Naria "Nona Manis Keluarga Charlotte"

Naria "Nona Manis Keluarga Charlotte"
Menemani syuting


__ADS_3

Demi cinta, sebuah kerelaan untuk berjemur di bawah terik matahari, sungguh tak mengapa. Ya!! itulah yang sedang Nari lakukan saat ini.


Gadis ini rela berjemur dibawah mentari, sejak pagi hingga siang hari, hanya demi menunggu Kai yang sedang melakukan pemotretan. Setelah di ajari sedemikian rupa tentang tata cara mempromosikan sebuah produk di depan kamera, ternyata aksi Kai di depan kamera cukup menakjubkan.


Mulai dari adegan membasuh wajah di bawah pancuran tepi pantai, Nari sungguh menyesali Kenapa Kai di haruskan memakai baju berwarna putih. Begitu kan kalau terkena air, maka dada bidangnya akan terlihat dengan jelas. Rasanya sangat nggak rela, apalagi ada banyak pengunjung yang menonton proses tersebut.


Sebenarnya hari ini bukan cuman Kai yang melakukan syuting video iklan, tetapi Gibran juga. Desas desus tentang Kai, ternyata sudah tercium para Netizen. Sehingga banyak dari mereka yang sengaja bertandang ke pantai ini, hanya untuk melihatnya secara langsung.


"Ku pikir ketampanan nya hanya karena filter, ternyata itu nyata" ujar seorang wanita, sedang membicarakan Kai di tepi batas lokasi syuting.


"Iya benar. Dia nggak kebanting di sandingkan dengan Gibran yang sudah senior" ujar salah satu dari para penonton itu.


Bersedekap di kursi pandai, dengan payung pelangi menaungi. Meski nggak langsung terkena matahari, hati dan jiwanya rasanya terbakar. Kenapa tunangannya begitu di gemari??. Ada sesal di dada, saat dia mendukung Kai untuk menerima tawaran sang Papah.


Tiba saat adegan wajah pemuda itu di basuh menggunakan sabun pembersih wajah, semua mata tersita pada layar monitor.

__ADS_1


"Heii, tampan sekali!!" seru para wanita.


Sutradara Han meminta para staf untuk menghentikan adegan, karena suara riuh itu sangat menganggu.


"Usir saja mereka!" bisik Nari, yang kini telah berdiri di samping Sutradara Han.


Saat Nona muda memberikan titah, siapa yang berani untuk melawannya. Pada adegan selanjutnya, keamanan semakin meningkat. Sehingga para wanita yang sedari tadi asik menonton proses tersebut, kini tidak bisa lagi menyaksikan dari dekat.


Seperti haus akan tontonan pria tampan, kehadiran Gibran di sana bukanlah apa-apa bagi mereka. Gibran telah menikah, dan istrinya sedang hamil, sebentar lagi akan menjadi Ayah. Para wanita lebih fokus pada Kai, cowok tampan dan belum menikah, juga lebih muda dari pada Gibran. Lantas, bagaimana dengan Nari? apa mereka nggak mengenalinya?.


Matahari mulai meredup, saat Kai dan Nari beristirahat di kediaman Gibran. Pemain film dan model iklan ini juga menjalankan bisnis cafe di sana. Suguhan minuman dingin dan nikmat, lengkap dengan kue-kue manisnya. Di temani Kai, hati yang sempat panas kini sejuk kembali.


Menarik kursi agar jarak mereka semakin dekat"Maaf, kamu jadi kepanasan karena nungguin aku kerja. Daripada panas-panasan kayak tadi, kamu bisa menunggu di sini saja."


"Ih, untung aku ikut. Kalau nggak kamu bakal di culik cewek-cewek gila tadi. Masa, gara-gara lihat baju kamu basah mereka menjerit. Sakit jiwa deh!!."

__ADS_1


"Oh ya? aku nggak dengar mereka menjerit."


Melirik Kai tajam"Heh!! jadi kamu mau melihat ekspresi mereka secara langsung??."


Waw!! aura apa ini??!. Kai lekas meredakan gejolak api cemburu. Meletakkan kepala di pundak Nari"Nggak juga. Soalnya dari tadi aku lebih senang lihat kamu. Biarpun dari jauh, dan ketutupan masker, kamu imut sekali."


Blush!!. Selalu saja. Sedikit saja sikap manis Kai, mampu membuat jantung Nari dangdutan!!. Nggak mau detak jantungnya terdengar sang kekasih, Nari menarik Kai hingga mereka bertemu pandang.


Mengusap pipi sang gadis"Terimakasih selalu mendukungku. Aku senang bisa melewati kesibukan ini dengan mu."


Jangan di tanya bagaimana wajah Nari sekarang. Merah merona hingga Kai menyangka sang kekasih demam, karena berjemur sejak pagi hingga siang hari.


To be continued...


Selamat membaca jangan lupa like fav dan komennya ya.

__ADS_1


Salam anak Borneo.


__ADS_2