!" komentar salah satu Netizen.


"Nona Nari, katakan pada tunanganmu untuk jangan terlalu tampan. Senyum saja bisa bikin kami meleleh" ujar salah satu Netizen lagi.

__ADS_1


Alih-alih cemburu, Nari justru terkekeh membaca beragam komentar di sana.


Saat sedang menikmati waktu kebersamaan itu, Fay dan Arin mucul di sana. Seperti Tom and Jerry, pasangan ini sedang berebutan keranjang. Riuh rendah mereka memperebutkan benda itu. Fay memimpin di depan sedangkan Arin mengejar di belakang. Interaksi yang lucu, dan Nari pun memperlihatkan kepada Netizen tingkah pasangan terpaksa itu.


Banyak dari mereka mentertawakan Fay dan Arin. Tentu banyak yang sudah mengenal Fay, sebab dia juga menjadi Selebgram. Arin yang cantik dengan rambut panjang tergerai, menarik perhatian mereka. Gadis ini juga sempat tertangkap kamera saat Fay melakukan siaran di perahu tadi. Sontak kemunculan gadis ini menimbulkan tanya. Siapa dia??.


"Siapa gadis itu?."


"Nona, kamu mempunyai teman yang sama cantiknya dengan mu."


"Apakah gadis itu memiliki Instagram?? cepat spill akunnya Nona."


"Cantik sekali, jadi pengen silaturahmi ke akun Instagram dia."


Melihat Fay yang masih menggoda Arin, mereka semakin di buat penasaran.


"Hei Tuan Radian, kamu sangat pandai menggoda gadis cantik" komentar Netizen lagi.


"Hentikan, jangan buat si cantik itu bersedih."


"Nona, spill akunnya dong!."


Nari mendekati Arin yang kesal gagal mendapatkan keranjang"Hei Nona, mereka penasaran dengan mu. Cepat perkenalkan diri" celoteh Nari di depan kamera.


Awalnya Arin menolak, tapi cubitan jemari Nari pada lengannya, terasa sakit. Mau nggak mau Arin pun memperkenalkan diri.


"Hello, perkenalkan aku Arin. Anak pembuat Roti. Kalian yang suka roti bisa mampir ke kedai Ayahku ya." Ah elah, malah promosi ini cewek.



~Arin~


To be continued...

__ADS_1


Selamat membaca jangan lupa like fav dan komennya ya.


Salam anak Borneo.


__ADS_2