
Nari melangkah masuk ke area sekolah dengan wajah berselimut awan mendung. Gara-gara Jung dan Joen, dia terancam nikah muda, ckckckck!
"Selamat pagi, Naria!!," seorang teman pria menyapa. Memiliki gigi kelinci namun sangat menawan saat tersenyum. Dia adalah Fay Rahadian, penggemar Nari yang lainnya, yang selalu terlihat ganteng dan putih bersinar. Hahaha, maaf jika sedikit berlebihan.
"Selamat pagi Fay," suara Nari sangat lemah, nggak bersemangat.
"Kok, manyun begitu?, minta di cium bibir nya?."
"Ish?? jangan nambahin pusing kepala aku deh, Fay!," memelotot Naria kepada Fay. Amarahnya pada dua abang jahil itu bisa-bisa berimbas kepada Fay. Sebisa mungkin Nari menekan amarah, kasihan Fay kalau harus kena getahnya.
"Kamu ada masalah? sini bagi sama abang," ujarnya menepuk dada bidang, berharap Nari akan sudi bersandar di sana. Mimpi kamu Fay!!.
"Nggak usah, membagi masalah sama kamu, malah bikin kepala makin pusing. Julukan kamu kan Fay si biang kerok."
Bibir Fay mencibir kedepan"Ngomongin pusing, kamu nggak tau nih kalau aku paling jago dalam urusan menghadapi pusing tujuh keliling, tujuh tanjakan," mulai ngaco, ngalur-ngidur si Fay ini.
"kamu?? pusing? Kwkwkwkw!!," Nari terkekeh geli dengan kata-kata yang lolos dari mulut Fay. Manusia dengan segala kegilaan dan kegokilan nya juga bisa pusing?, Nari nggak bisa mempercayai hal itu.
"Renyah amat ketawanya, sadar nggak sih kamu yang bikin aku jadi seperti ini."
"Kok, aku sih?," Nari menghentikan langkah nya, menatap Fay dengan alis beradu naik.
Fay menarik tangan Nari, Menarik tubuh Nari lebih dekat"Tatap mata aku, aku ganteng kan?."
Ingin rasa nya Nari menjitak kening Fay yang se-enaknya bersentuhan dengan keningnya.
"Fay!!! kamu mau mati?," ancam Nari menggertakan gigi.
"Mati di tangan kamu aku rela kok," sahut nya tanpa mengalihkan pandangan.
"Di liatin warga negara republik indonesia. Somplak kamu!!," Nari menarik diri menjauhi Fay.
"Nah, kelakuan kamu nih yang bikin aku selalu pusing. Jangan jauh-jauh dari aku, nggak bisa mikir nanti otak ku Naria. Kamu tuh seperti kaporit untuk aku, seperti lilin di malam gelap aku, seperti matahari di siang hari, seperti rembulan di malam hari, terangi hati aku yang temaram dalam kesepian."
"Aku bukan kunci inggris Fay yang banyak fungsinya!," Nari meninggalkan Fay. Nampak anak-anak lain mentertawakan adegan yang barusan terjadi.
"Kenapa ketawa-ketawa!," sergah Fay.
"Bucin, ye~~~~," ledek cewek-cewek yang lewat.
"Bodo amat, itu artinya aku sangat menghargai cewek sebagai pasangan. Bucin itu anugerah, sis!," Jelas nya sembari mensejajarkan langkah bersama mereka.
"Memang kamu sama Nari sudah pasangan?," Zaid nongol mendadak. Memang hobinya nongol dadakan di anak.
"Mata kamu butek?, serasi gini sama Nari pake di tanyain," ujar nya tersenyum lebar.
"Sinting!! sudah siang bro, jangan ngimpi terus, buruan ke ruang Bp."
"Ngapain, bro? kamu ngaduin aku?Gila! teman sendiri kamu aduin!," pekik nya mengejar langkah Zaid.
"Memang aku ngaduin apa?."
"Aku bawa rokok kemarin. Ah elah, kamu akh!," tangannya pukul sana, pukul sini pada lengannya Zaid.
__ADS_1
"Hish!, aku sleding juga kamu Fay. Badan doang yang putih cemerlang otak kamu hitam kelam merana," sebuah toyoran Zaid pun mendarat di kepala Fay.
"So? bukan itu ya permasalahannya? heehehhe," Fay cengengesan.
"Noh lihat!," mereka tiba di depan Mading. Nggak seperti biasanya, Kini si Rivan anak kelas 12 IPS mendadak viral gegara namanya tertulis dengan versi jumbo di sana.
"Rivan Rames Rahendra. Anak kelas 12 IPS yang doyan ngaca-in rok anak-anak cewek." Mata Fay kembali terbelalak. Dia sebagai wakil ketua kelas merasa ternodai dengan kasus yang sedang melanda warga negara kelas.
"Gila!! ini anak nggak ada kapoknya bikin masalah. Btw ni pengumuman siapa yang bikin, bro?."
"Itu juga sedang di selidiki para agen rahasia kita Fay. Lagian si Rivan apa buta sama tuli?. Nggak mungkin dia nggak tau masalah ini, tapi dianya santai banget tuh," dengan menggeleng Zaid mendapati si Rivan cuek bebek ikutan main basket di lapangan outdor.
Dua cowok tersibuk di SMA itu garuk-garuk kepala. Kepala yang nggak gatal pun mendadak jadi gatal gegara tingkah warga mereka.
Mereka menuju kelas, mencari informasi-informasi dari warga warga lain yang mungkin mengetahui, siapa sang pembuat pengumuman. Namun hasilnya nihil, eggak ada jejak yang menunjukan siapa sang pelapor.
"Periksa tas Rivan," titah Zaid.
Fay membuka tas Rivan"Hemmhh, ini senjata nya. Ya elah masih jaman gangguin cewek-cewek pake beginian?."
"Kaca doang itu bro," ujar Zaid.
"Iya emang, kan bilangnya ngaca-in. Kaca ini di selipin ke ujung sepatu, seperti ini, bro," Fay memperagakan cara pake tu kaca, dan mencoba menyortir daleman Betty yang kebetulan lewat di dekat nya. ๐
"Wohohoho, Bet!!kamu pake warna oren hari ini?."
"Apaan??," Betty berbalik ke hadapan Fay. Wajah Betty kesal setengah mati. Roman-roman nggak baik nih, pikir Betty .
"CD kamu," tutur Fay seringan bulu.
"Asem!!, kucrut!! aku congkel biji mata kamu!!," tubuh Fay di hajar Betty habis-habisan.
Kwkwkwkkwk!!!. Seisi kelas bukannya melerai, malah mentertawakan mereka. Si Zaid juga, bukannya bantuin malah ikutan ngakak.
Nari dan Febby yang lewat di lorong itu sampai singgah karena suasana kelas mereka yang riuh.
"Aww, Yayang Nari tolongin abang kece dong!!," jerit Fay yang melihat gebetan nya mampir depan kelas, berharap gadis itu membantu.
"Eh, ada neng Nari. Ngapain warga Bahasa mampir ke sini?," sapa Zaid.
"Ribut apaan, sih ?," tanya Nari.
"Fay hentay tuh, nyortir CD Betty," sahutnya menunjuk dengan dagu ke arah Betty yang sedang mengamuk.
"Enggak sengaja!!, edan kamu Zaid!!."
"Awh!! sudah dong Betty Lavender!!!," hardik nya pada Betty yang masih doyan mencubit dan memukul badannya
"Mesum!!," cecar Betty merasa nggak puas menyiksa Fay.
"Ini lho senjata nya Rivan, aku cuma praktekin cara kerjanya doang. Kan kamu Zaid yang minta," jelas nya pada semua orang.
"Kalau nggak mau ketahuan kamu ganti deh daleman kamu!," lolos lah kata-kata yang sukses memicu emosi Betty. Hingga dengan kesal Betty kembali mencakar dan menjambak rambut Fay.
__ADS_1
Nari tertawa geli dengan kelakuan mereka. Warga kelas mereka ini pintar dan ter-the best di sekolah ini, namun juga yang terbar-bar dalam berkelakuan.
Sementara Fay masih di aniaya Betty, dan para siswa lain juga asik mengadu domba mereka dengan yel-yel aneh, Zaid menarik lengan Nari yang hendak berlalu dari depan kelasnya"Entar sore kita kencan yuk."
Nari teringat janji nya di lapangan basket kemarin"Oke, kalau nggak hujan, ya," sahut Nari.
Perasaan Zaid bahagiaaaa banget. Nari tuh selalu oke kalau di ajakin kencan, sudah seperti cewek dia beneran aja. Padahal pada semua orang yang ngajakin kencan pun Nari oke-oke aja, selama nggak ada kontak fisik yang berlebihan.
Demi apa coba Nari kencan bergilir dengan cowok-cowok cakep di sekolahan ini. Nari hanya ingin menikmati masa-masa remaja nya saja, tanpa pacaran tapi bebas berkencan kapan saja. Toh kencan ala mereka kan cuman sebatas nonton, nongkrong, makan-makan. Yah...sejenis itu saja.
...๐ป๐ป๐ป๐ป...
"Kencan dulu sama yayang Ketos, selalu tersenyum ya guys, selamat berakhir pekan."
Nari meng up load Foto Zaid yang sedang bersamanya di sebuah cafe.
@ Fay_radian_" Ketos durjana !! Semoga sembelit menahun!."
@Nari_Charllote18_"@Fay_radian_: Hus...mulut nya nista bingit."
@ Fay_radian_"@Nari_Charllote18_: Nggak ada yang pake mulut di sini, semua pake jempol babe ๐ ."
@WangKevinvin_vin05_"Ketos kerja woiii...nyelip teros kaya bajay."
@Hentothedro33_"Semoga sang maha kuasa melimpahkan hujan yang selebat-lebat nya ya Allah!!!๐ญ๐ญ๐ญ ".
@Nari_charllote_18"@Hentothedro33_:Berdoalah yang baik-baik, dek ๐ค."
@Udinsejagad_raya" Bajay apa truk bangunan sih? pro banget masalah nyelip sama nikung ๐๐๐."
@Ikbal_safar"@Nari_Charllote18_:Aku yang udah lama janjian kencan malah keduluan ketos durjana. Apa aku harus guling-guling dulu biar kencan nya di Acc bebs?."
@ Rivan_gans22_"@Nari_Charllote18_: Lain kali bolos bareng yuk, cantik."
@ Fay_radian_"@Rivan_gans22_:Aku gantung kamu di pohon cabe ๐ก๐ก. Awas aja ngeracunin Nari ku!!."
@Rivan_gans22_ "Ada yang ngomong ?? eh salah, ngetik buat negor aku?."
@Hentothedro33_@Nari_Charllote18_: Sama adek manis aja sis, kita kencan romantis."
@Ikbal_Safar"@Hentothedro33_: Biji terong nyempil aje di mari, sono belajar ngelap ingus dulu!."
@Hentothedro33_"@Ikbal_Safar: Ada yang nyenggol nih??, nggak takot akoh ๐๐."
Nari menghela Napas"Begini amat petualangan asmara aku ya Tuhan. Di kelilingi banyak cogan ternyata bikin pusing juga. Sudah seperti remahan roti kecebur ke kolam ikan nih, lama-lama habis juga aku di rebutin mereka-mereka," ucap Nari lirih.
...*Fay Rahadian*...
To be continued...
__ADS_1
~~โกโกHappy reading . Jangan lupa like vote dan komen ^,^.
Salam anak Borneo.