
"Buruan Nar!!!, Mamah kamu mencak mencak nelponin aku". Rivan baru lolos dari amukan Niki yang terpaksa dia anterin pulang gegara Nyonya Sook meminta dirinya dan Nari buruan balik ke kediaman Charllote. Dan sekarang dia harus berhadapan dengan Nari yang super lelet kalau udah waktunya berpisah dengan Kai.
"Santai dong Van, Mamah emang gitu orangnya nggak sabaran" Jelas lah Nari masih ingin berlama-lama bersama Kai nya. Baru juga duduk lesehan di stan Kang sate, Rivan yang datang tergesa-gesa main ngajak balik aja.
Kai datang bersama dua piring sate ayam, melihat Rivan nampak gelisah dia pun menyerahkan sepiring sate kepada Rivan.
"Nih tenangin dulu diri kamu, yuk duduk sini."
Aroma manis dari saos kacang, aroma sedap dari ayam yang di sate, siapa yang bisa menolak. Meskipun dengan tampang tegang Rivan beranjak juga dari motor gedenya dan ikutan lesehan bersama dua sejoli itu.
"Ehem!!, sengaja ya kasih tu sate buat Rivan, biar kita makan satenya sepiring kan"Si Nona muda kalau sama Kai beneran ganjen deh, fake cute nya tetiba muncul. Kalau sampai Joen atau Jung menyaksikan tingkah gemesin Nari ini, di jamin dua Oppa tamvan nya itu akan menggeplak kepalanya. Bagi mereka Nari tetaplah Nenek sihir galak yang minim kesabaran, jadilah mereka selalu mengibarkan bendera permusuhan kalau ngeliatin tingkah sok manja Nari kepada Kai.
"Inget-inget woy, ada manusia lain di antara kalian. Main goda-godaan aja!" sungut Rivan menyuap tusuk demi tusuk sate kedalam mulutnya.
"Sorry baru nyadar kalau kamu manusia, biasanya kalo ada dua insan sedang kencan___"
"Yang ketiga setan!!" lanjut Rivan cemberut.
"Kwkkwkkw, nah itu nyadar diri" ejek Nari tergelak tawa.
"Nari doang yang godain aku, aku mah sebagai lelaki biasa hanya bisa pasrah dengan keadaan ini" sahut Kai berlagak polos.
Kedua bola mata Rivan terbelalak menatap Kai, alisnya bertaut turun naik bak papan jungkitan di taman Tk "Pantesan Nari suka, rupanya sama nggak warasnya."
Plek!! Nari memukulkan beberapa tusuk sate ke mulut Rivan"Ini mulut nggak ada akhlak yah, udah di kasih makan malah nyinyirin yang ngasih makan."
Bibir Bawah Rivan maju dan memasang mimik sedih "Astaga!!, nggak sama Niki nggak sama kamu aku kok salah mulu sih."
"Hahaha kamu lupa bahwa kita para lelaki adalah manusia penuh dosa, sedangkan perempuan adalah wanita maha benar" gelak tawa Kai mengiringi dengusan kesal Rivan.
Trtttt!!! Nyonya Sook kembali menghubungi Rivan, kali ini dia melakukan panggilan Video Call kepada calon menantunya itu.
"Uhuk-uhuk!!, Nar Mamah kamu Video Call. Terbatuk batik dia menyerahkan ponselnya pada Nari.
"Buk-buk!!" Kai menepuk pundak Rivan keras keras.
"Ya Tuhan!!, kamu bantuin apa pengen bunuh aku sih Kai, yang pelan dong bisa rontok tulang belakang aku kalau kamu tabok begini."
"Sorry sorry" Ujar Kai dengan seringai tawa.
"Ya Mah?! Nari menerima panggilan Video Call Nyonya Sook sembari mengisyaratkan pada Kai agar menjaga jarak dengannya. Spontan pria itu mengikuti intruksi sang kekasih, bisa habis dia kalau ketahuan Nyonya Sook lagi kencan sama anak gadisnya.
__ADS_1
"Lama amat di suruh pulang!!" sentak sang Mamah.
"Lagi makan sate Mamah" Nari memamerkan sepiring sate kepada sang Mamah.
"Rivannya mana??"
Rivan dan Kai yang duduk berdekatan sontak saling dorong"Hai tante" ujar Rivan ceria, dia memasang wajah tanpa dosa dan memamerkan senyum ter-uwu nya pada sang calon mertua.
Melihat mereka sedang makan, Nyonya Sook kembali bersabar diri. Nada bicaranya kembali normal, nggak mencak-mencak lagi kayak dia nelponi Rivan sejam lebih yang lalu.
"Buruan abisin makannya terus pulang, Mamah sama Papah tunggu."
"Siap Ibu ratu" sahut Nari memberi hormat.
"Dasar kancil, otak kalian tuh selalu bisa ngibulin saya. Awas kalian!!" gerutu hati kecil Nyonya Sook sembari memutus panggilan.
Rivan, Kai dan Nari lanjut menyantap hidangan mereka. Untung saja Nyonya Sook melakukan Video Call pas si Rivan sudah sama Nari, kalau masih sama Niki bisa berabe. Soalnya Niki lebih bar-bar ketimbang Nari, bisa-bisa dia berdadah ria kepada Nyonya Sook di ujung Video Call sana.
Selesai menyantap sate Rivan pun segera membawa Nari bersamanya, sedangkan Kai melaju sendiri dengan motor metik nya.
Dari luar mereka nampak ceria dan bahagia, Nari yang gemesin kalau lagi sama Kai,
Kai yang selalu berbesar hati menyerahkan Nari kepada Rivan saat kencan mereka telah selesai,
Dan Niki yang nggak arang merasa sedih menatap punggung Rivan yang perlahan menjauh ketika hendak menjemput Nari dari Kai.
...๐๐๐๐...
Di kamar nan sepi seorang gadis berambut panjang memandangi layar ponsel lekat lekat.
"Kok belom menghubungi aku sih."
"Apa ada yang nggak beres??" nggak seperti biasanya, sudah berjam-jam setelah Rivan mengantarnya, namun Rivan belum juga menelponnya.
Gadis itu adalah Niki, wanita unik yang mencintai Rivan sepenuh hati. Meski kerap bersikap kasar kepada Rivan, nyatanya dia sudah cinta mati kepada pria itu.
Tut..tut....! Kesabaran Niki telah habis, dia pun menekan nomor Rivan untuk memastikan keadaanya.
Nggak ada jawaban.
Lagi...Niki menekan nomor Rivan lagi. Dan masih sama, pria itu seakan lenyap dari muka bumi ini.
__ADS_1
Di lain tempat Rivan memang hendak melenyapkan diri dari muka bumi ini. Nyonya Sook yang memergoki Nari dan Kai memaksa mereka untuk berterus terang.
Di sana bukan hanya Nyonya Sook dan Tuan Charllote saja yang menanti mereka, tapi kedua orang tua Rivan juga sudah menanti kedatangan mereka.
Sina, Mamahnya Rivan berkacak pinggang menatap Rivan dengan garang"Udah jago ngibulin orang tua, ya!."
"Kaga Mah, Rivan nggak ngibul" sahutnya tanpa dosa, sebisa mungkin dia akan berkelit dengan tuduhan mereka.
"Oh...jago ngeles juga ternyata!" lanjut Sina.
"Nar, kamu ngomong dong!!" Rivan menyikut lengan Nari.
"Ngomong apa??orang aku yang kepergok!, mana bisa ngeles aku, Van!."
"Kamu sih nggak hati-hati kencannya!!, belum siap nih buat berterus terang!" keluh Rivan lagi. Mereka merasakan ketangkap basah tuh nggak enak banget lho, kesannya kaya udah jadi penjahaaaaatt banget.
"Kamu nggak ada yang mau di jelasin Nar??" Tanya Charllote melirik anak gadisnya yang terlihat jelas sedang bisik-bisik tetangga sama Rivan.
Nari kembali diam seribu bahasa , sama kaya Rivan dia juga belom siap berterus terang.
"Mamah akan cari Kai, dia pasti bisa menjelaskan semuanya!". Tukas Nyonya Sook meraih ponselnya.
Nari terkejut, akhirnya dia pun buka suara"Mau ngapain, Mah!!"
"Nelponin Kai lah, kamu pikir Mamah nggak punya nomor ponsel itu anak!!."
"Mah!!" sentak Nari.
"Weyyyy...udah berani bentak orang tua, nggak nyadar kalau kamu tu salah?" hardik sang Mamah. Kelakuan Nari benar-benar menyulut amarah Nyonya Sook, dia tau kalau pertunangan Nari dan Rivan sekedar hukuman untuk mereka berdua. Tapi cara mereka membohongi mereka juga nggak bener dong, para orang tua berharap mereka jadi anak yang baik bukan jadi kang kibul kaya sekarang.
"Rivan!!, jelasin semuanya, kalian mau langsung di kawinin??" bentak Heru.
"Nggak!!" Sahut Nari dan Rivan bersamaan.
To be continued...
~~โกโกHappy reading, jangan lupa like vote dan komen ๐
23 Februari 2023
Salam anak Borneo.
__ADS_1