
Benar dugaan Nari, langit mendung akhirnya menumpahkan hujan. Ada rasa sesal karena menolak tawaran Nari. Namun apa hendak di kata, hujan telah turun dan Nari telah pergi.
Menunggu jemputan di depan gerbang sekolah, berbeda halnya dengan murid-murid lainnya yang memilih untuk menunggu jemputan atau angkot di halte. Saat hujan turun Febby kelabakan mencari tempat untuk berteduh.
Garis itu bersiap untuk berlari, hendak berteduh di halte seperti yang lainnya. Namun belum sempat dia berlari, ada sebuah jaket yang menutupi kepalanya.
Zaid, dengan sukarela memberikan jaket OSIS nya itu untuk menutupi tubuh Febby.
"Zaid---."
"Buruan lari, hujannya makin deras!!." Mengajak Febby untuk berlari bersamanya di bawah hujan, ber-payung jaket OSIS miliknya.
Seperti di drama-drama Korea. Zaid dan Febby yang berlarian di bawah jaket itu menyita perhatian siswa-siswi yang berada di halte. Banyak dari mereka yang mulai meledek, meng elu-elukan Febby dan Zaid.
Diantara segerombolan anak SMA yang sedang berteduh itu, ada keano dan Betty. Bukannya manyapa Zaid, Keano sengaja mendempetkan Zaid kepada Febby.
"Sorry" cengengesan Keano setelah membuat Zaid menahan tubuh limbung Febby.
"Biang onar!. kamu sengaja?."
Keano mengngkat kedua tangannya ke atas udara"Beneran!!. Demi Neptunus aku nggak sengaja" ujarnya kemudian diiringi tawa oleh teman-teman yang lain.
"Kalian lagi syuting drama Korea apa drama India. Tadi lari-larian di bawah hujan pakai payung jaket seperti di drama Korea Sekarang peluk-pelukan biar nggak jatuh kayak di drama India" rupanya Hendro juga ada di sana. Bocah ini sengaja menambah bumbu, biar makin jadi gosip Zaid dan Febby. Sebab dia kesal, saat liburan kemarin dia nggak diajak sama mereka.
Sebenarnya ada kesalahpahaman di antara mereka. Hari itu pagi-pagi sekali Zaid sudah menjemputnya ke rumah namun dia masih tidur. Karena ini acara dadakan, Zaid nggak mau mengganggu ketenangan Hendro yang sedang beristirahat. Jadi dia meninggalkan bocah itu. Begitu juga dengan Rivan, Zaid juga menjemput ke kediamannya, namun bocah itu juga masih berlayar di pulau kapuk.
Setelah melihat video di Instagram dan YouTube milik Fay, betapa kesalnya hati Hendro. Tempat yang mereka datangnya itu sangat indah, dirinya juga ingin ke sana.
Berbeda dengan Hendro yang merajuk, Rivan cuek saja. Dia sudah cukup lelah setelah mengantarkan Niki kembali ke kotanya, sehari sebelum acara dadakan itu.
"Jangan bikin gosip deh. Kami nggak ada hubungan apa-apa" tutur Febby.
"Biasanya nih berawal dari gosip maka akan berakhir dengan kenyataan. Tapi nggak perlu risau, kami merusak hubungan kalian kok" siswa yang lain berkomentar.
"Kalian jangan asal menyimpulkan, aku hanya membantunya yang kehujanan" sanggah Zaid lagi. Dia nggak mau terjadi salah paham di sini. Meski sama-sama tidak mempunyai pasangan, Zaid nggak mau membuat Febby tertekan dengan gosip yang melanda mereka.
__ADS_1
"Ohh, iya deh. Percaya kok" seru seorang siswa lagi. Ucapan itu kembali mengundang tawa. Febby memberengut, menatap tajam pada Hendro. Dia yang mengatakan mereka sedang syuting drama Korea dan India. Akh!! Febby jadi kesal sama itu anak. Mendapatkan tatapan sinis, Hendro cengengesan, seperti nggak menyesal sama sekali.
Sungguh, Febby nggak tahan berlama-lama di tempat itu. Beruntung saat itu mobil jemputannya telah tiba. Tanpa mengucapkan salam perpisahan kepada mereka, Febby langsung masuk ke dalam mobil dan meminta Pak sopir untuk segera meninggalkan tempat itu.
"Tuh anaknya ngambek. Kalian sih suka sekali ngeledekin orang!."
"Makanya buruan disusulin. Cewek kalau sudah ngambek susah ngurusinnya bro" ucap seorang siswa.
"Bener nggak cewek-cewek?" ujarnya meminta dukungan dari.cewek-cewek yang ada di situ.
Kompak para cewek-cewek itu berseru"Betulll!!."
Zaid mengusap wajah kasar.
"Hahaha, kena kamu Zaid. Bakal jadi bulan-bulanan mereka." Keano juga ikut meledek.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Baju pesanan para pelanggan telah selesai dijahit semuanya. Kini giliran Hanan untuk berkreasi. Atas bantuan Marina dalam bertukar ide, terciptalah beberapa pakaian hasil rancangan Hanan.
"Bu, jaket Cleo yang hitam mana ya?."
"Ibu cuci."
Mendengar jawaban sang Ibu, sontak Cleo menepuk rekeningnya"Aduh Ibu itu jaket kesukaan Cleo. Nanti sore mau dipakai buat ketemu sama temen-temen, mau ngerjain tugas."
"Yah,.baru juga Ibu cuci. Kayaknya kalau nanti sore nggak akan kering deh. Maaf ya" penuh rasa penyesalan, Marina meminta maaf kepada sang putra.
Menundukkan kepala"Iya deh Bu. Nggak pa-pa. Ibu kan nggak sengaja" ujarnya seraya berbalik, berjalan terseok-seok memikirkan akan memakai jaket apa nanti sore.
Melihat kesedihan sang putra, Hanan segera memanggil Cleo untuk datang kembali.
"Coba tunjukkan jaket yang kamu punya itu, siapa tahu Ayah bisa bikin yang baru."
Nggak pernah meragukan hasil karya sang Ayah, Cleo segera menunjukkan foto jaket yang telah dicuci Marina itu.
__ADS_1
"Oh, kebetulan Ayah punya bahan untuk membuat jaket ini."
"Jadi ayah akan membuatkan jaket untuk Cleo??" ujarnya bertanya dengan antusias.
Seraya tersenyum Hanan mengganggu.
Sangat senang, Cleo langsung memeluk Hanan saat itu juga"Wah!!!, terima kasih Ayah. Cleo sangat sayang sama Ayah!!."
Hanan sedikit terhuyung menerima pelukan dadakan dari sang putra. Nggak terasa bocah kecil yang dahulu dia tinggalkan, kini telah tumbuh menjadi bocah tampan dan tinggi tegap.
"Maafin Ibu ya nak" Marina benar-benar merasa bersalah. Meski telah menemukan jalan keluar, tetap saja rasa bersalah itu menggerogoti hatinya.
"Bukankah Ibu pernah bilang, di setiap masalah pasti ada hikmahnya. Dan sekarang karena jaket itu Ibu cuci, aku jadi akan memiliki jaket hasil rancangan Ayah" bukan lagi menekuk wajah seperti tadi, kini Cleo sangat riang gembira.
"Terima kasih Mas, telah mengembalikan keceriaan Cleo" ujarnya seraya memandangi Cleo, bocah itu melangkah dengan riang gembira meninggalkan tempat tersebut.
" Dia putraku, memang sudah seharusnya aku memberikan yang terbaik untuknya. Melihatnya sangat senang, aku jadi ikut senang." Sepasang mata sendu itu terlihat berkaca-kaca.
"Maafkan aku Marina."
Marina segera mengusap pipi sang suami, agar butir air mata itu nggak jatuh"Masa sulit itu sudah terlewati. Sekarang saatnya kita berbahagia."
"Lupakan masa lalu itu Mas. Biarlah menjadi kenangan pahit dalam hidup kita."
Hanan mengusap tangan Marina yang berada di pipinya. Menatap wanita itu dengan penuh cinta.
"Terimakasih selalu setiap padaku." Ucap Hanan lirih.
"Terimakasih sudah bertahan dan kembali kepada kami Mas" ucapa Marina.
To be continued...
Selamat membaca jangan lupa like fav dan komennya ya.
Salam anak Borneo.
__ADS_1