Naria "Nona Manis Keluarga Charlotte"

Naria "Nona Manis Keluarga Charlotte"
Miara tuyul?


__ADS_3

Hari demi hari telah berlalu, usaha Charlotte dan Sook semakin menyibak tabir kebenaran. Karlina mengubah namanya untuk menghindari seseorang. Seorang pria yang sempat menggilai dirinya. Setelah mendengar kecelakaan yang menimpa Hanan, pria itu datang kembali menawarkan cinta, dan bantuan pastinya. Nggak muluk, dia hanya ingin menjadi pengganti Hanan, dan masalah yang di timbulkan Hanan akan segera terselesaikan. Namun...semua tak semudah itu. Bayangan Hanan bersemayam dalam diri Kai, sebab Ayah dan anak ini memang memiliki wajah yang sangat mirip. Terlebih, singgasana di dalam hati Karlina tak pernah mampu menggeser Hanan, barang sejengkal pun.


Meninggalkan kota kelahiran nan jauh di sana. Memulai kehidupan baru bersama Ibu mertua di kediaman yang sederhana, begitulah cara Karlina bertahan dari keterjatuhan. Seperti Nyonya Sook yang sangat menyukai bunga, Karlina pun juga memiliki kegemaran, yaitu membuat kue. Beruntung, keahlian yang dia pelajari dari pembuat kue terbaik dahulu kini menjadi ladang rejeki, meski tak terlalu besar penghasilannya.


Meninggalkan kisah pahit Ibunda Kai. Kekasih dari pemuda malang itu kini sedang berada di kediaman William. Untuk apa? tentu untuk berkeluh kesah pada Andrea.


"Katakan kamu perlu uang berapa? aku akan memberikannya secara cuma-cuma. Asal... berhenti menjitak kening suami kesayangan ku."


Owh!! roti hangat dari kedai Arin seketika tak jadi di lahap"Ya Tuhan! selama di sini kamu semakin lengket dengan dosen gila itu! ayolah Andrea, seharusnya kamu membantuku tanpa embel-embel menggelikan itu!"


Andrea mengambil roti itu dan segera melahapnya"Huh! kamu malah menghinanya!. ya sudah, aku nggak jadi memberikan mu bantuan."


Jemari-jemari Naria nyaris menjambak rambut Andrea, aish!! kalau dia nggak mengingatkan diri untuk lebih bersabar. Bibir si bontot mencibir, meledek Andrea yang terus mengoceh sembari menikmati roti yang dia bawa.


"Enak rotinya?."


Andrea mengangguk.


"Hangat bukan?."


Lagi-lagi Andrea mengangguk.


"Kalau begitu berikan padaku!!. Dari tadi kamu memakan semua roti yang ku bawa. Hingga roti terakhir pun mau kamu habiskan!. Giliran aku meminta bantuan harus bawa-bawa abang durjana!." Melengos, kedua pipi Naria terlihat semakin bulat saat memberengut.


Cengengesan, Andrea menyerahkan sisa roti itu"Sorry, habisnya enak sih."


"Tentu saja enak!. Aku bahkan ikut membakarnya di dapur kedai Arin demi mendapatkan harga lebih murah. Dan semua itu demi kamu!."


Andrea tertawa, sejak berhenti di beri uang jajan, Naria menjadi manusia yang sangat perhitungan perihal uang. Juga, menjadi pejuang potongan harga. Lagian, Tuan Carlos juga suka mengerjainya, menawarkan harga murah asalkan membakar sendiri roti itu. Ckckckck.


Sembari membenahi duduknya"Katakan, berapa yang kamu butuhkan?!."


Alih-alih menjawab, Naria memutar kedua bola mata bulatnya itu, seperti sedang memikirkan sesuatu"Selama ini bang Joen yang kasih uang di belakang Papah, tapi berapa pun yang dia berikan akhirnya habis juga. Bang Jung juga gitu, dan akhirnya habis juga. Kamu punya ide biar uangnya nggak habis-habis nggak?."

__ADS_1


Beranjak dari duduk, berjalan mendekati kulkas mini di sudut kamarnya"Pelihara tuyul aja."


Haish!! Naria memicingkan kedua mata menatap Andrea. Dan kakak iparnya itu terkekeh mendapatkan tatapan seperti itu"Hahaha, maaf. Hanya bercanda."


"Kalau kamu tau di mana orang jualan tuyul, aku mungkin akan benar-benar membelinya" ujar Naria. Dan apesnya, saat dia mengatakan hal itu Jung memasuki kamar. Sontak pipi bulat itu mendapatkan serangan menyakitkan.


Nyitttt!!!. Jung menarik gemas sebelah pipi Nari.


"Abang!!!" teriak sang bontot.


Melihat Naria meronta, Andrea hanya tertawa, bukannya menolong Naria seperti yang kerap di lakukan Ghina kalau Joen mengerjainya.


"Dasar nenek sihir, sekarang kamu berniat memelihara tuyul??."


"Heh!! Andrea tuh yang ngasih saran!" sentak Naria mengusap pipi yang merona, bukan karena sedang tersipu malu, tapi sakit karena cubitan Jung.


"Lagian, kasih pertanyaan yang aneh-aneh aja. Nggak kerja tapi mau uangnya nggak habis? selain memelihara tuyul, apa lagi?."


"Andrea!!!" geram Naria.


Sumpah!! Naria kesal sekali hari ini. Dia menghabiskan uang lumayan banyak demi menyenangkan Andrea, membawakannya roti dan juga jus kesukaannya. Tapi, apa yang dia dapat, kesengsaraan!!.


"Kalian!!, aku akan membuat netizen menghakimi kalian!!" hardik sang nona muda.


Alis sepasang suami istri di buat beradu naik, apa maksud dari perkataan Naria?. Terlihat nona muda itu melakukan siaran langsung di akun sosial medianya. Mengadukan kepada para penggemar di akun media itu atas tindakan Andrea dan Jung kepadanya. Jung lantas mengapa para penggemar yang sempat mengasihani Naria, dan seperti biasa senyuman Jung mampu membuat para wanita jatuh hati. Andrea nggak mau kalah, dia juga mengapa para penggemar yang menyaksikan siaran langsung itu. Niat awal yang menginginkan pembelaan justru menjadi ajang jumpa penggemar.


Andrea dan Jung adalah pasangan yang cukup di sukai para netizen, begitu juga dengan Naria si nona muda yang terlihat menggemaskan bagi banyak orang. Interaksinya bersama para bucin pun kerap mengundang komentar lucu para netizen di kolom komentar.


"Maaf, aku nggak akan menyakiti si bungsu yang manis ini lagi. Aku harap kalian nggak akan marah padaku" ucap Jung di iringi tawa.


"Kami akan selalu menjaganya" Andrea menimpali seraya mengusap pucuk kepala Naria.


Gadis itu yang kini tengah di apit pasangan gila, terpaksa tersenyum"Ya... seperti yang kalian lihat, mereka hanya bercanda."

__ADS_1


"Wah... interaksi kalian lucu sekali. Seringlah membagikan momen kebersamaan kalian, aku suka melihat kebersamaan kalian" ujar salah satu pengikut akun media sosial Naria.


Yah, meski memiliki pengikut yang lumayan banyak, para anak dan menantu Tuan Charlotte ini tak begitu sering membagikan kegiatan mereka di sana. Dan siaran langsung yang di lakukan Naria secara spontan ini membuat para netizen senang.


Setelah beberapa menit siaran langsung pun berakhir, Naria meletakan ponsel di atas sofa.


"Kalian, pintar sekali membohongi masyarakat!."


"Apa perlu ku katakan kepada mereka bahwa kamu berniat memelihara tuyul?."


Ingin rasanya Naria menarik rambut Jung, namun gadis ini sadar bukan hanya Jung seorang yang ada di sini, sang istri pun ada. Akan berbeda ceritanya kalau hanya ada mereka berdua di ruangan ini, Naria berani berperang kalau itu satu lawan satu.


"Abang!, jangan menjahatiku terus!. Aku sedang pusing karena uang!." Wajah itu kini terlihat menyedihkan, Naria memang pandai memainkan mimik wajah. Ada sedikit rasa kasihan di hati Andrea.


Wanita cantik ini mengusap lembut lengan sang suami"Sayang, aku juga salah karena memberikan saran sembarangan, aku minta maaf ya. Sudah, jangan usili dia lagi."


Jung pun melemah"Asal jangan beneran nyari tuyul aja!."


"Abang! memangnya mau nyari tuyul di mana? di sopi? lajada?. Aku cuman asal ngomong kok tadi."


"Ya siapa tau aja, otak kamu kan rada-rada geser."


Emosi Nari kembali mencuat naik. Saat hendak membalas hinaan Jung, ada sebuah notifikasi di layar ponselnya. Gadis ini gegas membuka pemberitahuan tersebut. Dan....


Satu....


Dua...


Tiga....


"Kyaaaaa!!!! aku bakal dapat duit!!!" seru Nari kegirangan. Gadis ini meraih lengan Andrea dan mengajak nya menari mengelilingi Jung.


To be continued...

__ADS_1


Happy reading jangan lupa like fav dan komennya 🤗.


Salam anak Borneo.


__ADS_2